Kenapa Kita Merasa Gatal? Ini Fakta dari Menggaruk

i-malut.comJIKA terkait dengan ilmu rasa gatal, kita baru ‘menggaruk’ kulit dari misteri kedokteran ini. Bagaimanapun, bidang ini mengungkapkan hasil yang mengejutkan terkait dengan otak manusia.

Dilansir dari okezone.com, Rabu (21/11/2018), Berikut sejumlah fakta yang akan membuat kita terganggu:

1. Kita menggaruk rata-rata sebanyak 97 kali dalam satu hari

Sejumlah kajian mengisyaratkan kita mengalami 100 rasa gatal setiap hari. Saat ini Anda kemungkinan merasakan satu atau dua buah di antaranya. Silakan menggaruk, tidak ada orang yang menyaksikan.

2. Rasa gatal karena binatang dan tanaman dipicu toksin di kulit

Toksin mulai mengeluarkan histamin, bagian dari respon kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan serat syaraf mengirimkan isyarat gatal ke otak Anda.

3. Rasa gatal memiliki jaringan syarafnya tersendiri

Sebelumnya kita berpikir bahwa rasa gatal dan sakit berbagi jalur yang sama, baru pada tahun 1997 tercatat temuan terobosan yang mengungkapkan rasa gatal memiliki serat syaraf tersendiri.

4. Tetapi isyarat gatal bergerak lebih lambat

Semua serat syaraf memiliki kecepatan yang berbeda-beda: Isyarat sentuhan berkecepatan 321 km per jam.

“Sakit yang segera dirasakan” (yang Anda alami saat secara tidak sengaja menyentuh kompor panas) berkecepatan 128 km per jam. Rasa gatal bergerak dengan kecepatan 2 mph atau 3 km per jam, lebih lambat dari pada kecepatan orang berjalan.

5. Rasa gatal menular, sama dengan menguap

Para ilmuwan membuktikan hal ini dengan memperlihatkan rekaman video tikus yang menonton tikus lain sedang menggaruk. Kelompok pertama segera mulai menggaruk.

6. Garukan menular melibatkan bagian kecil otak bernama nukleus suprachiasmatic

Saat ini, ahli syaraf masih belum mengetahui bagaimana bagian otak ini terlibat dalam melihat dan menyebarkan tindakan menggaruk.

7. Menggaruk adalah cara terbaik bagi tubuh untuk menghadapi ‘penjajah’ penyebab rasa gatal

Hal ini membantu mengusir serangga pengganggu atau tanaman beracun. Garukan juga membuat pelebaran pembuluh darah, membuat sel darah putih dan plasma mengalir untuk mengusir toksin pengganggu. Inilah yang menyebabkan kulit menjadi merah dan bernoda.

8. Menggaruk terasa nikmat karena melepaskan serotonin di otak

Serotonin adalah transmiter syaraf yang para ilmuwan pandang membangkitkan kebahagiaan. Semakin banyak serotonin mengalir di tubuh, Anda semakin lebih bahagia. Tidaklah mengherankan jika kadang-kadang sulit bagi kita untuk berhenti menggaruk.

9. Tempat terbaik untuk digaruk adalah pergelangan kaki

Hasil penelitian menunjukkan rasa gatal paling dirasakan di pergelangan kaki, tetapi ini adalah juga tempat dimana kenikmatan menggaruk paling dirasakan dan paling lama terjadi. Jujur saja, apakah Anda baru saja menggaruk pergelangan kaki untuk memastikannya?

10. Semakin Anda menggaruk, semakin gatal

Menggaruk kulit membebaskan histamin tambahan, mengirimkan semakin banyak isyarat gatal ke otak.

Jika Anda terlalu banyak melakukannya, kulit akan pecah, berisiko mengalami infeksi dan menyebabkan kudis.

Waspadai siklus gatal-garuk!

Menggaruk kulit membebaskan histamin tambahan, mengirimkan semakin banyak isyarat gatal ke otak.

Jika Anda terlalu banyak melakukannya, kulit akan pecah, berisiko mengalami infeksi dan menyebabkan kudis.

11. Siklus gatal-garuk adalah masalah yang dihadapi penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim

Antihistamin sering kali diberikan untuk mencoba mengurangi pengaruh histamin dan mengatasi rasa gatal.

12. Rasa gatal kronis sama melelahkannya dengan rasa sakit kronis

Peneliti kedokteran menemukan orang yang menderita rasa gatal tanpa henti mengalami tingkat ketidaknyamanan dan depresi yang sama dengan pasien penyakit kronis.

Menurut kajian yang diterbitkan Archives of Dermatology, orang yang menderita karena rasa gatal selama berminggu-minggu atau bahkan tahunan mengalami masalah seserius penderita sakit kronis.

Bahkan, penulis penelitian mengatakan rasa gatal kronis adalah “sama dengan rasa sakit yang dialami kulit”.

Dan bukan hanya itu – rasa gatal yang terus ada seharusnya tidak diacuhkan – rasa gatal kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti masalah kelenjar hati dan lymphoma.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Kenapa Kita Merasa Gatal? Ini Fakta dari Menggaruk

i-malut.comJIKA terkait dengan ilmu rasa gatal, kita baru ‘menggaruk’ kulit dari misteri kedokteran ini. Bagaimanapun, bidang ini mengungkapkan hasil yang mengejutkan terkait dengan otak manusia.

Dilansir dari okezone.com, Rabu (21/11/2018), Berikut sejumlah fakta yang akan membuat kita terganggu:

1. Kita menggaruk rata-rata sebanyak 97 kali dalam satu hari

Sejumlah kajian mengisyaratkan kita mengalami 100 rasa gatal setiap hari. Saat ini Anda kemungkinan merasakan satu atau dua buah di antaranya. Silakan menggaruk, tidak ada orang yang menyaksikan.

2. Rasa gatal karena binatang dan tanaman dipicu toksin di kulit

Toksin mulai mengeluarkan histamin, bagian dari respon kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan serat syaraf mengirimkan isyarat gatal ke otak Anda.

3. Rasa gatal memiliki jaringan syarafnya tersendiri

Sebelumnya kita berpikir bahwa rasa gatal dan sakit berbagi jalur yang sama, baru pada tahun 1997 tercatat temuan terobosan yang mengungkapkan rasa gatal memiliki serat syaraf tersendiri.

4. Tetapi isyarat gatal bergerak lebih lambat

Semua serat syaraf memiliki kecepatan yang berbeda-beda: Isyarat sentuhan berkecepatan 321 km per jam.

“Sakit yang segera dirasakan” (yang Anda alami saat secara tidak sengaja menyentuh kompor panas) berkecepatan 128 km per jam. Rasa gatal bergerak dengan kecepatan 2 mph atau 3 km per jam, lebih lambat dari pada kecepatan orang berjalan.

5. Rasa gatal menular, sama dengan menguap

Para ilmuwan membuktikan hal ini dengan memperlihatkan rekaman video tikus yang menonton tikus lain sedang menggaruk. Kelompok pertama segera mulai menggaruk.

6. Garukan menular melibatkan bagian kecil otak bernama nukleus suprachiasmatic

Saat ini, ahli syaraf masih belum mengetahui bagaimana bagian otak ini terlibat dalam melihat dan menyebarkan tindakan menggaruk.

7. Menggaruk adalah cara terbaik bagi tubuh untuk menghadapi ‘penjajah’ penyebab rasa gatal

Hal ini membantu mengusir serangga pengganggu atau tanaman beracun. Garukan juga membuat pelebaran pembuluh darah, membuat sel darah putih dan plasma mengalir untuk mengusir toksin pengganggu. Inilah yang menyebabkan kulit menjadi merah dan bernoda.

8. Menggaruk terasa nikmat karena melepaskan serotonin di otak

Serotonin adalah transmiter syaraf yang para ilmuwan pandang membangkitkan kebahagiaan. Semakin banyak serotonin mengalir di tubuh, Anda semakin lebih bahagia. Tidaklah mengherankan jika kadang-kadang sulit bagi kita untuk berhenti menggaruk.

9. Tempat terbaik untuk digaruk adalah pergelangan kaki

Hasil penelitian menunjukkan rasa gatal paling dirasakan di pergelangan kaki, tetapi ini adalah juga tempat dimana kenikmatan menggaruk paling dirasakan dan paling lama terjadi. Jujur saja, apakah Anda baru saja menggaruk pergelangan kaki untuk memastikannya?

10. Semakin Anda menggaruk, semakin gatal

Menggaruk kulit membebaskan histamin tambahan, mengirimkan semakin banyak isyarat gatal ke otak.

Jika Anda terlalu banyak melakukannya, kulit akan pecah, berisiko mengalami infeksi dan menyebabkan kudis.

Waspadai siklus gatal-garuk!

Menggaruk kulit membebaskan histamin tambahan, mengirimkan semakin banyak isyarat gatal ke otak.

Jika Anda terlalu banyak melakukannya, kulit akan pecah, berisiko mengalami infeksi dan menyebabkan kudis.

11. Siklus gatal-garuk adalah masalah yang dihadapi penyakit kulit seperti psoriasis dan eksim

Antihistamin sering kali diberikan untuk mencoba mengurangi pengaruh histamin dan mengatasi rasa gatal.

12. Rasa gatal kronis sama melelahkannya dengan rasa sakit kronis

Peneliti kedokteran menemukan orang yang menderita rasa gatal tanpa henti mengalami tingkat ketidaknyamanan dan depresi yang sama dengan pasien penyakit kronis.

Menurut kajian yang diterbitkan Archives of Dermatology, orang yang menderita karena rasa gatal selama berminggu-minggu atau bahkan tahunan mengalami masalah seserius penderita sakit kronis.

Bahkan, penulis penelitian mengatakan rasa gatal kronis adalah “sama dengan rasa sakit yang dialami kulit”.

Dan bukan hanya itu – rasa gatal yang terus ada seharusnya tidak diacuhkan – rasa gatal kronis dikaitkan dengan berbagai penyakit seperti masalah kelenjar hati dan lymphoma.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER