Protes Terdahap Pemda Haltim Terkait Tapal Batas, Warga Gotowasi Lakukan Ritual Sumpah Adat

i-malut.com, MABA — Usai melakukan aksi didepan Kantor DPRD Kab. Haltim, Warga Desa Gotowasi yang terhimpun dari, Tokoh-tokoh Adat, Pemudah dan Seluruh Elemen Desa Gotowasi menggelar Aksi didepan Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Timur.

Aksi yang di Gelar tersebut sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Haltim terkait dengan penetapan tapal atas antara Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan dengan Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba.

Sebelumnya Forum Kadi ini suda melakukan Aksi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pada Bulan September Lalu (10/9/18), dan dilanjutkan pada Hari Kamis tanggal 8 November Kemarin

Aksi yang berkelanjutan hingga hari ini, Jum’at (9/11/18). Didepan Kantor Bupati Haltim Korlap aksi, Nadi Ayub mengatakan, hari ini pihaknya kembali duduki Kantor Bupati guna menyampaikan aspirasi atas penolakan terhadap putusan tapal batas yang telah ditetapkan oleh Pemkab Haltim

“Jadi ini kami lakukan sholat jumat berjamaah, sebagai rasa simpati atas tindakan yang telah dilakukan oleh Pemkab, yang tidak sesuai dengan berita acara kesepakatan antara kedua belah pihak pada tanggal 12 November 2009,” jelasnya sambil meneriakan yel yel Forum Kadi “Paji Bayo Harga Mati, Lawan Plt Sampai Mati, Baku Sumpah Sampai Mati”.

Masa aksi yang terdiri dari Tokoh-tokoh Adat, Pemudah dan Seluruh Elemen Desa Gotowasi, melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah di depan Kantor Bupati Haltim

Selain itu, lanjutnya, aksi yang dilakukan hari ini, bukan hanya sholat jumat berjamaah saja. Namun, juga dilakukan ritual sumpah adat yang dibacakan oleh Qimalaha Gotowasi Rasid Ismat Abdurahim dan didampingi pemangku adat Gotowasi.

“Sumpah adat dilakukan ini untuk meminta pentujuk, karena jika memang benar-benar itu haknya Gotowasi maka akan kembali ke Gotowasi, Jikalau bukan maka tidak akan kembali. dan, kalau itu disalahgunakan maka merekalah yang akan kena azabnya,” cetusnya.

Qimalaha Gotowasi Rasid Ismat Abdurahim dan didampingi pemangku adat Gotowasi Membacakan ritual sumpah adat usai melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah didepan Kantor Bupati Haltim.

Dikatakan, apa yang dilakukan ini bagian dari memperjuakan hak-hak masyarakat Gotowasi, yang mana sudah tertuang dalam berita acara kesepakatan pada tanggal 12 November 2009 itu.

“Jikalau ada Permendagri baru yang mengatur, maka harus memanggil kedua pihak untuk dibicarakan, jangan mengambil keputusan tanpa diketahui bersama dengan kedua pihak. Karena kesapakatan sebelumnya itu berdasarkan Permendagri 27 tahun 2006, dan itu sudah duduk bersama,” terangnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Protes Terdahap Pemda Haltim Terkait Tapal Batas, Warga Gotowasi Lakukan Ritual Sumpah Adat

i-malut.com, MABA — Usai melakukan aksi didepan Kantor DPRD Kab. Haltim, Warga Desa Gotowasi yang terhimpun dari, Tokoh-tokoh Adat, Pemudah dan Seluruh Elemen Desa Gotowasi menggelar Aksi didepan Kantor Bupati Kabupaten Halmahera Timur.

Aksi yang di Gelar tersebut sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Haltim terkait dengan penetapan tapal atas antara Desa Gotowasi Kecamatan Maba Selatan dengan Desa Soagimalaha Kecamatan Kota Maba.

Sebelumnya Forum Kadi ini suda melakukan Aksi di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pada Bulan September Lalu (10/9/18), dan dilanjutkan pada Hari Kamis tanggal 8 November Kemarin

Aksi yang berkelanjutan hingga hari ini, Jum’at (9/11/18). Didepan Kantor Bupati Haltim Korlap aksi, Nadi Ayub mengatakan, hari ini pihaknya kembali duduki Kantor Bupati guna menyampaikan aspirasi atas penolakan terhadap putusan tapal batas yang telah ditetapkan oleh Pemkab Haltim

“Jadi ini kami lakukan sholat jumat berjamaah, sebagai rasa simpati atas tindakan yang telah dilakukan oleh Pemkab, yang tidak sesuai dengan berita acara kesepakatan antara kedua belah pihak pada tanggal 12 November 2009,” jelasnya sambil meneriakan yel yel Forum Kadi “Paji Bayo Harga Mati, Lawan Plt Sampai Mati, Baku Sumpah Sampai Mati”.

Masa aksi yang terdiri dari Tokoh-tokoh Adat, Pemudah dan Seluruh Elemen Desa Gotowasi, melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah di depan Kantor Bupati Haltim

Selain itu, lanjutnya, aksi yang dilakukan hari ini, bukan hanya sholat jumat berjamaah saja. Namun, juga dilakukan ritual sumpah adat yang dibacakan oleh Qimalaha Gotowasi Rasid Ismat Abdurahim dan didampingi pemangku adat Gotowasi.

“Sumpah adat dilakukan ini untuk meminta pentujuk, karena jika memang benar-benar itu haknya Gotowasi maka akan kembali ke Gotowasi, Jikalau bukan maka tidak akan kembali. dan, kalau itu disalahgunakan maka merekalah yang akan kena azabnya,” cetusnya.

Qimalaha Gotowasi Rasid Ismat Abdurahim dan didampingi pemangku adat Gotowasi Membacakan ritual sumpah adat usai melaksanakan Shalat Jum’at berjamaah didepan Kantor Bupati Haltim.

Dikatakan, apa yang dilakukan ini bagian dari memperjuakan hak-hak masyarakat Gotowasi, yang mana sudah tertuang dalam berita acara kesepakatan pada tanggal 12 November 2009 itu.

“Jikalau ada Permendagri baru yang mengatur, maka harus memanggil kedua pihak untuk dibicarakan, jangan mengambil keputusan tanpa diketahui bersama dengan kedua pihak. Karena kesapakatan sebelumnya itu berdasarkan Permendagri 27 tahun 2006, dan itu sudah duduk bersama,” terangnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...