DPRD Morotai Berkomitmen Gunakan Haknya Gulingkan Bupati

i-malut.com, MOROTAI – Hearing antara DPRD dengan massa aksi KMMB digelar pada pukul 11.20 Wit, diruang sidang DPRD Pulau Morotai. Dipimpin langsung M. Rasmin Fabanyo, Wakil Ketua II DPRD, dan dihadiri oleh 6 orang anggota DPRD Morotai, Rabu (21/11/2918).

Wakil Ketua DPRD M. Rasmin Fabanyo, mengatakan, pertemuan hari ini dilakukan untuk pemantapan kesepakatan sebagaimana yang telah di putuskan dihari kemarin.

Lanjutnya, pasca pertemuan ini, pihaknya akan memerintahkan Sekwan untuk membuat undangan kepada seluruh anggota DPRD dan pada hari senin (26/11/2018), seluruh DPRD akan rapat dan mengusulkan hak interplasi.

“Kami sedikit kecewa karena ada beberapa pimpinan SKPD tidak memiliki komitmen yang sama dengan kita semua.” ucapnya

dalam kesempatan yang sama, Korlap aksi Mujril Hi Dayan, sedikit menyampaikan kekecewaannya terhadap DPRD yang kurang respec dengan tututan mereka.

“Kami sudah berulang-ulang kali datang menyampaikan keresahan dan berbagai masalah akan tetapi tanggapan dari DPRD sangat tidak memuaskan, anggota DPRD yang hadir tidak pernah mencapai 20 orang. Kami meminta petemuan di hari senin harus dihadiri oleh 20 orang anggota DPRD.” pintanya

Ditambahkan, Ahmad Paklean, perwakilan massa aksi, “Kalau DPRD Konsisten maka saya yakin sudah tidak ada lagi demo-demo karena DPRD bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan Regulasi yang diatur dalam konstitusi.”

Sementara, Fandi Latif meminta keterlibatan DPRD dalam aksi KMMB berikut.

“Kami meminta di aksi-aksi selanjutnya, DPRD harus terlibat dengan massa aksi, melakukan aksi unjuk rasa dan memboikot aktifitas pemerintahan sebagai bentuk komitmen DPRD bersama-sama dengan Rakyat.” ajaknya.

Hal tersebut ditanggapi tegas oleh Mich Bil Abd Azis, anggota DPRD.

“Perlu digaris bawahi bahwa saya juga ada didalam aksi ini, kami sudah siap untuk turun ke jalan bersama rakyat untuk melawan pemimpin yang Zalim. Mari kita sama-sama menjaga komitmen untuk menggulingkan kepemimpinan diktator BennyLaos.” cetusnya

DPRD yang hadir, Mich Bil, sudah berkokitmen berjihad melawan Benny Laos.

“Pandagan fraksi Kami pun sudah jadi untuk menggulingkan Benny Laos pemimpin yang Zalim.” ungkapnya

Sementara, fraksi Golongan Karya melalui Mahmud Kiat Anggota DPRD mengatakan datar,

“Partai Golkar sudah berkomitmen bahwa tetap bersama-sama rakyat dan tidak akan mendukung penista agama.” katanya

Hearing anggota DPRD dan Masa aksi Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB)  melahirkan dua kesepakatan, diantara;

  1. Meminta massa aksi menunggu pengambilan keputusan DPRD dengn memberi kesempatan bagi DPRD untuk melakukan konslolidasi anggota DPRD yang belum sempat Hadir.
  2. Perwakilan masaa aksi bersama dengan DPRD Morotai akan merumuskan surat untuk kemudian dikirim kepada Gubernur Malut dan ditindaklanjuti oleh Kemendagri,  kemudian perumusan hak interplasi DPRD akan tetap berjalan.

Pukul 12.15 WIT hearing selesai. Selanjutnya massa aksi melakukan pemboikotan pintu kantor DPRD Morotai menggunakan Papan dan Balok.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

DPRD Morotai Berkomitmen Gunakan Haknya Gulingkan Bupati

i-malut.com, MOROTAI – Hearing antara DPRD dengan massa aksi KMMB digelar pada pukul 11.20 Wit, diruang sidang DPRD Pulau Morotai. Dipimpin langsung M. Rasmin Fabanyo, Wakil Ketua II DPRD, dan dihadiri oleh 6 orang anggota DPRD Morotai, Rabu (21/11/2918).

Wakil Ketua DPRD M. Rasmin Fabanyo, mengatakan, pertemuan hari ini dilakukan untuk pemantapan kesepakatan sebagaimana yang telah di putuskan dihari kemarin.

Lanjutnya, pasca pertemuan ini, pihaknya akan memerintahkan Sekwan untuk membuat undangan kepada seluruh anggota DPRD dan pada hari senin (26/11/2018), seluruh DPRD akan rapat dan mengusulkan hak interplasi.

“Kami sedikit kecewa karena ada beberapa pimpinan SKPD tidak memiliki komitmen yang sama dengan kita semua.” ucapnya

dalam kesempatan yang sama, Korlap aksi Mujril Hi Dayan, sedikit menyampaikan kekecewaannya terhadap DPRD yang kurang respec dengan tututan mereka.

“Kami sudah berulang-ulang kali datang menyampaikan keresahan dan berbagai masalah akan tetapi tanggapan dari DPRD sangat tidak memuaskan, anggota DPRD yang hadir tidak pernah mencapai 20 orang. Kami meminta petemuan di hari senin harus dihadiri oleh 20 orang anggota DPRD.” pintanya

Ditambahkan, Ahmad Paklean, perwakilan massa aksi, “Kalau DPRD Konsisten maka saya yakin sudah tidak ada lagi demo-demo karena DPRD bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan Regulasi yang diatur dalam konstitusi.”

Sementara, Fandi Latif meminta keterlibatan DPRD dalam aksi KMMB berikut.

“Kami meminta di aksi-aksi selanjutnya, DPRD harus terlibat dengan massa aksi, melakukan aksi unjuk rasa dan memboikot aktifitas pemerintahan sebagai bentuk komitmen DPRD bersama-sama dengan Rakyat.” ajaknya.

Hal tersebut ditanggapi tegas oleh Mich Bil Abd Azis, anggota DPRD.

“Perlu digaris bawahi bahwa saya juga ada didalam aksi ini, kami sudah siap untuk turun ke jalan bersama rakyat untuk melawan pemimpin yang Zalim. Mari kita sama-sama menjaga komitmen untuk menggulingkan kepemimpinan diktator BennyLaos.” cetusnya

DPRD yang hadir, Mich Bil, sudah berkokitmen berjihad melawan Benny Laos.

“Pandagan fraksi Kami pun sudah jadi untuk menggulingkan Benny Laos pemimpin yang Zalim.” ungkapnya

Sementara, fraksi Golongan Karya melalui Mahmud Kiat Anggota DPRD mengatakan datar,

“Partai Golkar sudah berkomitmen bahwa tetap bersama-sama rakyat dan tidak akan mendukung penista agama.” katanya

Hearing anggota DPRD dan Masa aksi Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB)  melahirkan dua kesepakatan, diantara;

  1. Meminta massa aksi menunggu pengambilan keputusan DPRD dengn memberi kesempatan bagi DPRD untuk melakukan konslolidasi anggota DPRD yang belum sempat Hadir.
  2. Perwakilan masaa aksi bersama dengan DPRD Morotai akan merumuskan surat untuk kemudian dikirim kepada Gubernur Malut dan ditindaklanjuti oleh Kemendagri,  kemudian perumusan hak interplasi DPRD akan tetap berjalan.

Pukul 12.15 WIT hearing selesai. Selanjutnya massa aksi melakukan pemboikotan pintu kantor DPRD Morotai menggunakan Papan dan Balok.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER