Lima Pesawat Lion Air Alami Masalah dalam Sepekan Terakhir

i-malut.com, Jakarta — Maskapai penerbangan Lion Air lima kali mengalami masalah penerbangan dalam satu pekan terakhir. Beberapa pekan sebelumnya, maskapai ini mendapat sorotan luas setelah salah satu pesawatnya yakni Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10), dan diduga menewaskan seluruh penumpang dan awak.

dikutip pada laman cnnindonesia.com, Senin (19/11/2018), Lima masalah yang dialami Lion Air sepanjang pekan lalu dimulai pada Kamis (15/11) malam. Saat itu, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-556 rute Jakarta-Yogyakarta mengalami masalah pada pendingin udara (AC) dan lampu mati.

Masalah terjadi ketika semua penumpang telah masuk ke dalam pesawat. Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Priantoro mengatakan masalah ini disebabkan oleh persoalan pada Auxiliary Power Unit (APU).

“Sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba APU, perangkat yang menyediakan sumber energi pesawat saat mesin berputar mengalami penurunan daya (down) sehingga menyebabkan sistem pendingin dan listrik pada peswat terganggu,” kata Danang dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/11).

Permasalahan lain terjadi pada pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-561 di Bandara Internasional Adi Soemarno Solo, Jumat (16/11).  Lion Air JT-561 merupakan lanjutan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) dengan transit terlebih dahulu di Adi Soemarno.

Penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737-900ER mengangkut tujuh kru beserta 92 penumpang dewasa, satu anak-anak dan satu bayi. Pesawat mengalami gagal terbang saat proses take-off.

Danang berkata pesawat telah menjalani standar prosedur pemeriksaan sebelum terbang (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Namun pilot memutuskan untuk membatalkan lepas landas ketika posisi pesawat berada di ujung landas pacu.

Pesawat akhirnya kembali ke landas parkir (return to apron/ RTA) guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Setelah pemeriksaan yang dilakukan teknisi, pesawat membutuhkan komponen pengganti dan menunggu didatangkan dari Jakarta. Dengan demikian, proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup signifikan,” ujar Danang.

Pesawat lain yang mengalami masalah adalah pesawat dengan rute Medan Kualanamu tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat ini tiba-tiba mengalami mati lampu pada Minggu (18/11).

Penerbangan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHH dengan total tujuh kru, 209 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan lima balita. Danang menjelaskan pesawat ini mengalami permasalahan pada sistem listrik.

“Ketika proses penumpang masuk dalam pesawat selesai dan posisi pesawat masih di landas parkir, sekitar pukul 20.07 WIB tiba-tiba Ground Power Unit (GPU) mengalami penurunan daya (down) sehingga menyebabkan sistem listrik pada kabin terganggu,” kata Danang.

Kemudian maskapai penerbangan Wings Air yang tergabung dalam Lion Air Group dengan nomor penerbangan IW-1206 rute Makassar-Kolaka melakukan putar balik ke Makassar setelah 30 menit terbang pada Rabu (14/11) pagi.

Pesawat ini berangkat pukul 08.00 Wita dengan membawa 65 penumpang beserta dua pilot dan dua pramugari. Danang menerangkan hal ini terjadi karena masalah teknis dan guna memastikan selematan penumpang dalam penerbangan.

“Pilot memutuskan kembali ke bandar udara asal (return to base/rtb) karena masalah technical dan harus dilakukan pengecekan,” ujar Danang.

Terakhir, maskapai Penerbangan Batik Air (anak perusahaan Lion Air Group) dengan rute Batam ke Soekarno Hatta dengan nomor penerbangan ID-6863 pada Sabtu (17/11).

Pesawat ini berangkat pada pukul 19.45 WIB dan dioperasikan dengan pesawat jenis Airbus A320-200, membawa tujuh kru dan 130 penumpang. Pesawat telah terbang selama beberapa menit, namun kembali ke bandara asal karena mengalami masalah sehingga harus dilakukan pengecekan.

Danang menjelaskan bahwa setelah menjalani pengecekan dan pemeriksaan, penumpang diberangkatkan dengan menggunakan armada lainnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Lion menyampaikan permohonan maaf atas permasalahan yang terjadi dalam beberapa penerbangan.

“Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu,” tutur Danang. (fir/wis)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Lima Pesawat Lion Air Alami Masalah dalam Sepekan Terakhir

i-malut.com, Jakarta — Maskapai penerbangan Lion Air lima kali mengalami masalah penerbangan dalam satu pekan terakhir. Beberapa pekan sebelumnya, maskapai ini mendapat sorotan luas setelah salah satu pesawatnya yakni Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, jatuh di perairan Tanjung Karawang, Senin (29/10), dan diduga menewaskan seluruh penumpang dan awak.

dikutip pada laman cnnindonesia.com, Senin (19/11/2018), Lima masalah yang dialami Lion Air sepanjang pekan lalu dimulai pada Kamis (15/11) malam. Saat itu, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-556 rute Jakarta-Yogyakarta mengalami masalah pada pendingin udara (AC) dan lampu mati.

Masalah terjadi ketika semua penumpang telah masuk ke dalam pesawat. Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala Priantoro mengatakan masalah ini disebabkan oleh persoalan pada Auxiliary Power Unit (APU).

“Sekitar pukul 21.00 WIB, tiba-tiba APU, perangkat yang menyediakan sumber energi pesawat saat mesin berputar mengalami penurunan daya (down) sehingga menyebabkan sistem pendingin dan listrik pada peswat terganggu,” kata Danang dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/11).

Permasalahan lain terjadi pada pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-561 di Bandara Internasional Adi Soemarno Solo, Jumat (16/11).  Lion Air JT-561 merupakan lanjutan dari Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali (DPS) dengan transit terlebih dahulu di Adi Soemarno.

Penerbangan yang menggunakan pesawat Boeing 737-900ER mengangkut tujuh kru beserta 92 penumpang dewasa, satu anak-anak dan satu bayi. Pesawat mengalami gagal terbang saat proses take-off.

Danang berkata pesawat telah menjalani standar prosedur pemeriksaan sebelum terbang (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Namun pilot memutuskan untuk membatalkan lepas landas ketika posisi pesawat berada di ujung landas pacu.

Pesawat akhirnya kembali ke landas parkir (return to apron/ RTA) guna memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Setelah pemeriksaan yang dilakukan teknisi, pesawat membutuhkan komponen pengganti dan menunggu didatangkan dari Jakarta. Dengan demikian, proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup signifikan,” ujar Danang.

Pesawat lain yang mengalami masalah adalah pesawat dengan rute Medan Kualanamu tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Pesawat ini tiba-tiba mengalami mati lampu pada Minggu (18/11).

Penerbangan menggunakan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHH dengan total tujuh kru, 209 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan lima balita. Danang menjelaskan pesawat ini mengalami permasalahan pada sistem listrik.

“Ketika proses penumpang masuk dalam pesawat selesai dan posisi pesawat masih di landas parkir, sekitar pukul 20.07 WIB tiba-tiba Ground Power Unit (GPU) mengalami penurunan daya (down) sehingga menyebabkan sistem listrik pada kabin terganggu,” kata Danang.

Kemudian maskapai penerbangan Wings Air yang tergabung dalam Lion Air Group dengan nomor penerbangan IW-1206 rute Makassar-Kolaka melakukan putar balik ke Makassar setelah 30 menit terbang pada Rabu (14/11) pagi.

Pesawat ini berangkat pukul 08.00 Wita dengan membawa 65 penumpang beserta dua pilot dan dua pramugari. Danang menerangkan hal ini terjadi karena masalah teknis dan guna memastikan selematan penumpang dalam penerbangan.

“Pilot memutuskan kembali ke bandar udara asal (return to base/rtb) karena masalah technical dan harus dilakukan pengecekan,” ujar Danang.

Terakhir, maskapai Penerbangan Batik Air (anak perusahaan Lion Air Group) dengan rute Batam ke Soekarno Hatta dengan nomor penerbangan ID-6863 pada Sabtu (17/11).

Pesawat ini berangkat pada pukul 19.45 WIB dan dioperasikan dengan pesawat jenis Airbus A320-200, membawa tujuh kru dan 130 penumpang. Pesawat telah terbang selama beberapa menit, namun kembali ke bandara asal karena mengalami masalah sehingga harus dilakukan pengecekan.

Danang menjelaskan bahwa setelah menjalani pengecekan dan pemeriksaan, penumpang diberangkatkan dengan menggunakan armada lainnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Lion menyampaikan permohonan maaf atas permasalahan yang terjadi dalam beberapa penerbangan.

“Lion Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu,” tutur Danang. (fir/wis)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...