Sudah Tiga Kali SKPT Morotai Eksport Tuna Loin Ke Vietnam

i-malut.com, MOROTAI — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai saat ini selain menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedua bagi Pemkab Pulau Morotai, juga sebagai kabupaten satu-satunya di Provinsi Maluku Utara sebagai penyumbang devisa negara di sektor perikanan.

Kerja keras Pemkab Pulau Morotai menjadikan sektor perikanan sebagai sektor andalan perlu diacungi jempol, begitu pula kerja kerasnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dalam mensukseskan keberlangsungan beroperasinya sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT) di desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan perlu disuport.

Bagaimana tidak, beroperasinya SKPT karena terwujudnya kemitraan kerja antara PT Harta Samudra dan DKP Pulau Morotai sebagai produsen pengespor ikan dan sampai di bulan november ini sudah tiga kali PT Harta Samudra bersama DKP melakukan ekspor ikan tuna ke negara Vietnam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suryani Antarani, SE. saat dikonfirmasi media ini, jumat (16/11/2018) menyampaikan, bahwa sejak beroperasi SKPT dipertengahan tahun 2018 sampai pada bulan november saat ini SKPT sudah tiga kali melakukan ekspor ikan tuna ke Vietnam, melalui  pelabuhan laut imam Lastory Morotai,  menggunakan kapal tol laut dibawah ke surabaya kemudian dipindahkan ke kapal ekspor dan dibawa ke negara Vietnam.

“Eksport pertama pada tanggal 28 september sebanyak 23.940 kg, ekspor kedua pada tanggal 18 oktober sebanyak 13.230 kg dan ekspor ketiga pada tanggal 8 November 2018 sebanyak 13. 230 kg. sehingga total ikan tuna bermerek SKPT Morotai yang telah di ekspor Total : 50.400 kg.” jelasnya.

Proses packing ikan tuna morotai, di SKPT yang siap di ekapor ke Vietnam.

Lanjutnya, hasil tangkapan nelayan terus membaik, bila sikon ini terus terjaga maka setiap bulan SKPT dapat melakukan ekspor ikan tuna ke Vietnam

“Hasil tangkapan nelayan akan terus di genjot baik itu melalui pelatihan maupun pemberian bantuan bodi dan alat tangkap,” ungkapnya

Semakin trampilnya nelayan melaut harapan Suryani, maka semakin banyak hasil tangkapan ikan tunanya dan sudah pasti berdampak pada peningkatan ekspor yang lebih besar, juga berdampak pada Perekonomian nelayan kita yang semakin baik dan PAD di sektor perikanan terus meningkat.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Sudah Tiga Kali SKPT Morotai Eksport Tuna Loin Ke Vietnam

i-malut.com, MOROTAI — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai saat ini selain menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) kedua bagi Pemkab Pulau Morotai, juga sebagai kabupaten satu-satunya di Provinsi Maluku Utara sebagai penyumbang devisa negara di sektor perikanan.

Kerja keras Pemkab Pulau Morotai menjadikan sektor perikanan sebagai sektor andalan perlu diacungi jempol, begitu pula kerja kerasnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dalam mensukseskan keberlangsungan beroperasinya sentra kelautan perikanan terpadu (SKPT) di desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan perlu disuport.

Bagaimana tidak, beroperasinya SKPT karena terwujudnya kemitraan kerja antara PT Harta Samudra dan DKP Pulau Morotai sebagai produsen pengespor ikan dan sampai di bulan november ini sudah tiga kali PT Harta Samudra bersama DKP melakukan ekspor ikan tuna ke negara Vietnam.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai, Suryani Antarani, SE. saat dikonfirmasi media ini, jumat (16/11/2018) menyampaikan, bahwa sejak beroperasi SKPT dipertengahan tahun 2018 sampai pada bulan november saat ini SKPT sudah tiga kali melakukan ekspor ikan tuna ke Vietnam, melalui  pelabuhan laut imam Lastory Morotai,  menggunakan kapal tol laut dibawah ke surabaya kemudian dipindahkan ke kapal ekspor dan dibawa ke negara Vietnam.

“Eksport pertama pada tanggal 28 september sebanyak 23.940 kg, ekspor kedua pada tanggal 18 oktober sebanyak 13.230 kg dan ekspor ketiga pada tanggal 8 November 2018 sebanyak 13. 230 kg. sehingga total ikan tuna bermerek SKPT Morotai yang telah di ekspor Total : 50.400 kg.” jelasnya.

Proses packing ikan tuna morotai, di SKPT yang siap di ekapor ke Vietnam.

Lanjutnya, hasil tangkapan nelayan terus membaik, bila sikon ini terus terjaga maka setiap bulan SKPT dapat melakukan ekspor ikan tuna ke Vietnam

“Hasil tangkapan nelayan akan terus di genjot baik itu melalui pelatihan maupun pemberian bantuan bodi dan alat tangkap,” ungkapnya

Semakin trampilnya nelayan melaut harapan Suryani, maka semakin banyak hasil tangkapan ikan tunanya dan sudah pasti berdampak pada peningkatan ekspor yang lebih besar, juga berdampak pada Perekonomian nelayan kita yang semakin baik dan PAD di sektor perikanan terus meningkat.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...