Cerita PSK ‘Sukabumi Asyik’ Gaet Tamu

i-malut.com, SUKABUMI — Aktivitas prostitusi online di Sukabumi dibongkar polisi. Sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK) tergabung ‘Sukabumi Asyik’ dikendalikan muncikari yang memanfaatkan media sosial (medsos) Twitter untuk menjaring pria hidung belang.

Dikutip dari detik.com, Senin (19/11/2018), setiap transaksi esek-esek itu berlangsung di kamar indekos yang disewa salah satu muncikari, pria inisial WS alias Papih. Seorang PSK mengaku dapat menggaet sedikitnya lima pria hidung belang per harinya.

Modus PSK ini tidak langsung menjurus ke transaksi seks. Tapi juga kerap berkedok jasa pemandu lagu (PL) di sejumlah tempat karaoke.

“Untuk jasa sewa PL-an, rata-rata 100 ribu rupiah per jam. Setelah itu berlanjut atau tidak, tergantung dari tamu. Tapi ada juga yang dicarikan papih lewat online, langsung ‘main’,” kata seorang perempuan bertubuh tambun saat diperiksa seorang petugas Unit III Satreskrim Polres Sukabumi Kota.

Mayoritas para tamu diperoleh lewat transaksi online menggunakan jasa akun yang dibuat papih. “Omzet mereka menggiurkan. Satu tamu untuk jasa seksual, mereka memberikan tarif 500 ribu rupiah. Sehari bisa dapat lima tamu. Sementara untuk hari libur atau akhir pekan bisa sepuluh sampai 15 tamu,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo.

Dari jumlah Rp 500 ribu tersebut dipotong Rp 100 ribu untuk uang admin ‘Sukabumi Asyik’ dan ongkos sewa kamar indekos milik Papih. Polisi mengumpulkan belasan perempuan PSK yang dikendalikan Papih via Twitter. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan dan berstatus sebagai saksi.

Usia perempuan yang terlibat prostitusi online rata-rata mulai 17 tahun hingga 28 tahun. Ada yang ikut praktik prostitusi, PL, hingga berperan sebagai ‘pengasuh’.

“Foto vulgar mereka sengaja dipasang di akun Twitter tersebut untuk menarik pria hidung belang. Mereka mengaku kaget tiba-tiba fotonya ada di dalam akun tersebut tanpa sepengetahuan mereka,” kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto.
(sya/bbn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Cerita PSK ‘Sukabumi Asyik’ Gaet Tamu

i-malut.com, SUKABUMI — Aktivitas prostitusi online di Sukabumi dibongkar polisi. Sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK) tergabung ‘Sukabumi Asyik’ dikendalikan muncikari yang memanfaatkan media sosial (medsos) Twitter untuk menjaring pria hidung belang.

Dikutip dari detik.com, Senin (19/11/2018), setiap transaksi esek-esek itu berlangsung di kamar indekos yang disewa salah satu muncikari, pria inisial WS alias Papih. Seorang PSK mengaku dapat menggaet sedikitnya lima pria hidung belang per harinya.

Modus PSK ini tidak langsung menjurus ke transaksi seks. Tapi juga kerap berkedok jasa pemandu lagu (PL) di sejumlah tempat karaoke.

“Untuk jasa sewa PL-an, rata-rata 100 ribu rupiah per jam. Setelah itu berlanjut atau tidak, tergantung dari tamu. Tapi ada juga yang dicarikan papih lewat online, langsung ‘main’,” kata seorang perempuan bertubuh tambun saat diperiksa seorang petugas Unit III Satreskrim Polres Sukabumi Kota.

Mayoritas para tamu diperoleh lewat transaksi online menggunakan jasa akun yang dibuat papih. “Omzet mereka menggiurkan. Satu tamu untuk jasa seksual, mereka memberikan tarif 500 ribu rupiah. Sehari bisa dapat lima tamu. Sementara untuk hari libur atau akhir pekan bisa sepuluh sampai 15 tamu,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo.

Dari jumlah Rp 500 ribu tersebut dipotong Rp 100 ribu untuk uang admin ‘Sukabumi Asyik’ dan ongkos sewa kamar indekos milik Papih. Polisi mengumpulkan belasan perempuan PSK yang dikendalikan Papih via Twitter. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan dan berstatus sebagai saksi.

Usia perempuan yang terlibat prostitusi online rata-rata mulai 17 tahun hingga 28 tahun. Ada yang ikut praktik prostitusi, PL, hingga berperan sebagai ‘pengasuh’.

“Foto vulgar mereka sengaja dipasang di akun Twitter tersebut untuk menarik pria hidung belang. Mereka mengaku kaget tiba-tiba fotonya ada di dalam akun tersebut tanpa sepengetahuan mereka,” kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto.
(sya/bbn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER