Mahfud Harap Generasi Milenial Pemutus Rantai Korupsi

i-malut.com, JAKARTA — Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD menghadiri seminar Indonesia Emas 2045 di Mata Millennials, kegiatan yang diinisiasi MMD Initiative itu dilaksanakan di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu 7 November 2018.

Dikutip dari liputan6.com, Jumat (9/11/2018), seminar itu dihadiri sekitar 300 mahasiswa dari berbagai universitas. Kepada para generasi milenial, Mahfud menjelaskan bahwa pada tahun 2045 mendatang, pemimpin Indonesia akan didominasi oleh generasi milenial. Selain generasi milenial ada pula generasi Z dan generasi Alpa yang juga harus dipersiapkan untuk kemajuan bangsa.

“Kalian harus mempersiapkan diri. Kalau saya ini kan generasi Baby Boomers, kalau generasi milenial itu genersi yang lahir tahun 1980 sampai 2000. Generasi Z itu yang lahir tahun 200 sampai 2010, dan generasi Alpa itu lahirnya setelah 2010 sampai sekarang,” jelas Mahfud.

Mahfud menyebutkan Indonesia sebenarnya mempunyai segalanya untuk maju, mulai dari Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, Indonesia harus dirawat dengan baik.

“SDA kita punya semua. Mulai dari emas, batu bara, hutan, ikan. Sekarang ini lagi populer yaitu panas bumi yg dianggap akan menjadi alternatif utama energi baru di indonesia, sekarang sudah banyak mulai diincar oleh negara-negara asing, itu yang kita punya,” sebutnya.

Sayangnya saat ini, menurut Mahfud, meski Indonesia memiliki kekayaan geologis, demografis, dan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia tidak akan mengalami kemajuan, penyebabnya adalah karena adanya korupsi.

“Seandainya semuanya dikelola dengan baik dan benar maka setiap kepala di Indonesia ini dapat uang Rp 20 juta per kepala gratis dari kekayaan alam ini. Tapi sekarang nyatanya kita banyak utang karena perjalanan pemerintahan kita dalam beberapa puluh tahun terakhir ini digerogoti oleh korupsi,” kata Mahfud.

Bukannya tak cinta akan Indonesia, hanya saja menurut Mahfud, kebanyakan pelaku korupsi itu dikalahkan oleh ketamakan pribadi setiap orang. Dan saat itulah ideologi para pelaku korupsi itu juga tergadaikan.

“Kita itu mempunyai problem moral sekarang. Kesetiaan kepada republik itu kadang kala kalah dengan ketamakan pribadi setiap orang,” sambungnya.

Kepada para peserta yang didominasi mahasiswa, Mahfud pun berpesan agar mereka setia kepada bangsa dan negara. Selain itu, Mahfud juga meminta agar generasi milenial bisa menjaga kedaulatan dan ideologi Indonesia.

“Ideologi pemersatu dan pembangun semangatnya yaitu Pancasila itu, jangan dibuat ketawaan Pancasila itu. Itu sungguh ideologi kesaktian yang bisa membimbing kita membawa ke masa depan dengan baik sebagai bangsa dan negara tanpa harus merasa terganggu keimanan dan keyakinan masing-masing pemeluk agama,” dia menandaskan.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Mahfud Harap Generasi Milenial Pemutus Rantai Korupsi

i-malut.com, JAKARTA — Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mohammad Mahfud MD menghadiri seminar Indonesia Emas 2045 di Mata Millennials, kegiatan yang diinisiasi MMD Initiative itu dilaksanakan di Universitas Al Azhar Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu 7 November 2018.

Dikutip dari liputan6.com, Jumat (9/11/2018), seminar itu dihadiri sekitar 300 mahasiswa dari berbagai universitas. Kepada para generasi milenial, Mahfud menjelaskan bahwa pada tahun 2045 mendatang, pemimpin Indonesia akan didominasi oleh generasi milenial. Selain generasi milenial ada pula generasi Z dan generasi Alpa yang juga harus dipersiapkan untuk kemajuan bangsa.

“Kalian harus mempersiapkan diri. Kalau saya ini kan generasi Baby Boomers, kalau generasi milenial itu genersi yang lahir tahun 1980 sampai 2000. Generasi Z itu yang lahir tahun 200 sampai 2010, dan generasi Alpa itu lahirnya setelah 2010 sampai sekarang,” jelas Mahfud.

Mahfud menyebutkan Indonesia sebenarnya mempunyai segalanya untuk maju, mulai dari Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, Indonesia harus dirawat dengan baik.

“SDA kita punya semua. Mulai dari emas, batu bara, hutan, ikan. Sekarang ini lagi populer yaitu panas bumi yg dianggap akan menjadi alternatif utama energi baru di indonesia, sekarang sudah banyak mulai diincar oleh negara-negara asing, itu yang kita punya,” sebutnya.

Sayangnya saat ini, menurut Mahfud, meski Indonesia memiliki kekayaan geologis, demografis, dan kekayaan alam yang melimpah, Indonesia tidak akan mengalami kemajuan, penyebabnya adalah karena adanya korupsi.

“Seandainya semuanya dikelola dengan baik dan benar maka setiap kepala di Indonesia ini dapat uang Rp 20 juta per kepala gratis dari kekayaan alam ini. Tapi sekarang nyatanya kita banyak utang karena perjalanan pemerintahan kita dalam beberapa puluh tahun terakhir ini digerogoti oleh korupsi,” kata Mahfud.

Bukannya tak cinta akan Indonesia, hanya saja menurut Mahfud, kebanyakan pelaku korupsi itu dikalahkan oleh ketamakan pribadi setiap orang. Dan saat itulah ideologi para pelaku korupsi itu juga tergadaikan.

“Kita itu mempunyai problem moral sekarang. Kesetiaan kepada republik itu kadang kala kalah dengan ketamakan pribadi setiap orang,” sambungnya.

Kepada para peserta yang didominasi mahasiswa, Mahfud pun berpesan agar mereka setia kepada bangsa dan negara. Selain itu, Mahfud juga meminta agar generasi milenial bisa menjaga kedaulatan dan ideologi Indonesia.

“Ideologi pemersatu dan pembangun semangatnya yaitu Pancasila itu, jangan dibuat ketawaan Pancasila itu. Itu sungguh ideologi kesaktian yang bisa membimbing kita membawa ke masa depan dengan baik sebagai bangsa dan negara tanpa harus merasa terganggu keimanan dan keyakinan masing-masing pemeluk agama,” dia menandaskan.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER