Bayi 44 Hari Terserang Hydrocefalus, Butuh Uluran Tangan

i-malut.com, MERANGIN – Aska, bayi berusia 44 hari, warga RT 25 Kelurahan Pematang Kandis, Kabupaten Merangin, Jambi, lahir dengan kondisi kepala membesar diduga mengidap penyakit Hydrocefalus.

Dilansir dari laman SINDONews, Selasa (27/11/2018), Ayah kandung Aska, Pendi (32), kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh sarabutan, sedangkan Mimin (28) ibu Aska hanya berperan sebagai ibu rumah tangga.

Dengan keadaan kedua orang tua Aska yang tidak mampu, bayi ini membutuhkan uluran tangan guna mendapatkan perawatan medis.

Melihat kondisi Aska semakin hari semakin mengkhawatirkan, Pendi ayah Aska mengatakan bahwa penyakitnya ini didapat sejak lahir. “Anak saya keno penyakit ini sejak lahir, sayo nak bawak ke Rumah Sakit biaya saya dakdo, melihat kondisi anak saya semakin hari kepalanya semakin membengkak,” tutur Pendi.

Ditambahkan Pendi, dirinya tak tega melihat bayinya tiap hari mengerang kesakitan. “Apa lagi kalau sedang menangis, saya tidak tega melihatnya. Semakin membesar dan urat-uratnya biru kelihatan, dan hingga saat ini belum saya bawa berobat karena kami tidak ada biaya,” tutur Pendi. (rhs)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Bayi 44 Hari Terserang Hydrocefalus, Butuh Uluran Tangan

i-malut.com, MERANGIN – Aska, bayi berusia 44 hari, warga RT 25 Kelurahan Pematang Kandis, Kabupaten Merangin, Jambi, lahir dengan kondisi kepala membesar diduga mengidap penyakit Hydrocefalus.

Dilansir dari laman SINDONews, Selasa (27/11/2018), Ayah kandung Aska, Pendi (32), kesehariannya hanya bekerja sebagai buruh sarabutan, sedangkan Mimin (28) ibu Aska hanya berperan sebagai ibu rumah tangga.

Dengan keadaan kedua orang tua Aska yang tidak mampu, bayi ini membutuhkan uluran tangan guna mendapatkan perawatan medis.

Melihat kondisi Aska semakin hari semakin mengkhawatirkan, Pendi ayah Aska mengatakan bahwa penyakitnya ini didapat sejak lahir. “Anak saya keno penyakit ini sejak lahir, sayo nak bawak ke Rumah Sakit biaya saya dakdo, melihat kondisi anak saya semakin hari kepalanya semakin membengkak,” tutur Pendi.

Ditambahkan Pendi, dirinya tak tega melihat bayinya tiap hari mengerang kesakitan. “Apa lagi kalau sedang menangis, saya tidak tega melihatnya. Semakin membesar dan urat-uratnya biru kelihatan, dan hingga saat ini belum saya bawa berobat karena kami tidak ada biaya,” tutur Pendi. (rhs)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER