Siap-siap, Fitur ‘Paling Dibenci’ Bakal Muncul di WhatsApp

i-malut.com, JAKARTA — Aplikasi pesan instan WhatsApp sedang menyiapkan fitur status iklan. Fitur yang dinilai ‘paling mengganggu’ bagi pengguna ini disambut berbeda tak seperti pembaharuan fitur WhatsApp sebelumnya. Umumnya setiap terdapat pembaruan yang dikeluarkan platform tersebut sebagian besar pengguna akan menyambutnya dengan gegap gempita, namun tidak untuk kali ini.

Dilansir dari laman VIVA.co.id, Rabu (28/11/2018), pembaruan yang telah lama menjadi bahan pembicaraan ini membuat orang-orang penting di WhatsApp hengkang dari aplikasi milik Facebook tersebut.

Dua pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum telah mengucapkan selamat tinggal kepada perusahaan. Lalu baru-baru ini Business Executive WhatsApp, Neeraj Arora juga pergi meninggalkan posisinya di WhatsApp.

“Sepertinya semua orang meninggalkan WhatsApp bahkan sebelum status iklan dirilis. Satu lagi setelah Jan dan Brian, kini Neeraj Arora meninggalkan WhatsApp. Terima kasih atas pekerjaannya,” kata akun pembocor fitur WhatsApp, WABetaInfo

Soal fitur ‘status iklan’, memang akan muncul dalam pembaruan status tidak lama lagi. Fitur ini sudah diprediksikan bakal mirip dengan Instagram Stories yang diadopsi dari Snapchat Stories. Pengguna dapat memosting foto, video bahkan menambahkan GIF. Postingan akan hilang setelah 24 jam.

Facebook mengatakan, pengguna WhatsApp yang telah mencapai 450 juta saat ini menggunakan halaman status. Menurut pendiri WhatsApp yang telah hengkang, Brian Acton, iklan akan mulai beroperasi di tahun berikutnya.

“Iklan bertarget adalah alasan saya tidak suka berada di sana. Facebook menggambarkan serangkaian praktik bisnis, prinsip, etika dan kebijakan yang belum tentu saya memiliki suara yang sama,” kata Brian dalam wawancaranya dengan Forbes. (ren)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Siap-siap, Fitur ‘Paling Dibenci’ Bakal Muncul di WhatsApp

i-malut.com, JAKARTA — Aplikasi pesan instan WhatsApp sedang menyiapkan fitur status iklan. Fitur yang dinilai ‘paling mengganggu’ bagi pengguna ini disambut berbeda tak seperti pembaharuan fitur WhatsApp sebelumnya. Umumnya setiap terdapat pembaruan yang dikeluarkan platform tersebut sebagian besar pengguna akan menyambutnya dengan gegap gempita, namun tidak untuk kali ini.

Dilansir dari laman VIVA.co.id, Rabu (28/11/2018), pembaruan yang telah lama menjadi bahan pembicaraan ini membuat orang-orang penting di WhatsApp hengkang dari aplikasi milik Facebook tersebut.

Dua pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum telah mengucapkan selamat tinggal kepada perusahaan. Lalu baru-baru ini Business Executive WhatsApp, Neeraj Arora juga pergi meninggalkan posisinya di WhatsApp.

“Sepertinya semua orang meninggalkan WhatsApp bahkan sebelum status iklan dirilis. Satu lagi setelah Jan dan Brian, kini Neeraj Arora meninggalkan WhatsApp. Terima kasih atas pekerjaannya,” kata akun pembocor fitur WhatsApp, WABetaInfo

Soal fitur ‘status iklan’, memang akan muncul dalam pembaruan status tidak lama lagi. Fitur ini sudah diprediksikan bakal mirip dengan Instagram Stories yang diadopsi dari Snapchat Stories. Pengguna dapat memosting foto, video bahkan menambahkan GIF. Postingan akan hilang setelah 24 jam.

Facebook mengatakan, pengguna WhatsApp yang telah mencapai 450 juta saat ini menggunakan halaman status. Menurut pendiri WhatsApp yang telah hengkang, Brian Acton, iklan akan mulai beroperasi di tahun berikutnya.

“Iklan bertarget adalah alasan saya tidak suka berada di sana. Facebook menggambarkan serangkaian praktik bisnis, prinsip, etika dan kebijakan yang belum tentu saya memiliki suara yang sama,” kata Brian dalam wawancaranya dengan Forbes. (ren)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER