Menangis, Kabasarnas: Kami Bukan Manusia Super

i-malut.com, JAKARTA — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M Syaugi tidak kuasa menahan air matanya. Sebagai pucuk pimpinan yang bertanggung jawab dalam evakuasi korban Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610, dia berkomitmen akan menuntaskan pencarian semaksimal mungkin.

“Kami bukan manusia super, bukan manusia sempurna,” kata Syaugi di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur.

Dikutip dari liputan6.com, Senin (5/11), hal ini disampaikan perwira tinggi bintang tiga di hadapan keluarga korban Lion Air yang jatuh di laut Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober sepekan lalu.

Suara parau mulai terdengar. Syaugi menghentikan pernyataannya.

“Saya di lapangan, di laut, saya tidak menyerah, mudah-mudahan dengan waktu yang ada ini kami tetap all out,” kata lulusan Akmil 1984 ini.

“Walaupun sampai sepuluh hari nanti, kelaupun masih ada kemungkinan untuk ditemukan saya yakin saya akan terus mencari saudara-saudara saya ini, kami mohon doaanya,” Syaugi melanjutkan.

Evakuasi Diperpanjang

Syaugi mengatakan, pihaknya akan memperpanjang waktu evakuasi korban dan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610. Evakuasi pesawat yang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, tersebut akan diperpanjang selama tiga hari.

“Jadi kami putuskan operasi evakuasi diperpanjang tiga hari sejak besok. Hari ini hari ketujuh, kita tambah tiga hari lagi. Mudah-mudahan dengan tiga hari ini, dengan sinergitas yang tinggi bisa segera menyelesaikan operasi ini,” kata Syaugi di JCIT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/11).

Penambahan waktu untuk evakuasi itu diputuskan setelah pihaknya mengevaluasi dan melihat langsung kondisi di lokasi pencarian korban dan badan pesawat Lion Air. Terlebih, tim SAR gabungan masih terus menemukan bagian tubuh korban.

“Hari ini adalah operasi hari yang ketujuh. Setelah kami evaluasi, dengan kami tadi melihat ke TKP, kami rapatkan dengan beberapa staf, berdasarkan masukan dari lapangan yang begitu banyak masih seperti tadi malam contohnya 20 lebih kantong jenazah,” ujar Syaugi.

Ia pun menuturkan, untuk potongan tubuh korban pesawat Lion Air yang sudah ditemukan, segera dibawa ke posko evakuasi di JCIT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Mudah-mudahan kalau ada korban bisa kita ambil dan kita serahkan ke Rumah Sakit Polri,” tutur Syaugi.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Menangis, Kabasarnas: Kami Bukan Manusia Super

i-malut.com, JAKARTA — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M Syaugi tidak kuasa menahan air matanya. Sebagai pucuk pimpinan yang bertanggung jawab dalam evakuasi korban Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610, dia berkomitmen akan menuntaskan pencarian semaksimal mungkin.

“Kami bukan manusia super, bukan manusia sempurna,” kata Syaugi di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur.

Dikutip dari liputan6.com, Senin (5/11), hal ini disampaikan perwira tinggi bintang tiga di hadapan keluarga korban Lion Air yang jatuh di laut Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober sepekan lalu.

Suara parau mulai terdengar. Syaugi menghentikan pernyataannya.

“Saya di lapangan, di laut, saya tidak menyerah, mudah-mudahan dengan waktu yang ada ini kami tetap all out,” kata lulusan Akmil 1984 ini.

“Walaupun sampai sepuluh hari nanti, kelaupun masih ada kemungkinan untuk ditemukan saya yakin saya akan terus mencari saudara-saudara saya ini, kami mohon doaanya,” Syaugi melanjutkan.

Evakuasi Diperpanjang

Syaugi mengatakan, pihaknya akan memperpanjang waktu evakuasi korban dan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610. Evakuasi pesawat yang jatuh di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, tersebut akan diperpanjang selama tiga hari.

“Jadi kami putuskan operasi evakuasi diperpanjang tiga hari sejak besok. Hari ini hari ketujuh, kita tambah tiga hari lagi. Mudah-mudahan dengan tiga hari ini, dengan sinergitas yang tinggi bisa segera menyelesaikan operasi ini,” kata Syaugi di JCIT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (4/11).

Penambahan waktu untuk evakuasi itu diputuskan setelah pihaknya mengevaluasi dan melihat langsung kondisi di lokasi pencarian korban dan badan pesawat Lion Air. Terlebih, tim SAR gabungan masih terus menemukan bagian tubuh korban.

“Hari ini adalah operasi hari yang ketujuh. Setelah kami evaluasi, dengan kami tadi melihat ke TKP, kami rapatkan dengan beberapa staf, berdasarkan masukan dari lapangan yang begitu banyak masih seperti tadi malam contohnya 20 lebih kantong jenazah,” ujar Syaugi.

Ia pun menuturkan, untuk potongan tubuh korban pesawat Lion Air yang sudah ditemukan, segera dibawa ke posko evakuasi di JCIT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Mudah-mudahan kalau ada korban bisa kita ambil dan kita serahkan ke Rumah Sakit Polri,” tutur Syaugi.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER