Aksi ASN Morotai Diduga Telah Ditunggangi

i-malut.com, MOROTAI – Aksi unjuk rasa yang di gelar Aparatur Sipil Negara (ASN) di jalan depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai pada senin (19/11/2018), diduga telah ditunggangi kepentingan politik.

Hal tersebut terlihat ketika sejumlah ASN membawa spanduk bertuliskan “Meminta KPK dan kepolisian RI jemput paksa Bupati Morotai” dan “Bupati Morotai segera turun dari jabatan”

Menurut Staf Khusus Bupati, Mustafa Lasidji, saat di konfirmasi diruang Asisten I pukul 4.15 Wit, Ia mengatakan, sebenarnya aksi ASN baik bagi bahan evaluasi Bupati, tetapi spanduk yang dibawah oleh sejumlah ASN yang bertuliskan soal korupsi ini tidak dibenarkan dan tindakan ini sudah ditunggangi.

“Sebagai ASN tidak bisa lakukan hal tersebut, bila Bupati tuntut maka kena mereka, karena soal korupsi kita bicara soal bukti dan ASN sebagai bawahan Bupati tidak punya kewenangan itu,” katanya.

Dirinya juga sangat menyesesalkan dengan sejumlah ASN yang membawa spanduk tersebut diluar tuntutan ASN ke Bupati.

“Karena bicara KPK, sudah masuk wilayah politik yang tidak masuk oleh ASN jadi kita tidak boleh menyentuh itu, karena ASN tidak punya kompetensi bicara itu.” Ujarnya

Jadi demonstrasi tadi, menurut Mustafa, tidak diseting, ini serentak, spontanitas yang dilakukan ASN, tidak bertujuan memakjulkan Bupati, menjatuhkan wibawa pemerintahan atau menjatuhkan Bupati, tetapi ini dijadikan masukan bagi Bupati karena kondisi secara internal ASN sudah sangat kronis.

“Soal kebijakan Bupati yang bertentangan dengan aturan ASN baik itu soal Punhismant yang tidak berbasis pada kinerja, soal jam kerja diatur dalam undang-undang, ASN hanya lima hari kerja, tapi yang terjadi hari libur juga kerja dan soal honor tenaga kerja daerah yang jauh sama yang dekat gajinya sama, nah semuanya ini harus di evaluasi,” ungkapnya

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, saat dikonfirmasi soal ASN melakukan aksi dan membawa spanduk yang bertuliskan meminta KPK, KA dan Polri menangkapnya, Ia menanggapi dingin.

“Yang korupsi siapa, yang di tangkap siapa? Waktu akan membuktikan kebenaran.” kata Bupati.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos.

Bupati juga menyikapi ASN yang melakukan aksi akan dilihat aturan dan ketentuannya.

“Bupati kerja berjalan sesuai aturan, jadi aturan dan ketentuan yang menjadi landasan,” ungkap Bupati mengingatkan

Dipandang, aksi ASN telah ditunggangi politik juga disampaikan Kabag Umum, Iwan Karim, saat di konfirmasi dikantor Bupati senin (19/11/2018) pukul 16.40 Wit.

“Sebenarnya kalau hanya ASN yang aksi tidak ada masalah, tetapi saya lihat para calon anggota DPRD 2019 telah naik orasi, sikon ini tidak dibenarkan dan telah ditunggangi,” tegasnya

Hal yang sama juga disampaikan Asisten dua, Alexander Wermasubun. Ia menegaskan, aksi yang dilakukan ASN terkesan ditunggangi. Sebab pernyataan sikap yang memuat namanya sebagai wakil koordinator aksi dibantahnya.

“Saya tidak tau ada nama saya di pernyataan sikap, mereka caplok nama saya, agar saya bertengkar dengan Bupati, saya menolak semua itu” tegasnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Aksi ASN Morotai Diduga Telah Ditunggangi

i-malut.com, MOROTAI – Aksi unjuk rasa yang di gelar Aparatur Sipil Negara (ASN) di jalan depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai pada senin (19/11/2018), diduga telah ditunggangi kepentingan politik.

Hal tersebut terlihat ketika sejumlah ASN membawa spanduk bertuliskan “Meminta KPK dan kepolisian RI jemput paksa Bupati Morotai” dan “Bupati Morotai segera turun dari jabatan”

Menurut Staf Khusus Bupati, Mustafa Lasidji, saat di konfirmasi diruang Asisten I pukul 4.15 Wit, Ia mengatakan, sebenarnya aksi ASN baik bagi bahan evaluasi Bupati, tetapi spanduk yang dibawah oleh sejumlah ASN yang bertuliskan soal korupsi ini tidak dibenarkan dan tindakan ini sudah ditunggangi.

“Sebagai ASN tidak bisa lakukan hal tersebut, bila Bupati tuntut maka kena mereka, karena soal korupsi kita bicara soal bukti dan ASN sebagai bawahan Bupati tidak punya kewenangan itu,” katanya.

Dirinya juga sangat menyesesalkan dengan sejumlah ASN yang membawa spanduk tersebut diluar tuntutan ASN ke Bupati.

“Karena bicara KPK, sudah masuk wilayah politik yang tidak masuk oleh ASN jadi kita tidak boleh menyentuh itu, karena ASN tidak punya kompetensi bicara itu.” Ujarnya

Jadi demonstrasi tadi, menurut Mustafa, tidak diseting, ini serentak, spontanitas yang dilakukan ASN, tidak bertujuan memakjulkan Bupati, menjatuhkan wibawa pemerintahan atau menjatuhkan Bupati, tetapi ini dijadikan masukan bagi Bupati karena kondisi secara internal ASN sudah sangat kronis.

“Soal kebijakan Bupati yang bertentangan dengan aturan ASN baik itu soal Punhismant yang tidak berbasis pada kinerja, soal jam kerja diatur dalam undang-undang, ASN hanya lima hari kerja, tapi yang terjadi hari libur juga kerja dan soal honor tenaga kerja daerah yang jauh sama yang dekat gajinya sama, nah semuanya ini harus di evaluasi,” ungkapnya

Sementara Bupati Pulau Morotai, Benny Laos, saat dikonfirmasi soal ASN melakukan aksi dan membawa spanduk yang bertuliskan meminta KPK, KA dan Polri menangkapnya, Ia menanggapi dingin.

“Yang korupsi siapa, yang di tangkap siapa? Waktu akan membuktikan kebenaran.” kata Bupati.

Bupati Pulau Morotai, Benny Laos.

Bupati juga menyikapi ASN yang melakukan aksi akan dilihat aturan dan ketentuannya.

“Bupati kerja berjalan sesuai aturan, jadi aturan dan ketentuan yang menjadi landasan,” ungkap Bupati mengingatkan

Dipandang, aksi ASN telah ditunggangi politik juga disampaikan Kabag Umum, Iwan Karim, saat di konfirmasi dikantor Bupati senin (19/11/2018) pukul 16.40 Wit.

“Sebenarnya kalau hanya ASN yang aksi tidak ada masalah, tetapi saya lihat para calon anggota DPRD 2019 telah naik orasi, sikon ini tidak dibenarkan dan telah ditunggangi,” tegasnya

Hal yang sama juga disampaikan Asisten dua, Alexander Wermasubun. Ia menegaskan, aksi yang dilakukan ASN terkesan ditunggangi. Sebab pernyataan sikap yang memuat namanya sebagai wakil koordinator aksi dibantahnya.

“Saya tidak tau ada nama saya di pernyataan sikap, mereka caplok nama saya, agar saya bertengkar dengan Bupati, saya menolak semua itu” tegasnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER