Warga Desa Gotowasi Gelar Aksi Tolak Putusan Pemkab Haltim Soal Tapal Batas

i-malut.com, MABA — Ribuan Warga Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Haltim, Kamis (8/11). Aksi yang mengatasnamakan Forum Kadi Gotowasi ini menolak putusan Pemkab Haltim atas penetapan Tapal Batas antara Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan dengan Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba.

Masa aksi menilai putusan penetapan tapal batas oleh tim penyelesaian tapal batas yang diketuai oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Haltim Muh Din Mabud tersebut keliru dan mengabaikan kesepakatan awal sebagaiama telah disepakati oleh kedua pemerintah desa sebelumya.

Dalam kesempatan aksi itu, Bahri Hatari, salah satu orator aksi menyampaikan, jika tapal batas tersebut awalnya telah dianggap selesai oleh kedua desa tersebut, sebab menurutnya kedua desa telah bersepakat bahkan kesepakatan tersebut telah diajukan ke Pemkab Haltim melalui perpanjangan tangan yakni Pemerintah Kecamatan yang disepakati oleh kedua Pemerintah Kecamatan yakni Kecamatan Kota Maba dan Kecamatan Maba Selatan dimana, tapal Batas antara Desa Gotowasi dengan Desa Soagimalaha adalah sebelah selatan hutan misomdi, sebelah utara pantai pajibayo, dan jalan ruas Maba – Gotowasi tarik lurus dari wilayah gilgelet yaitu antara kali seipo dan kali woiloh, akan tetapi Pemkab Haltim melalui tim penyelesaian tapal batas memutuskan tapal batas tersebut tidak seperti yang diputuskan oleh kedua Desa itu.

“Setahu Kami Warga, tapal batas kami tepatnya di pajibayo dan itu hak kami. Kami tak akan sedikitpun mundur jika batas kami bergeser sejingkal, Pajibayo harga mati Kami,” tegas Bahri.

Masa aksi juga menilai keputusan yang diambil oleh tim tapal batas tidak lagi berkoordinasi dengan kedua desa, akan tetapi tim hanya memenuhi ketentuan Undang undang Kemendagri tentang penyelesaian sengketa tapal batas. Sebab menurut masa aksi, tapal batas Gotowasi-Soagimalaha adalah batas sebagaimana berdasarkan suwap raja (bekas kerajaan Kesultanan Tidore -red) oleh karena itu tim tapal batas jika memutuskan tapal batas setidaknya tidak bergeser dari nilai-nilai adat dan swap Raja terebut.

Ribuan Warga Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang berunjuk rasa didepan Kantor Bupati Haltim dikawal ketat oleh petugas keamanan.

Untuk itu, melalui Orator aksi Hi. Arifin Samad dan Said Mustafa, Masa aksi meminta tim tapal batas agar segera mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan dan penegasan tapal batas antara Desa Hotowasi – Desa Soagimalaha yang sesuai dengan berita acara kesepakatan tertanggal 12 November 2009 yakni pesisir Pantai Paji bayo dan Hutan Misomdi. Apabilah tuntutan ini tidak di hiraukan maka masa akan melakukan demonstrasi lebih besar dan melakukan upaya hukum.

Sementara itu untuk di ketahui, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Haltim Badalan Uwat didampingi Camat Maba Selatan Muhtar Muhammad yang akan memberikan arahan dan penjelasan kepada masa aksi, namun ditolak massa aksi dan diusir oleh massa dari tempat aksi.

Aksi yang dimulai tepat pukul 10:20 Wit dan berakhir sekitar pukul 12:00 Wit dengan aman dan tertib. Masa juga tidak mau dimediasi melainkan harus bertemu dengan Plt Bupati Muh Din, akan tetapi yang bersangkutan tidak berada di Tempat alias diluar Kota.

Sementara itu Informasi yang kantongi wartawan, besok Jumat (9/11) massa aksi akan menggelar Jumat berjamaah di depan Kantor Bupati Haltim.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Warga Desa Gotowasi Gelar Aksi Tolak Putusan Pemkab Haltim Soal Tapal Batas

i-malut.com, MABA — Ribuan Warga Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), melakukan aksi damai di depan Kantor Bupati Haltim, Kamis (8/11). Aksi yang mengatasnamakan Forum Kadi Gotowasi ini menolak putusan Pemkab Haltim atas penetapan Tapal Batas antara Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan dengan Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba.

Masa aksi menilai putusan penetapan tapal batas oleh tim penyelesaian tapal batas yang diketuai oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Haltim Muh Din Mabud tersebut keliru dan mengabaikan kesepakatan awal sebagaiama telah disepakati oleh kedua pemerintah desa sebelumya.

Dalam kesempatan aksi itu, Bahri Hatari, salah satu orator aksi menyampaikan, jika tapal batas tersebut awalnya telah dianggap selesai oleh kedua desa tersebut, sebab menurutnya kedua desa telah bersepakat bahkan kesepakatan tersebut telah diajukan ke Pemkab Haltim melalui perpanjangan tangan yakni Pemerintah Kecamatan yang disepakati oleh kedua Pemerintah Kecamatan yakni Kecamatan Kota Maba dan Kecamatan Maba Selatan dimana, tapal Batas antara Desa Gotowasi dengan Desa Soagimalaha adalah sebelah selatan hutan misomdi, sebelah utara pantai pajibayo, dan jalan ruas Maba – Gotowasi tarik lurus dari wilayah gilgelet yaitu antara kali seipo dan kali woiloh, akan tetapi Pemkab Haltim melalui tim penyelesaian tapal batas memutuskan tapal batas tersebut tidak seperti yang diputuskan oleh kedua Desa itu.

“Setahu Kami Warga, tapal batas kami tepatnya di pajibayo dan itu hak kami. Kami tak akan sedikitpun mundur jika batas kami bergeser sejingkal, Pajibayo harga mati Kami,” tegas Bahri.

Masa aksi juga menilai keputusan yang diambil oleh tim tapal batas tidak lagi berkoordinasi dengan kedua desa, akan tetapi tim hanya memenuhi ketentuan Undang undang Kemendagri tentang penyelesaian sengketa tapal batas. Sebab menurut masa aksi, tapal batas Gotowasi-Soagimalaha adalah batas sebagaimana berdasarkan suwap raja (bekas kerajaan Kesultanan Tidore -red) oleh karena itu tim tapal batas jika memutuskan tapal batas setidaknya tidak bergeser dari nilai-nilai adat dan swap Raja terebut.

Ribuan Warga Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) yang berunjuk rasa didepan Kantor Bupati Haltim dikawal ketat oleh petugas keamanan.

Untuk itu, melalui Orator aksi Hi. Arifin Samad dan Said Mustafa, Masa aksi meminta tim tapal batas agar segera mengeluarkan surat keputusan (SK) penetapan dan penegasan tapal batas antara Desa Hotowasi – Desa Soagimalaha yang sesuai dengan berita acara kesepakatan tertanggal 12 November 2009 yakni pesisir Pantai Paji bayo dan Hutan Misomdi. Apabilah tuntutan ini tidak di hiraukan maka masa akan melakukan demonstrasi lebih besar dan melakukan upaya hukum.

Sementara itu untuk di ketahui, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Haltim Badalan Uwat didampingi Camat Maba Selatan Muhtar Muhammad yang akan memberikan arahan dan penjelasan kepada masa aksi, namun ditolak massa aksi dan diusir oleh massa dari tempat aksi.

Aksi yang dimulai tepat pukul 10:20 Wit dan berakhir sekitar pukul 12:00 Wit dengan aman dan tertib. Masa juga tidak mau dimediasi melainkan harus bertemu dengan Plt Bupati Muh Din, akan tetapi yang bersangkutan tidak berada di Tempat alias diluar Kota.

Sementara itu Informasi yang kantongi wartawan, besok Jumat (9/11) massa aksi akan menggelar Jumat berjamaah di depan Kantor Bupati Haltim.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER