Kejati Malut Gelar Sosialisasi Penguatan Jaringan Masyarakat Anti Korupsi di Halsel

i-malut.com, LABUHA – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara melakukan Sosialisasi Penguatan Jaringan Masyarakat Anti Korupsi di Kabupaten Halmahera Selatan, tepatnya di Aula Kantor Bupati, Senin (12/11/18).

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Bahrain Kasuba, Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe, Para Asisten, Pimpinan SKPD, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Maluku Utara I Putu Gede Astawa, Koordinator Kejati Malut Arif Budiman sebagai narasumber 1, Kasi Penkum Kejati Malut Apris R Ligua sebagai narasumber 2, serta seluruh Kepala Desa di Kabupaten Halsel.

Bupati Bahrain Kasuba dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Kejati Malut yang telah datang dan memberi pengetahuan kepada para Kepala Desa.

“Kejaksaan tinggi Maluku Utara dengan tanpa pamrih datang ke Halmahera Selatan hanya untuk memberikan pendidikan bagaimana cara mengelola dana desa dengan baik”, ungkapnya.

Bupati melanjutkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para kepala desa agar lebih terarah kedepannya dalam mengelola dana desa.

Dirinya juga berharap agar para kepala desa bersunguh-sungguh dalam mengikuti sosialisasi dari Kejati Malut.

“Mari kita ikuti bersama sosialisasi ini dan menjadi lebih baik dalam mengemban amanah yang diberikan”, harapnya.

Sementara itu Arif Budiman selaku narasumber 1 dalam materinya mengatakan bahwa negara mengeluarkan banyak anggaran untuk dana Desa tahun 2018 yaitu sebanyak 60.000.000.000.000 untuk 74.958 desa di seluruh Indonesia.

“Jumlah dana desa untuk Halmahera Selatan sebesar Rp. 171.935.114.000 untuk 249 Desa, kepada kepala desa agar lebih cermat dalam menggunakan dana desa yang di amanahkan “, pungkasnya.

Apris R. Ligua selaku narasumber 2 berpesan kepada seluruh Kepala Desa di Halsel agar mengelola dana Desa dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Kepala Desa dan Kejati Malut

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kejati Malut Gelar Sosialisasi Penguatan Jaringan Masyarakat Anti Korupsi di Halsel

i-malut.com, LABUHA – Kejaksaan Tinggi Maluku Utara melakukan Sosialisasi Penguatan Jaringan Masyarakat Anti Korupsi di Kabupaten Halmahera Selatan, tepatnya di Aula Kantor Bupati, Senin (12/11/18).

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Bahrain Kasuba, Sekertaris Daerah Helmi Surya Botutihe, Para Asisten, Pimpinan SKPD, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Maluku Utara I Putu Gede Astawa, Koordinator Kejati Malut Arif Budiman sebagai narasumber 1, Kasi Penkum Kejati Malut Apris R Ligua sebagai narasumber 2, serta seluruh Kepala Desa di Kabupaten Halsel.

Bupati Bahrain Kasuba dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Kejati Malut yang telah datang dan memberi pengetahuan kepada para Kepala Desa.

“Kejaksaan tinggi Maluku Utara dengan tanpa pamrih datang ke Halmahera Selatan hanya untuk memberikan pendidikan bagaimana cara mengelola dana desa dengan baik”, ungkapnya.

Bupati melanjutkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk para kepala desa agar lebih terarah kedepannya dalam mengelola dana desa.

Dirinya juga berharap agar para kepala desa bersunguh-sungguh dalam mengikuti sosialisasi dari Kejati Malut.

“Mari kita ikuti bersama sosialisasi ini dan menjadi lebih baik dalam mengemban amanah yang diberikan”, harapnya.

Sementara itu Arif Budiman selaku narasumber 1 dalam materinya mengatakan bahwa negara mengeluarkan banyak anggaran untuk dana Desa tahun 2018 yaitu sebanyak 60.000.000.000.000 untuk 74.958 desa di seluruh Indonesia.

“Jumlah dana desa untuk Halmahera Selatan sebesar Rp. 171.935.114.000 untuk 249 Desa, kepada kepala desa agar lebih cermat dalam menggunakan dana desa yang di amanahkan “, pungkasnya.

Apris R. Ligua selaku narasumber 2 berpesan kepada seluruh Kepala Desa di Halsel agar mengelola dana Desa dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Kepala Desa dan Kejati Malut

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER