Kurikulum di Universitas Harus Disesuaikan

i-malut.com, BANDUNG — CEO Telkom Telstra, Erik Meijer mengungkapkan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 maka universitas yang ada di Indonesia harus mulai mengubah kurikulum disesuaikan dengan perkembangan digital serta prediksi ke depan. Sebab perubahan yang terjadi saat ini sangat cepat, apabila kurikulum yang ada tidak adaptasi maka lulusan dari universitas yang ada tidak akan relevan di pasar.

“Banyak (universitas) yang sudah menyesuaikan (kurikulum) dan ada yang belum,” ujarnya disela-sela acara konferensi internasional tentang revolusi industri 4.0 dan digital business ecosystem, Kamis (15/11). Selain itu, cara mengajar dosen di universitas saat ini harus lebih inovatif sebab anak muda sekarang relatif tidak ingin belajar di kelas saja.

“Milenial sekarang gak mau duduk di kelas. Banyak cara lain, ada belajar dari Youtube dan online. Dipikirkan cara lain,” ungkapnya. Dia mengungkapkan kerjasama antara institusi pendidikan dengan praktisi industri harus dilakukan agar mahasiswa bisa mempunyai kesempatan untuk bekerja di perusahaan.

Menurutnya, tantangan ke depan pada revolusi industri 4.0 adalah banyaknya resiko dari sisi etika dan moral. Ia mengatakan, mereka yang menciptakan teknologi harus memikirkan agar produk yang dibuat tidak menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, universitas harus memahamkan kepada mahasiswa agar inovasi yang dilahirkan dijalankan dengan moral yang tinggi.

“Contoh sederhana, Mark Zuckerberg membuat robot yang diberikan kemampuan mesin learning. Robot bisa belajar dari yang dilakukan sehari-hari, tanpa diantisipasi apa yang dilakukan robot beberapa kemudian (berbicara) bahasanya lebih efisien dan manusia tidak mengerti. Kalau seperti itu bagaimana bisa mengendalikan, ada resiko bahaya,” katanya.

Ia menambahkan, dengan perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 maka diprediksi ke depan pekerjaan low level akan diambil alih oleh mesin dan pengangguran di segmen tersebut akan meningkat. Namun di satu sisi mereka tidak bisa mengikuti tren teknologi karena teknologi mahal. Sehingga akan melahirkan mereka yang kaya akan menjadi lebih kaya dan yang miskin lebih miskin. Oleh karena itu, para pencipta harus memikirkan hal tersebut.

Erik menambahkan, di era digital jenis karier yang diinginkan oleh anak-anak muda milenial mulai terjadi perubahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei, anak muda sekarang lebih menginginkan jenis pekerjaan atau karier diantaranya sebagai Youtuber, Vlogger dan lainnya. “Perubahan dari sisi jenis karier mulai jelas kelihatan, beberapa job baru yang ada dulu gak ada seperti data analis,” ujarnya. Demikian dikutip dari laman republika.co.id, Kamis (15/11/20218).

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kurikulum di Universitas Harus Disesuaikan

i-malut.com, BANDUNG — CEO Telkom Telstra, Erik Meijer mengungkapkan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 maka universitas yang ada di Indonesia harus mulai mengubah kurikulum disesuaikan dengan perkembangan digital serta prediksi ke depan. Sebab perubahan yang terjadi saat ini sangat cepat, apabila kurikulum yang ada tidak adaptasi maka lulusan dari universitas yang ada tidak akan relevan di pasar.

“Banyak (universitas) yang sudah menyesuaikan (kurikulum) dan ada yang belum,” ujarnya disela-sela acara konferensi internasional tentang revolusi industri 4.0 dan digital business ecosystem, Kamis (15/11). Selain itu, cara mengajar dosen di universitas saat ini harus lebih inovatif sebab anak muda sekarang relatif tidak ingin belajar di kelas saja.

“Milenial sekarang gak mau duduk di kelas. Banyak cara lain, ada belajar dari Youtube dan online. Dipikirkan cara lain,” ungkapnya. Dia mengungkapkan kerjasama antara institusi pendidikan dengan praktisi industri harus dilakukan agar mahasiswa bisa mempunyai kesempatan untuk bekerja di perusahaan.

Menurutnya, tantangan ke depan pada revolusi industri 4.0 adalah banyaknya resiko dari sisi etika dan moral. Ia mengatakan, mereka yang menciptakan teknologi harus memikirkan agar produk yang dibuat tidak menimbulkan dampak negatif. Oleh karena itu, universitas harus memahamkan kepada mahasiswa agar inovasi yang dilahirkan dijalankan dengan moral yang tinggi.

“Contoh sederhana, Mark Zuckerberg membuat robot yang diberikan kemampuan mesin learning. Robot bisa belajar dari yang dilakukan sehari-hari, tanpa diantisipasi apa yang dilakukan robot beberapa kemudian (berbicara) bahasanya lebih efisien dan manusia tidak mengerti. Kalau seperti itu bagaimana bisa mengendalikan, ada resiko bahaya,” katanya.

Ia menambahkan, dengan perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 maka diprediksi ke depan pekerjaan low level akan diambil alih oleh mesin dan pengangguran di segmen tersebut akan meningkat. Namun di satu sisi mereka tidak bisa mengikuti tren teknologi karena teknologi mahal. Sehingga akan melahirkan mereka yang kaya akan menjadi lebih kaya dan yang miskin lebih miskin. Oleh karena itu, para pencipta harus memikirkan hal tersebut.

Erik menambahkan, di era digital jenis karier yang diinginkan oleh anak-anak muda milenial mulai terjadi perubahan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei, anak muda sekarang lebih menginginkan jenis pekerjaan atau karier diantaranya sebagai Youtuber, Vlogger dan lainnya. “Perubahan dari sisi jenis karier mulai jelas kelihatan, beberapa job baru yang ada dulu gak ada seperti data analis,” ujarnya. Demikian dikutip dari laman republika.co.id, Kamis (15/11/20218).

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER