Imam Totodoku Nikahkan Oknum Anggota Polisi Secara Siri Atas Izin KUA Morsel

i-malut.com, MOROTAI – Imam Desa Totodoku, Kecamatan Morotai Selatan, Tawakal Asu, mengakui telah menikahkan warganya bernama Fadilah dengan salah seorang oknum Anggota Lantas Polres Morotai, berinisial F secara siri atau sebuah pernikahan yang tidak tercatat di kantor urusan agama, pada tanggal 16 agustus 2018, atas restu KUA Kecamatan Morotai Selatan.

“Iya benar saya nikahkan secara siri antara oknum anggota polisi F dengan warga saya si Fadilah, ini saya berani lakukan karena saya sudah melapor ke kantor KUA Morotai Selatan dan mereka memberi perintah lisan untuk saya nikahkan,” ungkap Imam Desa Totodoku, Tawakal Asu, selasa (13/11/2918) dikediaman Maujun Rowo.

Pengakuan imam Tawakal Asu, membuat Kepala Kantor Kementrian Agama Pulau Morotai, M Qubais Baba, tersentak.

“Ini kesalahan saya akan panggil kepala KUA Morsel,” katanya, selasa (13/11/2018) via handpohone.

Selain itu, kata imam Tawakal, alasan kedua dia berani nikahkan karena bila timbul masalah hukum dikemudian hari oknum polisi si F ini mengaku bertanggung jawab.

“Saya awalnya tidak berani, saya sempat bilang oknum polisi kalau saya nikahkan terus ada yang lapor saya ke polisi? Tapi si F bilang di polisi itu tanggung jawabnya dan nikahkan saja, maka saya berani nikahkan,” jelasnya

Lanjutnya, namun tidak ada buku nikah dan tidak terdaftar di KUA karena nikah siri, tapi oknum anggota polisi ini berjanji akan mengurusinya nanti.

“Karena dia awalnya beragama nasrani, menjelang nikah baru masuk islam, jadi saya mandikan dia dan menuntun dia mengucap dua kalimat sahadat kemudian di nikahkan.” ujarnya

Sementara kakek dari Fadila yakni Maujun Rowo, yang punya andil besar turut memuluskan pernikan cucunya dengan oknum anggota polisi, ketika ditanya soal keabsahan status pernikahan dari hukum negara, dikedimannya selasa (13/11/2018) siang, Ia menjelaskan, sebelum pernikahan ini digelar, dirinya sudah banyak bicara dengan oknum anggota polisi yang menikahi cucunya. dan dia F berjanji akan mengurus seluruh suratnya agar semuanya akan sah di mata hukum negara.

“Saya setuju dinikahkan karena anggota oknum polisi ini tidak punya istri sah lagi dan dia bersedia memeluk agama islam serta dia berjanji kepada saya pada waktu tertentu dia segera mengurusnya semua baik buku nikahnya maupun surat pernyataannya memeluk agama islam.” ujarnya kakek Fadila

Keterangan Maujun Rowo dibenarkan Imam Totodoku Tawakal Asu.

“Ia si F bilang untuk saat ini dia minta kita bersabar, karena bila dia sudah buat pernyataan masuk islam duluan maka dia akan dipindahkan, jadi dia menunggu waktu yang tepat kemudian penuhi semua itu,” tambahnya

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kabupaten Pulau Morotai Hi Arsad Haya, tidak membenarkan proses pernikan yang terjadi tersebut.

“Tidak bisa seperti itu, negara kita negara hukum, undang-undang perkawinan mengatur jelas, kalau oknom anggota polisi sudah tidak punya istri kenapa hanya menikah siri, hal ini tidak dibenarkan karena tidak terdaftar di KUA. tapi saya akan ketemu maujun rowo agar status pernikahan cucunya di perjelas dari sisi hukum negara,” tegasnya, selasa (13/11/2018) dikediamannya di Desa Yayasan.

Orang tua dari Fadilah, yakni Suwardi S Popa, mengatakan, sangat menyesalkan proses pernikahan anaknya yang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuannya dan status pernikahan anaknya yang belum jelas dimata hukum membuat Ia resah, Dia menginginkan secara hukum negara status pernikahan anaknya di perjelas dengan buku nikah yang sah dan oknum polisi kalau benar benar masuk islam juga harus membuat pernyataan tertulis kemudian disampaikan ke instansi terkait.

“Memang Fadila ini bukan anak sungguh saya, tetapi anak ini sejak saya nikah ibunya, fadila duduk di SD kelas II, dia bersama saya sampai dia kuliah dan dalam kartu keluarga saya pun tercantum nama fadila sebagai anak kami, masa dia dinikahkan secara diam-diam dan saya tidak tau, dengan status pernikahannya digantung membuat saya resah, sebagai orang tuanya, saya berkeinginan status anak saya di perjelas bukan sekedar istri siri,” ungkapnya, senin (12/11/2018)

Sementara Kapolres Pulau Morotai AKP Mikael P. Sitanggang, S.IK, saat media ini mengkonfirmasi lewat WhatsApp mengenai keluhan orang tua dari Fadila yang menikah dengan oknum anggota polres morotai, Kapolres menyerahkan sepenuhnya ke propam.

“Semestinya arahkan langsung ke provost saja orang tua yang bersangkutan karena provost sebagai penegak aturan internal kita, itu lebih baik,” jawab Kapolres, selasa (13/11/2018) malam.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Imam Totodoku Nikahkan Oknum Anggota Polisi Secara Siri Atas Izin KUA Morsel

i-malut.com, MOROTAI – Imam Desa Totodoku, Kecamatan Morotai Selatan, Tawakal Asu, mengakui telah menikahkan warganya bernama Fadilah dengan salah seorang oknum Anggota Lantas Polres Morotai, berinisial F secara siri atau sebuah pernikahan yang tidak tercatat di kantor urusan agama, pada tanggal 16 agustus 2018, atas restu KUA Kecamatan Morotai Selatan.

“Iya benar saya nikahkan secara siri antara oknum anggota polisi F dengan warga saya si Fadilah, ini saya berani lakukan karena saya sudah melapor ke kantor KUA Morotai Selatan dan mereka memberi perintah lisan untuk saya nikahkan,” ungkap Imam Desa Totodoku, Tawakal Asu, selasa (13/11/2918) dikediaman Maujun Rowo.

Pengakuan imam Tawakal Asu, membuat Kepala Kantor Kementrian Agama Pulau Morotai, M Qubais Baba, tersentak.

“Ini kesalahan saya akan panggil kepala KUA Morsel,” katanya, selasa (13/11/2018) via handpohone.

Selain itu, kata imam Tawakal, alasan kedua dia berani nikahkan karena bila timbul masalah hukum dikemudian hari oknum polisi si F ini mengaku bertanggung jawab.

“Saya awalnya tidak berani, saya sempat bilang oknum polisi kalau saya nikahkan terus ada yang lapor saya ke polisi? Tapi si F bilang di polisi itu tanggung jawabnya dan nikahkan saja, maka saya berani nikahkan,” jelasnya

Lanjutnya, namun tidak ada buku nikah dan tidak terdaftar di KUA karena nikah siri, tapi oknum anggota polisi ini berjanji akan mengurusinya nanti.

“Karena dia awalnya beragama nasrani, menjelang nikah baru masuk islam, jadi saya mandikan dia dan menuntun dia mengucap dua kalimat sahadat kemudian di nikahkan.” ujarnya

Sementara kakek dari Fadila yakni Maujun Rowo, yang punya andil besar turut memuluskan pernikan cucunya dengan oknum anggota polisi, ketika ditanya soal keabsahan status pernikahan dari hukum negara, dikedimannya selasa (13/11/2018) siang, Ia menjelaskan, sebelum pernikahan ini digelar, dirinya sudah banyak bicara dengan oknum anggota polisi yang menikahi cucunya. dan dia F berjanji akan mengurus seluruh suratnya agar semuanya akan sah di mata hukum negara.

“Saya setuju dinikahkan karena anggota oknum polisi ini tidak punya istri sah lagi dan dia bersedia memeluk agama islam serta dia berjanji kepada saya pada waktu tertentu dia segera mengurusnya semua baik buku nikahnya maupun surat pernyataannya memeluk agama islam.” ujarnya kakek Fadila

Keterangan Maujun Rowo dibenarkan Imam Totodoku Tawakal Asu.

“Ia si F bilang untuk saat ini dia minta kita bersabar, karena bila dia sudah buat pernyataan masuk islam duluan maka dia akan dipindahkan, jadi dia menunggu waktu yang tepat kemudian penuhi semua itu,” tambahnya

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia, Kabupaten Pulau Morotai Hi Arsad Haya, tidak membenarkan proses pernikan yang terjadi tersebut.

“Tidak bisa seperti itu, negara kita negara hukum, undang-undang perkawinan mengatur jelas, kalau oknom anggota polisi sudah tidak punya istri kenapa hanya menikah siri, hal ini tidak dibenarkan karena tidak terdaftar di KUA. tapi saya akan ketemu maujun rowo agar status pernikahan cucunya di perjelas dari sisi hukum negara,” tegasnya, selasa (13/11/2018) dikediamannya di Desa Yayasan.

Orang tua dari Fadilah, yakni Suwardi S Popa, mengatakan, sangat menyesalkan proses pernikahan anaknya yang dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuannya dan status pernikahan anaknya yang belum jelas dimata hukum membuat Ia resah, Dia menginginkan secara hukum negara status pernikahan anaknya di perjelas dengan buku nikah yang sah dan oknum polisi kalau benar benar masuk islam juga harus membuat pernyataan tertulis kemudian disampaikan ke instansi terkait.

“Memang Fadila ini bukan anak sungguh saya, tetapi anak ini sejak saya nikah ibunya, fadila duduk di SD kelas II, dia bersama saya sampai dia kuliah dan dalam kartu keluarga saya pun tercantum nama fadila sebagai anak kami, masa dia dinikahkan secara diam-diam dan saya tidak tau, dengan status pernikahannya digantung membuat saya resah, sebagai orang tuanya, saya berkeinginan status anak saya di perjelas bukan sekedar istri siri,” ungkapnya, senin (12/11/2018)

Sementara Kapolres Pulau Morotai AKP Mikael P. Sitanggang, S.IK, saat media ini mengkonfirmasi lewat WhatsApp mengenai keluhan orang tua dari Fadila yang menikah dengan oknum anggota polres morotai, Kapolres menyerahkan sepenuhnya ke propam.

“Semestinya arahkan langsung ke provost saja orang tua yang bersangkutan karena provost sebagai penegak aturan internal kita, itu lebih baik,” jawab Kapolres, selasa (13/11/2018) malam.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...