Istri Siri Jadi Umpan, Harta Korban Dikuras

i-malut.com, SUBANG –– Polisi menggulung kawanan penjahat bermodus penggerebekan pasangan mesum di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Korban tak berdaya saat hartanya dikuras pelaku.

Empat pelaku yang terdiri dua pria, Bob (27) dan Kipli (31), serta pasangan siri, Andi (32) dan Vera (31), harus mendekam di sel tahanan Mapolres Subang. “Sepasang suami istri berstatus nikah siri ini menjadi otak aksi pencurian dengan kekerasan. Dua pelaku lainnya bertindak sebagai algojo dari aksi kejahatan yang dilakukan di sebuah penginapan daerah Cipeundeuy,” ujar Kapolres Subang AKBP M Joni di Mapolres Subang, Senin (26/11).

Dikutip dari detik.com, Selasa (27/11/2018), menurut Joni, komplotan pencuri ini telah merencanakan aksi pencurian dengan cara mengumpankan Vera. Andi memerintahkan istri sirinya tersebut mencari pria calon korban melalui media sosial. Selepas berkenalan dan korban masuk perangkap, Vera lalu mengontak Andi.

Korban yang tak mengetahui siasat kongkalingkong itu bertemu dengan Vera di hotel. “Setelah di dalam kamar, pelaku perempuan memberikan informasi ke pelaku lain bahwa korban sudah di dalam kamar. Tiga pelaku lainnya langsung menggerebek mereka. Serorang pelaku mengaku suami dari si perempuan itu. Pelaku menuduh telah terjadi perzinahan,” tutur Joni.

Pelaku sempat menganiaya korban. Selain itu, kawanan pencuri ini menggasak uang Rp 500 ribu, telepon genggam dan satu unit sepeda motor.

Menurut Joni, usai menguras harta benda korban, Andi menghubungi Vera agar meminta uang kepada korban. Dia berdalih akan mengembalikan barang-barang korban dengan syarat menyerahkan duit Rp 10 juta.

Korban mengulur waktu untuk menebus keinginan pelaku. Selanjutnya korban melapor polisi soal kejadian yang menimpanya. Personel Reskrim Polres Subang menyusun strategi untuk menciduk para pelaku.

“Petugas menangkap pelaku dengan berpura-pura sebagai keluarga korban untuk menebus. Keempatnya dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” ujar Joni. (bbn/bbn)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Istri Siri Jadi Umpan, Harta Korban Dikuras

i-malut.com, SUBANG –– Polisi menggulung kawanan penjahat bermodus penggerebekan pasangan mesum di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Korban tak berdaya saat hartanya dikuras pelaku.

Empat pelaku yang terdiri dua pria, Bob (27) dan Kipli (31), serta pasangan siri, Andi (32) dan Vera (31), harus mendekam di sel tahanan Mapolres Subang. “Sepasang suami istri berstatus nikah siri ini menjadi otak aksi pencurian dengan kekerasan. Dua pelaku lainnya bertindak sebagai algojo dari aksi kejahatan yang dilakukan di sebuah penginapan daerah Cipeundeuy,” ujar Kapolres Subang AKBP M Joni di Mapolres Subang, Senin (26/11).

Dikutip dari detik.com, Selasa (27/11/2018), menurut Joni, komplotan pencuri ini telah merencanakan aksi pencurian dengan cara mengumpankan Vera. Andi memerintahkan istri sirinya tersebut mencari pria calon korban melalui media sosial. Selepas berkenalan dan korban masuk perangkap, Vera lalu mengontak Andi.

Korban yang tak mengetahui siasat kongkalingkong itu bertemu dengan Vera di hotel. “Setelah di dalam kamar, pelaku perempuan memberikan informasi ke pelaku lain bahwa korban sudah di dalam kamar. Tiga pelaku lainnya langsung menggerebek mereka. Serorang pelaku mengaku suami dari si perempuan itu. Pelaku menuduh telah terjadi perzinahan,” tutur Joni.

Pelaku sempat menganiaya korban. Selain itu, kawanan pencuri ini menggasak uang Rp 500 ribu, telepon genggam dan satu unit sepeda motor.

Menurut Joni, usai menguras harta benda korban, Andi menghubungi Vera agar meminta uang kepada korban. Dia berdalih akan mengembalikan barang-barang korban dengan syarat menyerahkan duit Rp 10 juta.

Korban mengulur waktu untuk menebus keinginan pelaku. Selanjutnya korban melapor polisi soal kejadian yang menimpanya. Personel Reskrim Polres Subang menyusun strategi untuk menciduk para pelaku.

“Petugas menangkap pelaku dengan berpura-pura sebagai keluarga korban untuk menebus. Keempatnya dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara,” ujar Joni. (bbn/bbn)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER