Empat Cara Menenangkan Anak Setelah Dimarahi

i-malut.com, JAKARTA — Sebagai orang tua, Anda seharusnya tidak boleh bersikap temperamen atau mudah marah. Tapi, kebanyakan orang tua kesulitan menahan amarah dan bersikap untuk selalu tenang.

Kurang tidur, belum ada pengalaman mengurus anak sebelumnya, tekanan sosial dari orang lain, semua hal itu bisa jadi mengganggu upaya orang tua untuk tetap tenang menghadapi anak.

Dikutip dari rona.metrotvnews.com, Senin (12/11/2018), penelitian menunjukkan, jika hal ini sering terjadi di awal kehidupan anak, stres akibat terkena amarah orang tua dapat menciptakan pola perilaku yang memengaruhi sosialisasi di masa depan mereka, manajemen emosional dan harga diri.

Terapis keluarga Shanna Donhauser mengatakan, anak-anak terus belajar dari lingkungan mereka, terutama hubungan utama mereka yaitu orang tua.

Konflik dan kemarahan tidak dapat dihindiari, tapi memperbaikinya dapat memperkuat hubungan dan membangun landasan kepercayaan, kenyamanan dan keamanan.

Menurutnya, ada empat langkah untuk membantu orang tua menenangkan anak mereka setelah melihat kemarahan orang tuanya.

1. Tenang
Orang tua perlu mengatur emosi mereka sendiri sebelum mengatasi apa yang terjadi.

2. Renungkan apa yang telah dilihat dan dialami anak
Kemarahan orang tua bisa jadi sangat menakutkan dan mungkin mengancam bagi seorang anak. Orang tua harus membayangkannya dari sudut pandang anak.

3. Jelaskan apa yang terjadi dan bagaimana anak mengalaminya
Bersikaplah ekplisit dengan emosi dan minta bantuan anak untuk menemukan cara menghindarinya.

4. Terhubung
Tidak mengarang atau menutup-nutupi apa yang terjadi, sehingga ini akan menciptakan koneksi orang tua anak yang ‘normal’.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Empat Cara Menenangkan Anak Setelah Dimarahi

i-malut.com, JAKARTA — Sebagai orang tua, Anda seharusnya tidak boleh bersikap temperamen atau mudah marah. Tapi, kebanyakan orang tua kesulitan menahan amarah dan bersikap untuk selalu tenang.

Kurang tidur, belum ada pengalaman mengurus anak sebelumnya, tekanan sosial dari orang lain, semua hal itu bisa jadi mengganggu upaya orang tua untuk tetap tenang menghadapi anak.

Dikutip dari rona.metrotvnews.com, Senin (12/11/2018), penelitian menunjukkan, jika hal ini sering terjadi di awal kehidupan anak, stres akibat terkena amarah orang tua dapat menciptakan pola perilaku yang memengaruhi sosialisasi di masa depan mereka, manajemen emosional dan harga diri.

Terapis keluarga Shanna Donhauser mengatakan, anak-anak terus belajar dari lingkungan mereka, terutama hubungan utama mereka yaitu orang tua.

Konflik dan kemarahan tidak dapat dihindiari, tapi memperbaikinya dapat memperkuat hubungan dan membangun landasan kepercayaan, kenyamanan dan keamanan.

Menurutnya, ada empat langkah untuk membantu orang tua menenangkan anak mereka setelah melihat kemarahan orang tuanya.

1. Tenang
Orang tua perlu mengatur emosi mereka sendiri sebelum mengatasi apa yang terjadi.

2. Renungkan apa yang telah dilihat dan dialami anak
Kemarahan orang tua bisa jadi sangat menakutkan dan mungkin mengancam bagi seorang anak. Orang tua harus membayangkannya dari sudut pandang anak.

3. Jelaskan apa yang terjadi dan bagaimana anak mengalaminya
Bersikaplah ekplisit dengan emosi dan minta bantuan anak untuk menemukan cara menghindarinya.

4. Terhubung
Tidak mengarang atau menutup-nutupi apa yang terjadi, sehingga ini akan menciptakan koneksi orang tua anak yang ‘normal’.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER