Atasi Harga Kopra, Pemda Halut Gelar Pertemuan Dengan Seluruh Pengusaha Kopra Di Halut

i-malut.com, TOBELO — Permasalahan Harga Kopra yang berdampak langsung pada masyarakat petani kopra di Halut yang mengakibatkan terjadinya aksi demo dan pemblokiran akses jalan di Kecamatan Galela, membuat Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, mengambil langkah tegas menggelar pertemuan dengan seluruh pengusaha kopra di Kabupaten Halmahera Utara, Senin (19/11/2018). Diruang meeting Bupati.

Deki Tawaris mengatakan Bupati mengundang pengusaha dan pengumpul kopra di Kabupaten Halmahera Utara, untuk berdiskusi terkait dengan anjloknya harga kopra di Halmahera Utara,

“Hasil diskusi itu, tentu menjadi masukan bagi Pemda mengambil program cepat untuk menangani harga kopra di Halut,” kata Deki usai mengikuti pertemuan bersama para pengusaha dan pengumpul Kopra,

Menurutnya, saat ini sudah berada pada darurat Kopra karena harganya turun sekali, karena itu, bupati telah membentuk tim kajian masalah kopra yang diketuai oleh Asisten II, Ikram Baba beranggota instansi terkait,

“Tim ini sudah bekerja secara marathon melakukan duskusi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Mantan Kepala Bappeda Halut ini mengatakan, harus diakui bahwa masalah harga kopra ini, pemerintah daerah tidak punya kewenangan untuk mengintervensi, mematok, bahkan menentukan harga di Halut.

“Masalah harga kopra ini karena dipengaruhi pasar dunia dan nilai dolar.” Ucapnya.

Selain itu, tambahnya, bahwa produk kopra yang diketahui sebagai bahan baku minyak goreng ternyata ada lagi produk kelapa sawit dan jagung sehingga kelebihan produksi,

“Tentu mengikuti hukum ekonomi, ketika produksi berlebihan harga turun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dinamika anjloknya harga kopra ini terjadi dimana mana, wilayah penghasil produksi kopra terbanyak seperti Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara termasuk Halmahera Utara,

“Karena itu, Pemda Halut dalam waktu pendek ini berupaya melahirkan beberapa alternatif solusi untuk menaikan harga kopra,” tandasnya.

Pertemuan pagi tadi 19/11/2018 dipimpin langsung oleh Bupati, Frans Manery, Wakil Bupati, Muchlis Tapi Tapi, Sekda, Fredy Tjandua, dihadiri para pengusaha dan pengumpul kopra serta para pimpinan OPD, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Halmahera Utara.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Atasi Harga Kopra, Pemda Halut Gelar Pertemuan Dengan Seluruh Pengusaha Kopra Di Halut

i-malut.com, TOBELO — Permasalahan Harga Kopra yang berdampak langsung pada masyarakat petani kopra di Halut yang mengakibatkan terjadinya aksi demo dan pemblokiran akses jalan di Kecamatan Galela, membuat Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Utara, mengambil langkah tegas menggelar pertemuan dengan seluruh pengusaha kopra di Kabupaten Halmahera Utara, Senin (19/11/2018). Diruang meeting Bupati.

Deki Tawaris mengatakan Bupati mengundang pengusaha dan pengumpul kopra di Kabupaten Halmahera Utara, untuk berdiskusi terkait dengan anjloknya harga kopra di Halmahera Utara,

“Hasil diskusi itu, tentu menjadi masukan bagi Pemda mengambil program cepat untuk menangani harga kopra di Halut,” kata Deki usai mengikuti pertemuan bersama para pengusaha dan pengumpul Kopra,

Menurutnya, saat ini sudah berada pada darurat Kopra karena harganya turun sekali, karena itu, bupati telah membentuk tim kajian masalah kopra yang diketuai oleh Asisten II, Ikram Baba beranggota instansi terkait,

“Tim ini sudah bekerja secara marathon melakukan duskusi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

Mantan Kepala Bappeda Halut ini mengatakan, harus diakui bahwa masalah harga kopra ini, pemerintah daerah tidak punya kewenangan untuk mengintervensi, mematok, bahkan menentukan harga di Halut.

“Masalah harga kopra ini karena dipengaruhi pasar dunia dan nilai dolar.” Ucapnya.

Selain itu, tambahnya, bahwa produk kopra yang diketahui sebagai bahan baku minyak goreng ternyata ada lagi produk kelapa sawit dan jagung sehingga kelebihan produksi,

“Tentu mengikuti hukum ekonomi, ketika produksi berlebihan harga turun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, dinamika anjloknya harga kopra ini terjadi dimana mana, wilayah penghasil produksi kopra terbanyak seperti Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara termasuk Halmahera Utara,

“Karena itu, Pemda Halut dalam waktu pendek ini berupaya melahirkan beberapa alternatif solusi untuk menaikan harga kopra,” tandasnya.

Pertemuan pagi tadi 19/11/2018 dipimpin langsung oleh Bupati, Frans Manery, Wakil Bupati, Muchlis Tapi Tapi, Sekda, Fredy Tjandua, dihadiri para pengusaha dan pengumpul kopra serta para pimpinan OPD, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Halmahera Utara.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER