Tokoh Agama, Politisi, ASN Dan Masyarakat Kembali Mendesak Benny Laos Lepas Jabatan

i-malut.com, MOROTAI – Ketua MUI, Pendeta, ASN, Politisi dan Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB), kembali gelar aksi jilid tiga terkait masalah korupsi dan pelanggaran kententuan aparatur sipil Negara yang diduga dilakukan oleh Bupati Pulau Morotai. Aksi yang dilakukan pada senin (26/11) di jalan merdeka, depan Kantor Bupati Pulau Morotai, menuntut Bupati Benny Laos turun jabatan, .

Tepat Pukul 11.30 WIT bertempat di depan kantor Bupati Morotai, massa aksi unras KMMB berorasi menyampaikan tuntutan mereka.

Orator Sutikno Ali dalam orasinya mengutuk keras kepemimpinan Beny Laos.

“Untuk itu mari kita rapatkan barisan turunkan Beny Laos dari jabatan Bupati Morotai.” teriaknya

dalam kesempatan yang sama, Hasanudin Seba, Tokoh pemuda desa Daeo, dalam orasinya meminta, Rakyat morotai jangan lagi mau dibodohi dan jangan menutupi kesalahan Bupati Morotai.

Sementara Hi Arsyad Haya, Ketua MUI Morotai mengajak masyarakat bersatu melawan kebathilan.

“Mari kita bersatu padu memerangi kebatilan, kesewenang – wenangan yang dilakukan oleh penguasa.” seruannya.

Begitu pula Ahmad Arif Makatita, orator dari ASN juga mengajak massa aksi agar satukan barisan untuk melawan.

“Mari satukan barisan kita lawan pemimpin Dzalim, jangan mau diperbudak. ASN tidak terima dengan perbudakan yang dilakukan oleh pemimpin.”

Dalam orasinya, Ia juga meminta kepada Presiden RI dan Mendagri untuk turunkan Beny Laos dari jabatan Bupati, karena kepemimpinan Beny Laos sudah tidak sesuai dengan nilai -nilai Pancasila.

Demikian juga orator Pdt. Adlies Wisara, yang meneriakkan Beny Laos adalah pemimpin yang tidak memiliki etika sehingga dirinya nilai tidak pantas menjadi pemimpin di Morotai.

“Saya meminta kepada presiden RI Bpk. Joko widodo agar segera turunkan Beny Laos.” pintanya

Dirinya mengajak kepada seluruh masyrakat untuk bersatu, jangan biarkan negeri ini diporak-porandakan.

“Saya selaku tokoh agama kristen sangat malu dengn tindakan dan perilaku Beny Laos yang tidak beretika.” sambungnya

Sementara Pdt. Meis Mahura, juga senada. Dalam orasinya dikatakan, Ada upaya-upaya manipulasi politik dan ekonomi yang dilakukan oleh penguasa dan itu telah mengorbankan rakyat Morotai.

“Selaku masyrakat Morotai saya tidak terima dengan apa yang menimpa masyarakat Morotai, saya sudah pernah ingatkan kepada masyraakat Morotai dalam pilkada lalu jangan pilih Beny laos, namun ini sudah terjadi, saya berdiri disni atas nama agama, atas nama masyrakat Morotai, kami masih ingat ketika dimasa kepemimpinan Bupati Rusli Sibua, gereja tidak pernah dizalimi.” semburnya

Begitu juga orator Kadhan Lobi. Ia menegaskan, Beny laos hanya merampok di Morotai maka pantas untuk kita lawan. Beny Laos telah memonopoli sektor perikanan dan pertanian bahkan seluruh proyek di morotai juga di Monopoli.

“Kita akan boikot seluruh aktifitas pemerinthan di morotai.” katanya

Yulia, orator perwakilan para guru di Pulau Morotai, kembali menegaskan, tujuan mereka yang hadir adalah menurunkan Beny Laos sebagai Bupati, Untuk itu pihaknya akan terus melakukan perjuangan sampai Beny Laos turun dari jabatannya sebagai Bupati.

“Kami akan tetap konsisten dengan sikap kami, yaitu menurunkan Beny Laos sebagai Bupati Morotai, Kepmimpinan Beny laos tidak melahirkan pelayanan Publik yang prima.” teriak orator Fandi Latif,  politisi dan caleg PAN pulau morotai

Sementara koordinator aksi Mujril Hi Dayan, mengatakan, “Saya menguji konsistensi sekda Morotai dalam perjuangan ini,”

Tambahnya, “Kami juga sangat kecewa dengan tindakan DPRD Morotai yang tidak menepati janji untuk dapat terlibat dalam aksi hari ini.”

Orator Sabiin Ashar, menyoroti soal ekonomi terkait kopra dan ikan.

“Kopra dan ikan di Pulau Morotai tidak memiliki harga yang tinggi untuk itu agar naikan harga kopra dan perbaiki perekonomian di sektor Perikanan. Bupati Morotai adalah pemimpin yang kapitalis dan berwatak komunis karena telah melakukan penindasan terhadap rakyat.” sentilnya

Orator dari ASN lainnya, yakni Yakmil Abd. Karim, menuduh Sekda telah berhianat atas perjuangan ini.

“Sekda adalah penjilat, kezaliman akan tetap kami lawan.” semburnya

Sementara Rasmin Fabanyo Wakil Ketua II DPRD Morotai, mengutarakan, DPRD secara kelembagaan akan menyurat kepada Kemendagri melalui Gubernur Maluku utara untuk menyampaiakn kronologis kebijakan Bupati Morotai yang meresahkan masyrakat dan juga ASN.

“Sesuai dengan kesepakatan DPRD dengan KMMB bahwa hari ini akan menggelar paripurna hak interplasi yang dilakukan oleh DPRD, akan tetapi anggota DPRD yang saat ini beraada di Morotai hanya 5 orang. Kami juga menyesalkan dengan sikap para pimpinan perangkat Daerah yang tidak memiliki komitemen dalam perjuangan ini.” cetusnya

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tokoh Agama, Politisi, ASN Dan Masyarakat Kembali Mendesak Benny Laos Lepas Jabatan

i-malut.com, MOROTAI – Ketua MUI, Pendeta, ASN, Politisi dan Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB), kembali gelar aksi jilid tiga terkait masalah korupsi dan pelanggaran kententuan aparatur sipil Negara yang diduga dilakukan oleh Bupati Pulau Morotai. Aksi yang dilakukan pada senin (26/11) di jalan merdeka, depan Kantor Bupati Pulau Morotai, menuntut Bupati Benny Laos turun jabatan, .

Tepat Pukul 11.30 WIT bertempat di depan kantor Bupati Morotai, massa aksi unras KMMB berorasi menyampaikan tuntutan mereka.

Orator Sutikno Ali dalam orasinya mengutuk keras kepemimpinan Beny Laos.

“Untuk itu mari kita rapatkan barisan turunkan Beny Laos dari jabatan Bupati Morotai.” teriaknya

dalam kesempatan yang sama, Hasanudin Seba, Tokoh pemuda desa Daeo, dalam orasinya meminta, Rakyat morotai jangan lagi mau dibodohi dan jangan menutupi kesalahan Bupati Morotai.

Sementara Hi Arsyad Haya, Ketua MUI Morotai mengajak masyarakat bersatu melawan kebathilan.

“Mari kita bersatu padu memerangi kebatilan, kesewenang – wenangan yang dilakukan oleh penguasa.” seruannya.

Begitu pula Ahmad Arif Makatita, orator dari ASN juga mengajak massa aksi agar satukan barisan untuk melawan.

“Mari satukan barisan kita lawan pemimpin Dzalim, jangan mau diperbudak. ASN tidak terima dengan perbudakan yang dilakukan oleh pemimpin.”

Dalam orasinya, Ia juga meminta kepada Presiden RI dan Mendagri untuk turunkan Beny Laos dari jabatan Bupati, karena kepemimpinan Beny Laos sudah tidak sesuai dengan nilai -nilai Pancasila.

Demikian juga orator Pdt. Adlies Wisara, yang meneriakkan Beny Laos adalah pemimpin yang tidak memiliki etika sehingga dirinya nilai tidak pantas menjadi pemimpin di Morotai.

“Saya meminta kepada presiden RI Bpk. Joko widodo agar segera turunkan Beny Laos.” pintanya

Dirinya mengajak kepada seluruh masyrakat untuk bersatu, jangan biarkan negeri ini diporak-porandakan.

“Saya selaku tokoh agama kristen sangat malu dengn tindakan dan perilaku Beny Laos yang tidak beretika.” sambungnya

Sementara Pdt. Meis Mahura, juga senada. Dalam orasinya dikatakan, Ada upaya-upaya manipulasi politik dan ekonomi yang dilakukan oleh penguasa dan itu telah mengorbankan rakyat Morotai.

“Selaku masyrakat Morotai saya tidak terima dengan apa yang menimpa masyarakat Morotai, saya sudah pernah ingatkan kepada masyraakat Morotai dalam pilkada lalu jangan pilih Beny laos, namun ini sudah terjadi, saya berdiri disni atas nama agama, atas nama masyrakat Morotai, kami masih ingat ketika dimasa kepemimpinan Bupati Rusli Sibua, gereja tidak pernah dizalimi.” semburnya

Begitu juga orator Kadhan Lobi. Ia menegaskan, Beny laos hanya merampok di Morotai maka pantas untuk kita lawan. Beny Laos telah memonopoli sektor perikanan dan pertanian bahkan seluruh proyek di morotai juga di Monopoli.

“Kita akan boikot seluruh aktifitas pemerinthan di morotai.” katanya

Yulia, orator perwakilan para guru di Pulau Morotai, kembali menegaskan, tujuan mereka yang hadir adalah menurunkan Beny Laos sebagai Bupati, Untuk itu pihaknya akan terus melakukan perjuangan sampai Beny Laos turun dari jabatannya sebagai Bupati.

“Kami akan tetap konsisten dengan sikap kami, yaitu menurunkan Beny Laos sebagai Bupati Morotai, Kepmimpinan Beny laos tidak melahirkan pelayanan Publik yang prima.” teriak orator Fandi Latif,  politisi dan caleg PAN pulau morotai

Sementara koordinator aksi Mujril Hi Dayan, mengatakan, “Saya menguji konsistensi sekda Morotai dalam perjuangan ini,”

Tambahnya, “Kami juga sangat kecewa dengan tindakan DPRD Morotai yang tidak menepati janji untuk dapat terlibat dalam aksi hari ini.”

Orator Sabiin Ashar, menyoroti soal ekonomi terkait kopra dan ikan.

“Kopra dan ikan di Pulau Morotai tidak memiliki harga yang tinggi untuk itu agar naikan harga kopra dan perbaiki perekonomian di sektor Perikanan. Bupati Morotai adalah pemimpin yang kapitalis dan berwatak komunis karena telah melakukan penindasan terhadap rakyat.” sentilnya

Orator dari ASN lainnya, yakni Yakmil Abd. Karim, menuduh Sekda telah berhianat atas perjuangan ini.

“Sekda adalah penjilat, kezaliman akan tetap kami lawan.” semburnya

Sementara Rasmin Fabanyo Wakil Ketua II DPRD Morotai, mengutarakan, DPRD secara kelembagaan akan menyurat kepada Kemendagri melalui Gubernur Maluku utara untuk menyampaiakn kronologis kebijakan Bupati Morotai yang meresahkan masyrakat dan juga ASN.

“Sesuai dengan kesepakatan DPRD dengan KMMB bahwa hari ini akan menggelar paripurna hak interplasi yang dilakukan oleh DPRD, akan tetapi anggota DPRD yang saat ini beraada di Morotai hanya 5 orang. Kami juga menyesalkan dengan sikap para pimpinan perangkat Daerah yang tidak memiliki komitemen dalam perjuangan ini.” cetusnya

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER