Ngeri, Kepala Bayi Ini Seperti Bertanduk

i-malut.com, SOLO — Clyne Solano, seorang bayi berusia 22 bulan asal Filipina memiliki kondisi yang menyeramkan. Kepala bayi itu berbentuk tidak normal karena kelainan. Penyakit tersebut membuat kepalanya seperti memiliki tanduk.

Dikutip dari The Sun, Senin (19/11), ibu Clyne solano, Justine Gatarine, 21, melahirkan pada Januari 2017. Dia melihat kondisi bayi yang dilahirkannya mengalami kelainan. Dokter menyebut Clyne Solano menderita hidranensefali yang mencegah otaknya berkembang sempurna.

Clyne Solano menjalani operasi pada Maret 2018 untuk menghilangkan cairan yang memenuhi tengkoraknya. Operasi itu juga dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otaknya. Sayangnya, setelah operasi tersebut bagian tengkoraknya rusak.

Kondisi tersebut membuat otak Clyne Solano tidak beraturan. Malahan, muncul tonjolan di kepalanya yang menyerupai tanduk. Dokter menyarankan Clyne Solano menjalani operasi lagi untuk mengembalikan bentuk tengkoraknya. Namun, Justine Gatarin khawatir anaknya terlalu lemah.

“Saya tidak mau Clyne Solano dioperasi lagi. Bayi saya belum terlalu kuat,” kata Justine Gatarin.

Tetapi, keputusan Justine Gatarin bakal memengaruhi kelanjutan hidup anaknya. Jika operasi tersebut tidak dilakukan, maka bentuk kepala Clyne Solano bakal terus seperti itu. Kini, Clyne Solano tengah dirawat di Pusat Medis Anak Filipina, di Pasig, Manila. Dia hanya bisa berbaring di ranjang. Adapun makan dan minum diberikan lewat selang khusus yang disalurkan lewat jalur napas. Demikian dilansir dari solopos.com, Selasa (20/11/2018).

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Ngeri, Kepala Bayi Ini Seperti Bertanduk

i-malut.com, SOLO — Clyne Solano, seorang bayi berusia 22 bulan asal Filipina memiliki kondisi yang menyeramkan. Kepala bayi itu berbentuk tidak normal karena kelainan. Penyakit tersebut membuat kepalanya seperti memiliki tanduk.

Dikutip dari The Sun, Senin (19/11), ibu Clyne solano, Justine Gatarine, 21, melahirkan pada Januari 2017. Dia melihat kondisi bayi yang dilahirkannya mengalami kelainan. Dokter menyebut Clyne Solano menderita hidranensefali yang mencegah otaknya berkembang sempurna.

Clyne Solano menjalani operasi pada Maret 2018 untuk menghilangkan cairan yang memenuhi tengkoraknya. Operasi itu juga dilakukan untuk mengurangi tekanan pada otaknya. Sayangnya, setelah operasi tersebut bagian tengkoraknya rusak.

Kondisi tersebut membuat otak Clyne Solano tidak beraturan. Malahan, muncul tonjolan di kepalanya yang menyerupai tanduk. Dokter menyarankan Clyne Solano menjalani operasi lagi untuk mengembalikan bentuk tengkoraknya. Namun, Justine Gatarin khawatir anaknya terlalu lemah.

“Saya tidak mau Clyne Solano dioperasi lagi. Bayi saya belum terlalu kuat,” kata Justine Gatarin.

Tetapi, keputusan Justine Gatarin bakal memengaruhi kelanjutan hidup anaknya. Jika operasi tersebut tidak dilakukan, maka bentuk kepala Clyne Solano bakal terus seperti itu. Kini, Clyne Solano tengah dirawat di Pusat Medis Anak Filipina, di Pasig, Manila. Dia hanya bisa berbaring di ranjang. Adapun makan dan minum diberikan lewat selang khusus yang disalurkan lewat jalur napas. Demikian dilansir dari solopos.com, Selasa (20/11/2018).

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER