Kisah Pria 90 Tahun Berhasil Lulus SMP

i-malut.com, GUIMARAS — Usia bukan penghalang bagi pria Filipina bernama Jose Gaitan Gandecela ini untuk mengenyam pendidikan formal. Dia lulus SMP di usia 90 tahun.

Dilansir dari iNews.id, Senin (26/11/2018), Jose menamatkan sekolah dasar (SD) di Marisao Elementary School di Mandurriao, Kota Iloilo, pada Maret 1941. Namun di jenjang pendidikan berikutnya, Jose putus sekolah terkait berkecamuknya Perang Dunia II di Asia Pasifik.

Selama 77 tahun putus sekolah, Jose tak patah semangat. Pada 17 November 2018, dia menamatkan jenjang SMP dan mendapatkan ijazah kelulusan. Tak peduli dengan usia, dia bahkan mengikuti upacara wisuda dengan siswa lain yang lebih cocok menjadi anak bahkan cucunya.

Karena bangganya, ijazah itu pun diberi bingkai dan dipajang di kamarnya. Jose mengaku tak percaya bisa menamatkan sekolah dengan usianya kini.

“Setelah perang, saya menikahi Eca (Francisca Angeles). Kembali ke sekolah adalah hal yang mustahil,” ujarnya, dikutip dari The Philippine Daily Inquirer, Minggu (25/11).

Departemen Pendidikan Filipina menyatakan, Jose merupakan siswa paling tua yang lulus ujian akreditasi dan kesetaraan di bawah program ALS.

Dia mengikuti program ALS dari Januari hingga Oktober 2017 dan mengikuti ujian pada 11 Maret 2018 dengan nilai 81,6.

Dengan ijazah itu, Jose berhak mengikuti pendidikan di atasnya yakni jenjang SMA dengan memulai kelas 10.

Tak pelak, sebagai pria tertua yang lulus SMP, Jose bak menjadi selebriti di Kota Guimaras. Kabar ini dengan cepat menyebar karena prestasi yang ditorehkan pria yang sudah memiliki tujuh anak, 17 cucu, dan sembilan cicit ini.

Anak nelayan itu mencari nafkah dengan menjadi pengangkut muatan ke Kota Iloilo, Pulau Negros, dan Roxas City, di Capiz. Dia memiliki enam perahu motor kayu. Dia juga sempat menjadi kepala desa.

Meskipun penghasilannya sudah cukup, Jose tetap termotivasi untuk menamatkan studi formalnya. Tahun lalu, dia mendapatkan jadwal ALS yang memungkinkannya untuk sekolah sambil usaha. Sekolah G Nava Memorial High School di San Lorenzo tak menuntutnya datang setiap hari melainkan pada Jumat saja.

Sepekan sebelum ujian atau pada 3 Maret, istri Jose meninggal dunia. Eca meninggal setelah delapan tahun berjuang melawan kanker usus besar.

Bukannya patah semangat, justru kepergian sang istri membuat dia semakin termotivasi untuk mengikuti ujian.

“(Eca) adalah orang yang mendorong saya untuk mendaftar di ALS. Saya mendedikasikan ijazah ini untuknya. Jika dia masih hidup, dia akan sangat bangga kepada saya,” kata Jose.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Kisah Pria 90 Tahun Berhasil Lulus SMP

i-malut.com, GUIMARAS — Usia bukan penghalang bagi pria Filipina bernama Jose Gaitan Gandecela ini untuk mengenyam pendidikan formal. Dia lulus SMP di usia 90 tahun.

Dilansir dari iNews.id, Senin (26/11/2018), Jose menamatkan sekolah dasar (SD) di Marisao Elementary School di Mandurriao, Kota Iloilo, pada Maret 1941. Namun di jenjang pendidikan berikutnya, Jose putus sekolah terkait berkecamuknya Perang Dunia II di Asia Pasifik.

Selama 77 tahun putus sekolah, Jose tak patah semangat. Pada 17 November 2018, dia menamatkan jenjang SMP dan mendapatkan ijazah kelulusan. Tak peduli dengan usia, dia bahkan mengikuti upacara wisuda dengan siswa lain yang lebih cocok menjadi anak bahkan cucunya.

Karena bangganya, ijazah itu pun diberi bingkai dan dipajang di kamarnya. Jose mengaku tak percaya bisa menamatkan sekolah dengan usianya kini.

“Setelah perang, saya menikahi Eca (Francisca Angeles). Kembali ke sekolah adalah hal yang mustahil,” ujarnya, dikutip dari The Philippine Daily Inquirer, Minggu (25/11).

Departemen Pendidikan Filipina menyatakan, Jose merupakan siswa paling tua yang lulus ujian akreditasi dan kesetaraan di bawah program ALS.

Dia mengikuti program ALS dari Januari hingga Oktober 2017 dan mengikuti ujian pada 11 Maret 2018 dengan nilai 81,6.

Dengan ijazah itu, Jose berhak mengikuti pendidikan di atasnya yakni jenjang SMA dengan memulai kelas 10.

Tak pelak, sebagai pria tertua yang lulus SMP, Jose bak menjadi selebriti di Kota Guimaras. Kabar ini dengan cepat menyebar karena prestasi yang ditorehkan pria yang sudah memiliki tujuh anak, 17 cucu, dan sembilan cicit ini.

Anak nelayan itu mencari nafkah dengan menjadi pengangkut muatan ke Kota Iloilo, Pulau Negros, dan Roxas City, di Capiz. Dia memiliki enam perahu motor kayu. Dia juga sempat menjadi kepala desa.

Meskipun penghasilannya sudah cukup, Jose tetap termotivasi untuk menamatkan studi formalnya. Tahun lalu, dia mendapatkan jadwal ALS yang memungkinkannya untuk sekolah sambil usaha. Sekolah G Nava Memorial High School di San Lorenzo tak menuntutnya datang setiap hari melainkan pada Jumat saja.

Sepekan sebelum ujian atau pada 3 Maret, istri Jose meninggal dunia. Eca meninggal setelah delapan tahun berjuang melawan kanker usus besar.

Bukannya patah semangat, justru kepergian sang istri membuat dia semakin termotivasi untuk mengikuti ujian.

“(Eca) adalah orang yang mendorong saya untuk mendaftar di ALS. Saya mendedikasikan ijazah ini untuknya. Jika dia masih hidup, dia akan sangat bangga kepada saya,” kata Jose.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER