Jarang Bertengkar, Baik atau Buruk untuk Pasangan?

i-malut.com, JAKARTA — Bertengkar dengan pasangan merupakan sesuatu yang umum terjadi dan berbagai penelitian menemukan bahwa bertengar dengan pasangan juga memiliki beberapa manfaat positif bagi hubungan.

Salah satunya adalah dapat mempererat ikatan diantara pasangan. Namun ternyata ada juga beberapa pasangan yang jarang sekali bertengkar. Lalu apakah pasangan yang jarang bertengkar tidak akan mendapatkan efek positif dari bertengkar?

“Ada beberapa pasangan yang jarang bertengkar karena mereka dapat mengomunikasikan keinginan, kebutuhan, preferensi, dan pendapat mereka dengan cara yang diterima dan diproses oleh satu sama lain,” ujar Joshua Klapow, Ph.D. psikolog klinis kepada Elite Daily.

Namun itu tidak berarti bahwa pasangan yang tidak bertengkar tidak dapat bertengkar sedikitpun. “Hanya saja ketidaksepakatan itu benar-benar dapat diselesaikan, atau setidaknya didengar, dan dikerjakan,” katanya.

“Pasangan yang selalu mengomunikasikan sesuatunya dengan jujur, benar dan lebih menekankan pada penyampaian informasi dan memahami satu sama lain daripada mengutamakan siapa yang menang dan kalah cenderung akan lebih jarang bertengkar,” ujar Dr Klapow.

Ketidaksepakatan bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Ketidaksepakatan adalah masalah yang harus dihadapi pasangan dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak menjadi pertengkaran adalah kuncinya, tambah Dr Klapow.

Namun akan berbeda jika pasangan tidak pernah bertengkar karena ingin menghindari konflik. “Emosi yang terkait dengan perbedaan pendapat masih ada,” ujar Dr Klapow.

“Ketidakmampuan dalam memecahkan masalah atau konflik dengan menghindari masalah secara terus-menerus justru dapat dapat menyebabkan miskomunikasi dalam hubungan dan salah persepsi tentang kualitas hubungan.”

Pasangan yang terus berusaha menghindari konflik dapat mulai secara tidak sadar (atau bahkan secara sadar) membenci pasangan lain karena mengabaikan emosi mereka sendiri. Demikian dilansir dari rona.metrotvnews.com, Senin (12/11/2018).

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Jarang Bertengkar, Baik atau Buruk untuk Pasangan?

i-malut.com, JAKARTA — Bertengkar dengan pasangan merupakan sesuatu yang umum terjadi dan berbagai penelitian menemukan bahwa bertengar dengan pasangan juga memiliki beberapa manfaat positif bagi hubungan.

Salah satunya adalah dapat mempererat ikatan diantara pasangan. Namun ternyata ada juga beberapa pasangan yang jarang sekali bertengkar. Lalu apakah pasangan yang jarang bertengkar tidak akan mendapatkan efek positif dari bertengkar?

“Ada beberapa pasangan yang jarang bertengkar karena mereka dapat mengomunikasikan keinginan, kebutuhan, preferensi, dan pendapat mereka dengan cara yang diterima dan diproses oleh satu sama lain,” ujar Joshua Klapow, Ph.D. psikolog klinis kepada Elite Daily.

Namun itu tidak berarti bahwa pasangan yang tidak bertengkar tidak dapat bertengkar sedikitpun. “Hanya saja ketidaksepakatan itu benar-benar dapat diselesaikan, atau setidaknya didengar, dan dikerjakan,” katanya.

“Pasangan yang selalu mengomunikasikan sesuatunya dengan jujur, benar dan lebih menekankan pada penyampaian informasi dan memahami satu sama lain daripada mengutamakan siapa yang menang dan kalah cenderung akan lebih jarang bertengkar,” ujar Dr Klapow.

Ketidaksepakatan bukanlah hal yang harus dipermasalahkan. Ketidaksepakatan adalah masalah yang harus dihadapi pasangan dan bagaimana cara mengelolanya agar tidak menjadi pertengkaran adalah kuncinya, tambah Dr Klapow.

Namun akan berbeda jika pasangan tidak pernah bertengkar karena ingin menghindari konflik. “Emosi yang terkait dengan perbedaan pendapat masih ada,” ujar Dr Klapow.

“Ketidakmampuan dalam memecahkan masalah atau konflik dengan menghindari masalah secara terus-menerus justru dapat dapat menyebabkan miskomunikasi dalam hubungan dan salah persepsi tentang kualitas hubungan.”

Pasangan yang terus berusaha menghindari konflik dapat mulai secara tidak sadar (atau bahkan secara sadar) membenci pasangan lain karena mengabaikan emosi mereka sendiri. Demikian dilansir dari rona.metrotvnews.com, Senin (12/11/2018).

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER