Besok, KNKT Ungkap Data FDR Kecelakaan Lion Air

i-malut.com, JAKARTA — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh Flight Data Recorder (FDR) Black Box Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kendati, KNKT dibantu investigator asing dari berbagai negara, petugas belum bisa menganalisisnya.

Dikutip dari liputan6.com, Senin (5/11), Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, pihaknya baru melihat dua pamater dari sekitar 1.800 yang tersedia. Proses selanjutnya, KNKT tengah memilah parameter apa yang dibutuhkan untuk mengungkap misteri kecelakaan pesawat tersebut.

“Dari sini akan kita analisis kira-kira apa yang terjadi dengan penerbangan itu,” ujar Nurcahyo di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Namun, analisis data dari salah satu komponen black box Lion Air itu belum bisa dilakukan hari ini. Nurcahyo mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan tim yang menangani black box agar segera mempersiapkan pengolahan data.

“Mereka akan lakukan persiapan peggolahan data kira-kira sampai malam ini. Jadi analisisnya baru bisa kita mulai besok pagi. Jadi besok pagi tim lain baru bisa melihat penerbangannya seperti apa,” tutur Nurcahyo.

Tentu analisis penyebab kecelakaan Lion Air berdasatkan data FDR tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua hari ke depan. Apalagi bila parameternya banyak.

“Apabila ada keanehan dan kerusakan maka kita harus lihat lagi data perbaikan. Kita sudah ada data awal apa yang terjadi, tapi analisis masih akan panjang,” ucap Nurcahyo.

Libatkan Negara Asing

Investigasi kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air ini melibatkan tenaga ahli dari beberapa negara sahabat. Amerika Serikat mengirimkan 17 orang terdiri dari utusan Boeing selaku pemegang merek, General Electric selaku pembuat mesin, Federal Aviation Administration selaku badan sertifikasi pesawat AS, dan National Transportation Safety Board (NTSB) atau KNKT-nya AS.

“Kemudian dari Singapura ada tiga orang yang membantu pencarian black box di laut sekarang masih di kapal. Dan satu lagi membantu proses download FDR. Jadi Singapura ada empat orang,” kata Nurcahyo.

Sementara Australian Transport Safety Bureau (ATSB) atau KNKT-nya Australia mengirimkan dua orang untuk membantu mengunduh FDR. Arab Saudi juga tak mau ketinggalan dengan mengutus dua orang bergabung ke KNKT.

“Saudi Arabia ada dua orang statusnya observer untuk belajar melakukan investigasi, tidak terlibat (investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP) mereka,” Nurcahyo memungkasi.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Besok, KNKT Ungkap Data FDR Kecelakaan Lion Air

i-malut.com, JAKARTA — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berhasil mengunduh Flight Data Recorder (FDR) Black Box Pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Kendati, KNKT dibantu investigator asing dari berbagai negara, petugas belum bisa menganalisisnya.

Dikutip dari liputan6.com, Senin (5/11), Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT Kapten Nurcahyo Utomo mengatakan, pihaknya baru melihat dua pamater dari sekitar 1.800 yang tersedia. Proses selanjutnya, KNKT tengah memilah parameter apa yang dibutuhkan untuk mengungkap misteri kecelakaan pesawat tersebut.

“Dari sini akan kita analisis kira-kira apa yang terjadi dengan penerbangan itu,” ujar Nurcahyo di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Namun, analisis data dari salah satu komponen black box Lion Air itu belum bisa dilakukan hari ini. Nurcahyo mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan tim yang menangani black box agar segera mempersiapkan pengolahan data.

“Mereka akan lakukan persiapan peggolahan data kira-kira sampai malam ini. Jadi analisisnya baru bisa kita mulai besok pagi. Jadi besok pagi tim lain baru bisa melihat penerbangannya seperti apa,” tutur Nurcahyo.

Tentu analisis penyebab kecelakaan Lion Air berdasatkan data FDR tidak akan selesai dalam waktu satu atau dua hari ke depan. Apalagi bila parameternya banyak.

“Apabila ada keanehan dan kerusakan maka kita harus lihat lagi data perbaikan. Kita sudah ada data awal apa yang terjadi, tapi analisis masih akan panjang,” ucap Nurcahyo.

Libatkan Negara Asing

Investigasi kecelakaan pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air ini melibatkan tenaga ahli dari beberapa negara sahabat. Amerika Serikat mengirimkan 17 orang terdiri dari utusan Boeing selaku pemegang merek, General Electric selaku pembuat mesin, Federal Aviation Administration selaku badan sertifikasi pesawat AS, dan National Transportation Safety Board (NTSB) atau KNKT-nya AS.

“Kemudian dari Singapura ada tiga orang yang membantu pencarian black box di laut sekarang masih di kapal. Dan satu lagi membantu proses download FDR. Jadi Singapura ada empat orang,” kata Nurcahyo.

Sementara Australian Transport Safety Bureau (ATSB) atau KNKT-nya Australia mengirimkan dua orang untuk membantu mengunduh FDR. Arab Saudi juga tak mau ketinggalan dengan mengutus dua orang bergabung ke KNKT.

“Saudi Arabia ada dua orang statusnya observer untuk belajar melakukan investigasi, tidak terlibat (investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP) mereka,” Nurcahyo memungkasi.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER