Diduga Jual Bantuan Bibit Jagung, Warga Minta Bupati Copot Kades Bido

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Desa Bido Kecamatan Morotai Utara, Han Jaji, diduga menjual Bibit jagung NK 22 dan NK 212, padahal bibit tersebut adalah bantuan pemerintah atau Kementrian Pertanian yang diperuntukkan untuk masyarakat kelompok tani di desa Bido.

Bantuan bibit jagung ini disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2017 dan distribusikan ke setiap desa melalui Pemerintah Desa, kemudian kepala desa membagikan ke kelompok tani di desa masing-masing.

Namun sangat disayangkan, bantuan bibit jagung untuk desa Bido yang seharusnya diperuntukkan kepada petani ternyata tidak dibagikan ke kelompok tani, bahkan kepala desa Bido Han Jaji, mendiamkannya dengan cara menampung di kantor Desa.

“Seharusnya bibit jagung tersebut dibagikan kepada masyarakat kelompok tani atau petani yang ingin menanamnya, tetapi malah di simpan di kantor desa dari tahun 2017, sayangkan bibit yang diberikan pemerintah untuk masyarakat tetapi kades jadikan miliknya, sikap kades tidak mau membagikan bantuan bibit jagung dipertanyakan,” terang salah satu aparat desa yang namanya enggan di ekspos.

Ditempat terpisah, Kades Bido Han Jaji, saat di konfirmasi melalui saluran telepon seluler, Selasa (6/11/2018) membenarkan hal tersebut, tetapi Ia membantah akan dijual,

“Benar disimpan di kantor desa, tetapi tidak diperjual belikan karena itu milik pemerintah,” bantahnya mengelak

Padahal Kades Han Jaji, tidak menyadari bahwa sikapnya telah dicurigai warganya. Kejahatan kades sudah dibongkar salah satu staf desa beberapa hari sebelum Kades di konfirmasi

“Pada hari jumat 2 noveber 2018 tepat pukul 10:00 wit bibit jagung sebanyak 15 dos, perdos 20 kg, seluruhnya 300 KG telah dikeluarkan dari kantor desa menggunakan mobil dum truck berwarna merah atas sepengetahuan kades, tetapi bukan dibagikan ke warga bido, entah dibawa kemana saya tidak tau.” terang Cici, Kaur Kesra Desa Bido, Sabtu (3/11/2018) malam di desa bido.

Malah Kepala Desa Bido, Han Jaji, berkelit bahwa jagung yang dibawah itu diambil oleh penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai,

“Betul saya keluarkan dari kantor desa, tetapi itu diambil oleh penyuluh pertanian,” alasannya, sambil memberikan nomor handpohone penyuluh pertanian, tetapi wartawan sudah hubungi berulang kali tetapi tidak aktif.

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Daniel Andea, saat dikonfirmasi, Rabu (7/11/2018), menggungkapkan bantuan tersebut di tahun 2017 saat Kadis pertaniannya Muslim Jumaati, sehingga iya tidak tau prosesnya,

“Yang pastinya bahwa bibit jagung merek NK 22 dan NK 212 itu adalah bantuan pemerintah untuk kelompok tani di desa-desa, jadi tidak bisa di jual belikan dan khususnya desa-desa yang memiliki bibit tersebut tidak boleh mengeluarkan dari gudang atau kantor desa, bila dari dinas pertanian tidak merekomendasi staff untuk menarik bibit jagung tersebut,” tegasnya

Dikatakan, bahwa Ia juga baru tahu informasi ini dan akan cek kebenarannya, karena sampai saat ini belum mendapat laporan dari warga Bido maupun stafnya.

Namun ada sumber di desa Bido menyampaikan, bahwa bantuan bibit jagung tersebut dibawah ke Daruba, ke desa Wawama, karena ada pembelinya disitu,

“Bibit jagung itu dibawah ke desa Wawama Morotai Selatan, katanya ada pembelinya disitu, tapi saya tidak tau siapa pembelinya.” jelas sumber itu.

Atas kejadian ini membuat masyarakat desa Bido marah atas tindakan kades yang mengeluarkan bibit dari desa Bido dan diduga telah menjualnya, sehingga mereka meminta Bupati Benny Laos, mencopotnya.

“Memohon Kepada Bupati Benny Laos, segera mencopot kades bido, Han Jaji, dari jabatannya, karena kades sudah terlalu banyak menyusahkan masyarakat.” Pinta Herto Mala, warga desa Bido, Rabu (7/11/2018).

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Diduga Jual Bantuan Bibit Jagung, Warga Minta Bupati Copot Kades Bido

i-malut.com, MOROTAI — Kepala Desa Bido Kecamatan Morotai Utara, Han Jaji, diduga menjual Bibit jagung NK 22 dan NK 212, padahal bibit tersebut adalah bantuan pemerintah atau Kementrian Pertanian yang diperuntukkan untuk masyarakat kelompok tani di desa Bido.

Bantuan bibit jagung ini disalurkan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai pada tahun 2017 dan distribusikan ke setiap desa melalui Pemerintah Desa, kemudian kepala desa membagikan ke kelompok tani di desa masing-masing.

Namun sangat disayangkan, bantuan bibit jagung untuk desa Bido yang seharusnya diperuntukkan kepada petani ternyata tidak dibagikan ke kelompok tani, bahkan kepala desa Bido Han Jaji, mendiamkannya dengan cara menampung di kantor Desa.

“Seharusnya bibit jagung tersebut dibagikan kepada masyarakat kelompok tani atau petani yang ingin menanamnya, tetapi malah di simpan di kantor desa dari tahun 2017, sayangkan bibit yang diberikan pemerintah untuk masyarakat tetapi kades jadikan miliknya, sikap kades tidak mau membagikan bantuan bibit jagung dipertanyakan,” terang salah satu aparat desa yang namanya enggan di ekspos.

Ditempat terpisah, Kades Bido Han Jaji, saat di konfirmasi melalui saluran telepon seluler, Selasa (6/11/2018) membenarkan hal tersebut, tetapi Ia membantah akan dijual,

“Benar disimpan di kantor desa, tetapi tidak diperjual belikan karena itu milik pemerintah,” bantahnya mengelak

Padahal Kades Han Jaji, tidak menyadari bahwa sikapnya telah dicurigai warganya. Kejahatan kades sudah dibongkar salah satu staf desa beberapa hari sebelum Kades di konfirmasi

“Pada hari jumat 2 noveber 2018 tepat pukul 10:00 wit bibit jagung sebanyak 15 dos, perdos 20 kg, seluruhnya 300 KG telah dikeluarkan dari kantor desa menggunakan mobil dum truck berwarna merah atas sepengetahuan kades, tetapi bukan dibagikan ke warga bido, entah dibawa kemana saya tidak tau.” terang Cici, Kaur Kesra Desa Bido, Sabtu (3/11/2018) malam di desa bido.

Malah Kepala Desa Bido, Han Jaji, berkelit bahwa jagung yang dibawah itu diambil oleh penyuluh dari Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai,

“Betul saya keluarkan dari kantor desa, tetapi itu diambil oleh penyuluh pertanian,” alasannya, sambil memberikan nomor handpohone penyuluh pertanian, tetapi wartawan sudah hubungi berulang kali tetapi tidak aktif.

Sementara Kadis Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Daniel Andea, saat dikonfirmasi, Rabu (7/11/2018), menggungkapkan bantuan tersebut di tahun 2017 saat Kadis pertaniannya Muslim Jumaati, sehingga iya tidak tau prosesnya,

“Yang pastinya bahwa bibit jagung merek NK 22 dan NK 212 itu adalah bantuan pemerintah untuk kelompok tani di desa-desa, jadi tidak bisa di jual belikan dan khususnya desa-desa yang memiliki bibit tersebut tidak boleh mengeluarkan dari gudang atau kantor desa, bila dari dinas pertanian tidak merekomendasi staff untuk menarik bibit jagung tersebut,” tegasnya

Dikatakan, bahwa Ia juga baru tahu informasi ini dan akan cek kebenarannya, karena sampai saat ini belum mendapat laporan dari warga Bido maupun stafnya.

Namun ada sumber di desa Bido menyampaikan, bahwa bantuan bibit jagung tersebut dibawah ke Daruba, ke desa Wawama, karena ada pembelinya disitu,

“Bibit jagung itu dibawah ke desa Wawama Morotai Selatan, katanya ada pembelinya disitu, tapi saya tidak tau siapa pembelinya.” jelas sumber itu.

Atas kejadian ini membuat masyarakat desa Bido marah atas tindakan kades yang mengeluarkan bibit dari desa Bido dan diduga telah menjualnya, sehingga mereka meminta Bupati Benny Laos, mencopotnya.

“Memohon Kepada Bupati Benny Laos, segera mencopot kades bido, Han Jaji, dari jabatannya, karena kades sudah terlalu banyak menyusahkan masyarakat.” Pinta Herto Mala, warga desa Bido, Rabu (7/11/2018).

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER