Panitia Pilkades Bolehkan Orang Gila Pilih Calon Kapala Desa Bahu Mansel Dikecam

i-malut.com, LABUHA – Pesta demokrasi pemilihan kepala Desa Bahu kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan, kali ini tidak saja diikuti oleh ”orang-orang waras”, namun orang tidak waraspun (gila parmanen) tetap diikut sertakan dalam melakukan pencoblosan terhadap salah satu calon kepala Desa. Cara pencoblosan yang dilakukan orang tak waras itu diwakilkan dengan orang yang diduga sudah ditunjuk oleh panitia Pilkades untuk mencoblos menggantikannya.

Hal ini disampaikan, saksi calon Kepala Desa Bahu Nomor Urut 1, Sehan Igobula, Ramjani Malik, kepada wartawan (19/11/2018). Ramjani menegaskan pihaknya dari saksi nomor urut 1 Sehan Igobula, mengecam dan sangat berkeberatan terkait dengan kinerja panitia Pilkades desa Bahu kecamatan Mandioli selatan, yang di ketuai oleh Sekretaris BPD Desa Bahu Salmin Talib, yang juga anggota PPK Mandioli selatan.

Hal yang dilakukan panitia, kata Rimjani, telah mencedrai Demokrasi pada pemilihan kepala desa Bahu, sebab panitia Pilkades membolehkan orang tidak waras (gila) mencoblos dan memberikan hak suara, padahal yang bersangkutan yang diketahui menderita sakit jiwa secara permanen sehingga yang bersangkutan di pasung oleh pihak keluarga.

Dikatakannya, pada saat pihaknya mengajukan keberatan ke panitia Pilkades terkait orang sakit jiwa diberikan hak memberikan hak suara, ketua Panitia Pilkades, Salmin Talib mengatakan, orang ini medapatkan undangan pilih namun tidak datang memilih (coblos) di TPS dengan alasan dari yang bersangkutan sakit, sehingga Ketua Panita Pilkades Desa Bahu membawa kartu surat suara dan mendatangi yang bersangkutan di Rumah. Namun ketika sampai di rumah yang bersangkutan, kedua kaki dan tangannya dalam keadaan terikat. Karena tidak bisa mencoblos, Ketua Panitia membolehkan kakaknya untuk mencoblos salah seorang calon kepala (kades) nomor urut 2 Badar Abas.

Lebih lanjut ujar Rimjani, selain membolehkan, orang tak waras secara parmanen untuk memberikan hak suara dengan cara diwakilkan, Panitia juga secara sengaja memberikan surat undangan pencoblosan kepada anak di bawah umur untuk mencoblos.

Bukan hanya itu, kata Rimjani, panitia juga memberikan undangan kepada warga yang memiliki identitas domisili di luar dari Desa Bahu untuk mencoblos.

“Kami mendesak kepada tim penyelesaian Sengketa Pikades Kabupaten untuk menggugurkan calon kepala Desa Bahu Badar Abas.” pintahnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Panitia Pilkades Bolehkan Orang Gila Pilih Calon Kapala Desa Bahu Mansel Dikecam

i-malut.com, LABUHA – Pesta demokrasi pemilihan kepala Desa Bahu kecamatan Mandioli Selatan Kabupaten Halmahera Selatan, kali ini tidak saja diikuti oleh ”orang-orang waras”, namun orang tidak waraspun (gila parmanen) tetap diikut sertakan dalam melakukan pencoblosan terhadap salah satu calon kepala Desa. Cara pencoblosan yang dilakukan orang tak waras itu diwakilkan dengan orang yang diduga sudah ditunjuk oleh panitia Pilkades untuk mencoblos menggantikannya.

Hal ini disampaikan, saksi calon Kepala Desa Bahu Nomor Urut 1, Sehan Igobula, Ramjani Malik, kepada wartawan (19/11/2018). Ramjani menegaskan pihaknya dari saksi nomor urut 1 Sehan Igobula, mengecam dan sangat berkeberatan terkait dengan kinerja panitia Pilkades desa Bahu kecamatan Mandioli selatan, yang di ketuai oleh Sekretaris BPD Desa Bahu Salmin Talib, yang juga anggota PPK Mandioli selatan.

Hal yang dilakukan panitia, kata Rimjani, telah mencedrai Demokrasi pada pemilihan kepala desa Bahu, sebab panitia Pilkades membolehkan orang tidak waras (gila) mencoblos dan memberikan hak suara, padahal yang bersangkutan yang diketahui menderita sakit jiwa secara permanen sehingga yang bersangkutan di pasung oleh pihak keluarga.

Dikatakannya, pada saat pihaknya mengajukan keberatan ke panitia Pilkades terkait orang sakit jiwa diberikan hak memberikan hak suara, ketua Panitia Pilkades, Salmin Talib mengatakan, orang ini medapatkan undangan pilih namun tidak datang memilih (coblos) di TPS dengan alasan dari yang bersangkutan sakit, sehingga Ketua Panita Pilkades Desa Bahu membawa kartu surat suara dan mendatangi yang bersangkutan di Rumah. Namun ketika sampai di rumah yang bersangkutan, kedua kaki dan tangannya dalam keadaan terikat. Karena tidak bisa mencoblos, Ketua Panitia membolehkan kakaknya untuk mencoblos salah seorang calon kepala (kades) nomor urut 2 Badar Abas.

Lebih lanjut ujar Rimjani, selain membolehkan, orang tak waras secara parmanen untuk memberikan hak suara dengan cara diwakilkan, Panitia juga secara sengaja memberikan surat undangan pencoblosan kepada anak di bawah umur untuk mencoblos.

Bukan hanya itu, kata Rimjani, panitia juga memberikan undangan kepada warga yang memiliki identitas domisili di luar dari Desa Bahu untuk mencoblos.

“Kami mendesak kepada tim penyelesaian Sengketa Pikades Kabupaten untuk menggugurkan calon kepala Desa Bahu Badar Abas.” pintahnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER