Tali Putus, Satu Mahasiswa Tewas saat ‘Caving’ di Tasikmalaya

i-malut.com, Bandung — Empat orang mahasiswa mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas susur gua atau caving di Gua Batu Badak Cisarongge, Desa Wakap, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (18/11).

Dikutip pada laman cnnindonesia.com, Senin (19/11/2018), Satu mahasiswa dilaporkan meninggal. Sementara, tiga orang lainnya dinyatakan selamat.

“Tiga orang selamat. Korban selamat langsung dibawa ke tempat yang lebih aman untuk diberikan perawatan lebih lanjut,” kata juru bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung Joshua Banjarnahor saat dikonfirmasi, Minggu (18/11).

Satu korban tewas itu bernama Aminudin (18). Tiga korban yang selamat yaitu Ade Marjanudin (25), Deni Ramdani (21), Rodiaman (18). Seluruh korban selamat maupun meninggal kemudian dievakuasi ke Puskesmas Bantarkalong.

“Korban terakhir terevakuasi dalam keadaan meninggal dunia pukul 19.53 WIB,” ucap Joshua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat orang tersebut merupakan anggota mahasiswa pecinta alam (Mapala) Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG). Mereka saat itu sedang melakukan kegiatan masa bimbingan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam dengan menuruni gua tersebut.

Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Kapolsek Bantarkalong Ajun Komisaris Iteng menyebut kecelakaan terjadi karena tali yang dipakai sebagai penopang tubuh korban terputus.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.30 WIB. Tali penopang korban terputus,” kata Iteng saat dihubungi.

Saat ini, kata dia, para korban selamat masih dalam keadaan syok. “Untuk [meminta keterangan soal] kronologisnya kita masih menunggu korban tenang dulu. Evakuasi secara keseluruhan berakhir sekitar pukul setengah sembilan malam tadi,” ujar Iteng.

Sebelumnya, pihak SAR Bandung menerima laporan pada Minggu siang pukul 14.30 WIB dari pos SAR Tasikmalaya bahwa empat orang terjatuh di Gua Batu Badak.

“Pukul 15.30, Kansar Bandung memberangkatkan satu tim pertolongan dari pos SAR Tasikmalaya dan satu tim pertolongan dari Kantor SAR Bandung untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Joshua.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tali Putus, Satu Mahasiswa Tewas saat ‘Caving’ di Tasikmalaya

i-malut.com, Bandung — Empat orang mahasiswa mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas susur gua atau caving di Gua Batu Badak Cisarongge, Desa Wakap, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (18/11).

Dikutip pada laman cnnindonesia.com, Senin (19/11/2018), Satu mahasiswa dilaporkan meninggal. Sementara, tiga orang lainnya dinyatakan selamat.

“Tiga orang selamat. Korban selamat langsung dibawa ke tempat yang lebih aman untuk diberikan perawatan lebih lanjut,” kata juru bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung Joshua Banjarnahor saat dikonfirmasi, Minggu (18/11).

Satu korban tewas itu bernama Aminudin (18). Tiga korban yang selamat yaitu Ade Marjanudin (25), Deni Ramdani (21), Rodiaman (18). Seluruh korban selamat maupun meninggal kemudian dievakuasi ke Puskesmas Bantarkalong.

“Korban terakhir terevakuasi dalam keadaan meninggal dunia pukul 19.53 WIB,” ucap Joshua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keempat orang tersebut merupakan anggota mahasiswa pecinta alam (Mapala) Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG). Mereka saat itu sedang melakukan kegiatan masa bimbingan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam dengan menuruni gua tersebut.

Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi

Kapolsek Bantarkalong Ajun Komisaris Iteng menyebut kecelakaan terjadi karena tali yang dipakai sebagai penopang tubuh korban terputus.

“Kejadiannya sekitar pukul 14.30 WIB. Tali penopang korban terputus,” kata Iteng saat dihubungi.

Saat ini, kata dia, para korban selamat masih dalam keadaan syok. “Untuk [meminta keterangan soal] kronologisnya kita masih menunggu korban tenang dulu. Evakuasi secara keseluruhan berakhir sekitar pukul setengah sembilan malam tadi,” ujar Iteng.

Sebelumnya, pihak SAR Bandung menerima laporan pada Minggu siang pukul 14.30 WIB dari pos SAR Tasikmalaya bahwa empat orang terjatuh di Gua Batu Badak.

“Pukul 15.30, Kansar Bandung memberangkatkan satu tim pertolongan dari pos SAR Tasikmalaya dan satu tim pertolongan dari Kantor SAR Bandung untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Joshua.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER