Heboh, Tahanan Potong Kelamin Sendiri Demi Surga

i-malut.com, JAKARTA — IS, narapidana pria usia 28 tahun, memotong alat kelaminnya. Kabarnya, perbuatan menyakiti diri sendiri itu dilakukan demi mendapat surga.

IS adalah warga Desa Buntu Mandong, Enrekang, Sulawesi Selatan, penghuni Rumah Tahanan Kelas II-B Enrekang sejak tiga pekan lalu. Dia berada di balik terali besi karena kasus dugaan penganiayaan terhadap pamannya.

IS punya latar belakang sebagai guru. Dia adalah lulusan perguruan tinggi di Makassar. Setelah masuk ke tahanan, IS sempat diminta Chaidir untuk mengajar di Rutan. Namun IS menolak karena merasa kurang percaya diri. Permintaan itu diutarakan Chaidir saat pertama kali bertemu IS.

Namun yang terjadi selanjutnya sungguh bikin kaget seisi hotel prodeo. Tak ada yang menyangka bahwa IS yang selama ini berperilkau baik akan berbuat seperti berikut.

Pertama, IS mengambil silet dari satu ruangan di dalam Rutan. Silet ada di situ karena biasa digunakan untuk para tahanan belajar membuat kerajinan tangan.

“Jadi, saat itu semua orang ada kerjaan di ruang kerajinan di Rutan. IS mengambil sebuah silet di sana,” kata Kepala Rutan Enrekang, Tubagus M Chaidir, saat berbincang dengan detikcom, Senin (19/11).

Tak ada yang tahu IS ternyata hendak melakukan pemotongan organ tubuhnya. Setelah mendapatkan silet dari ruangan itu, IS kemudian masuk ke kamar mandi.

“Dia memotong kelaminnya di dalam kamar mandi. Lalu alat kelaminnya itu dibuang ke dalam kloset,” kata Chaidir.

IS keluar dari kamar mandi dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Seorang tahanan lainnya masuk ke kamar mandi dan menyiram sesuatu yang masih mengapung di dalam kloset. Ternyata benda yang mengapung itu tak terlalu mudah untuk ditenggelamkan. Benda itu bukan sembarang benda, melainkan alat vital yang telah lepas dari tubuh pemiliknya, yakni tubuh SI.

“Tahanan lainnya langsung teriak ada penemuan itu,” kata Chaidir.

Kabar heboh itu sampai ke telinga pengawas Rutan. Dijenguklah IS yang kemudian memperlihatkan bekas potongannya. IS segera dilarikan ke rumah sakit. Alat vital yang telah terpotong sempat berusaha dicari dengan tujuan akan disambungkan lagi.

“Kata dokternya, mau dicoba disambungkan, tapi kan potongan kelaminnya telah dibuang di kloset dan telah disiram dengan air,” kata Chaidir.

Kelamin sudah telanjur dipotong. Namun IS dinyatakan tak menyesal melakukan hal itu.

“Yang mengherankan setelah memotong kelaminnya sendiri, tidak ada rasa penyesalan dari dalam dirinya,” ungkap Chaidir.

Kini IS dirawat intensif di rumah sakit. Keluarga IS mulai menjenguk. Bahkan pacar IS juga menjenguk.

Alasan apa yang melandasi aksi mengerikan IS itu? Chaidir yang telah menemui IS usai kejadian menjelaskan, firdaus adalah jawabannya.

“Dia bilang alasannya bahwa dia telah melakukan perintah Tuhan dan untuk masuk surga,” kata Chaidir.

Dia meminta pihak rumah sakit untuk memeriksa kondisi kejiwaan IS. Selama dirawat di rumah sakit, IS mempersuasi para penjenguknya untuk turut masuk surga.

“Mereka diceramahi untuk masuk surga,” kata Chaidir. “Ini kan aneh, potong kelain tapi dia merasa kayak tidak sakit dan dia sering ceramah.” (dnu/gbr)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Heboh, Tahanan Potong Kelamin Sendiri Demi Surga

i-malut.com, JAKARTA — IS, narapidana pria usia 28 tahun, memotong alat kelaminnya. Kabarnya, perbuatan menyakiti diri sendiri itu dilakukan demi mendapat surga.

IS adalah warga Desa Buntu Mandong, Enrekang, Sulawesi Selatan, penghuni Rumah Tahanan Kelas II-B Enrekang sejak tiga pekan lalu. Dia berada di balik terali besi karena kasus dugaan penganiayaan terhadap pamannya.

IS punya latar belakang sebagai guru. Dia adalah lulusan perguruan tinggi di Makassar. Setelah masuk ke tahanan, IS sempat diminta Chaidir untuk mengajar di Rutan. Namun IS menolak karena merasa kurang percaya diri. Permintaan itu diutarakan Chaidir saat pertama kali bertemu IS.

Namun yang terjadi selanjutnya sungguh bikin kaget seisi hotel prodeo. Tak ada yang menyangka bahwa IS yang selama ini berperilkau baik akan berbuat seperti berikut.

Pertama, IS mengambil silet dari satu ruangan di dalam Rutan. Silet ada di situ karena biasa digunakan untuk para tahanan belajar membuat kerajinan tangan.

“Jadi, saat itu semua orang ada kerjaan di ruang kerajinan di Rutan. IS mengambil sebuah silet di sana,” kata Kepala Rutan Enrekang, Tubagus M Chaidir, saat berbincang dengan detikcom, Senin (19/11).

Tak ada yang tahu IS ternyata hendak melakukan pemotongan organ tubuhnya. Setelah mendapatkan silet dari ruangan itu, IS kemudian masuk ke kamar mandi.

“Dia memotong kelaminnya di dalam kamar mandi. Lalu alat kelaminnya itu dibuang ke dalam kloset,” kata Chaidir.

IS keluar dari kamar mandi dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Seorang tahanan lainnya masuk ke kamar mandi dan menyiram sesuatu yang masih mengapung di dalam kloset. Ternyata benda yang mengapung itu tak terlalu mudah untuk ditenggelamkan. Benda itu bukan sembarang benda, melainkan alat vital yang telah lepas dari tubuh pemiliknya, yakni tubuh SI.

“Tahanan lainnya langsung teriak ada penemuan itu,” kata Chaidir.

Kabar heboh itu sampai ke telinga pengawas Rutan. Dijenguklah IS yang kemudian memperlihatkan bekas potongannya. IS segera dilarikan ke rumah sakit. Alat vital yang telah terpotong sempat berusaha dicari dengan tujuan akan disambungkan lagi.

“Kata dokternya, mau dicoba disambungkan, tapi kan potongan kelaminnya telah dibuang di kloset dan telah disiram dengan air,” kata Chaidir.

Kelamin sudah telanjur dipotong. Namun IS dinyatakan tak menyesal melakukan hal itu.

“Yang mengherankan setelah memotong kelaminnya sendiri, tidak ada rasa penyesalan dari dalam dirinya,” ungkap Chaidir.

Kini IS dirawat intensif di rumah sakit. Keluarga IS mulai menjenguk. Bahkan pacar IS juga menjenguk.

Alasan apa yang melandasi aksi mengerikan IS itu? Chaidir yang telah menemui IS usai kejadian menjelaskan, firdaus adalah jawabannya.

“Dia bilang alasannya bahwa dia telah melakukan perintah Tuhan dan untuk masuk surga,” kata Chaidir.

Dia meminta pihak rumah sakit untuk memeriksa kondisi kejiwaan IS. Selama dirawat di rumah sakit, IS mempersuasi para penjenguknya untuk turut masuk surga.

“Mereka diceramahi untuk masuk surga,” kata Chaidir. “Ini kan aneh, potong kelain tapi dia merasa kayak tidak sakit dan dia sering ceramah.” (dnu/gbr)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER