Frans Manery: Soktor Pariwisata Dapat Menggenjot Ekonomi Masyarakat

i-malut.com, TOBELO — Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery, bersama Wakil Bupati Muchlis TapiTapi, ketua DPRD Halut Julius Dagilaha, dan Sekertaris Daerah Fredy Tjandua, beberkan konsep pengembangan pariwisata Halmahera Utara tahun 2019, dalam agenda konferensi pers dengan seluruh awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Halut, Rabu (28/11).

Kegiatan konferensi pers dilaksanakan di Media Center Dinas Komimfo Halut yang bertempat di stand pameran pembangunan dan ekonomi kreatif ini, diikuti oleh sembilan media cetak, elektronik maupun media Online yang melakukan tugas peliputan di Kabupaten Halmahera Utara, serta beberpa pimpinan SKPD terkait.

Dalam konfrensi pers tersebut, para awak media mempertanyakan konsep pengembngan pariwisata yang diawali dengan festival Wonderful Halmahera, serta pameran pembagunan dan ekonomi kreatif 2018.

Frans Manery menyampaikan, bahwa konsep pembngunan sektor pariwisata memang sangat perlu, oleh karena sektor ini dapat mengerakkan sektor-sektor dunia usaha lain, untuk itu pemerintah daerah baru memulainya di tahun 2018 sebagai bentuk promosi.

Tentunya, sambung Frans, dalam rangka pengembangan sektor pariwisata, Pemerintah Daerah sudah dan sementara ini mempersiapkan berberbagai sarana dan prasarana, baik dari sisi infrastrukturnya maupun kesiapan masyarakatnya dalam menghadapi arus kunjungan wisata di daerah ini. Tetapi hal yang paling penting dan tidak bisa diabaikan adalah faktor keamananya, karena tanpa rasa aman maka, dunia inferstasi akan sulit di kembangkan di daerah ini.

“Menurut saya Konsep pariwisata seperti apa yang menjadi primadona yang akan kita jual nanti. Di Halut ini ada berbagai Destinasi wisata, diantaranya Tanjung Bongo, wisata sejarah Teluk Kao, Teluk Kupa-kupa, konsep budaya talaga lina, dan wisata religius Fandeken di desa duma bahkan wisata baharinya yang tidak kala menarik.” ungkap Bupati.

Oleh karen itu, sambung Bupati, ini harus dikemas dengan baik sehingga bernilai tinggi, karena sektor pariwisata dapat mengenjok perekonomian masyarakat ketika di ramu dengan baik, salah satu contohnya adalah tanjung bongo, ketika ditata dengan baik akan menggerakkan ekonomi masayarakat di sekitarnya, dari adat dan budaya, dari sisi kuliner khas galela, dan kerajinan kelompok usaha, maka dengan sendirinya perputaran ekonomi akan berjalan dengan baik.

Frans menambahkan, kenapa sektor pariwisata baru dimulai pengembangannya tahun ini, menurutnya pada tiga tahun sebelumnya, Dirinya dan Wakil Bupati Muchlis, masih dalam pembenahan dan penataan birokrasi, mempersiapkan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan maupun penguatan kapasitas pemerintah desa dengan menempatkan tenaga pembantu pendamping desa.

“Tahun ini kita promosikan dan di tahun 2019 nanti pemerintah daerah akan fokuskan pengembangan sektor pariwisata. Karna sektor pariwisata sekali lagi dapat mengerakkan sektor usaha lain yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dan megatasi pengangguran.” pungkasnya.

Sementara, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halut, Julius Dagilaha SH. dalam konfrensi pers di hadapan Frans Manery, Muhlis TapiTapi dan Sekda Fredi Tjandua, menegaskan, bahwa DPRD dalam langkah-langkan politiknya siap mendukung program pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi.

“Karena kita punya tujuan yang sama dalam melaksanakan pembangunan ini dan utuk mensejahterakan masyarakat.” katanya

Senada dengan Bupati, Sekda Halut Fredy Tjandua, memaparkan, bahwa konsep pariwisata di Halut bakal di kemas dalam beberapa destinasi, sehingga ketika di jual/promosikan nanti bisa laku.

“Oleh karena itu kami akan berupaya menggali berbagai berbagai referensi mempekaya struktur pariwisata di Halut. Kita punya Wisata Sejarah di kecamatan Kao Teluk, Armada Operasi Senyap Kapal selam di teluk kupa-kupa, Destinasi Wisata Religius Fandeken di Desa Duma, Destinasi Wisata Tanjung Bongo, Destinasi Wisata Air Panas Mamuya dan Lintas Alam Dukono, dan masi banyak peninggalan perang dunia yang bisa dijadikan referensi, Semua ini akan dikemas dengan baik sehingga sektor pariwisata halmahera bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.” jelasnya mengakhiri.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Frans Manery: Soktor Pariwisata Dapat Menggenjot Ekonomi Masyarakat

i-malut.com, TOBELO — Bupati Halmahera Utara Ir. Frans Manery, bersama Wakil Bupati Muchlis TapiTapi, ketua DPRD Halut Julius Dagilaha, dan Sekertaris Daerah Fredy Tjandua, beberkan konsep pengembangan pariwisata Halmahera Utara tahun 2019, dalam agenda konferensi pers dengan seluruh awak media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Halut, Rabu (28/11).

Kegiatan konferensi pers dilaksanakan di Media Center Dinas Komimfo Halut yang bertempat di stand pameran pembangunan dan ekonomi kreatif ini, diikuti oleh sembilan media cetak, elektronik maupun media Online yang melakukan tugas peliputan di Kabupaten Halmahera Utara, serta beberpa pimpinan SKPD terkait.

Dalam konfrensi pers tersebut, para awak media mempertanyakan konsep pengembngan pariwisata yang diawali dengan festival Wonderful Halmahera, serta pameran pembagunan dan ekonomi kreatif 2018.

Frans Manery menyampaikan, bahwa konsep pembngunan sektor pariwisata memang sangat perlu, oleh karena sektor ini dapat mengerakkan sektor-sektor dunia usaha lain, untuk itu pemerintah daerah baru memulainya di tahun 2018 sebagai bentuk promosi.

Tentunya, sambung Frans, dalam rangka pengembangan sektor pariwisata, Pemerintah Daerah sudah dan sementara ini mempersiapkan berberbagai sarana dan prasarana, baik dari sisi infrastrukturnya maupun kesiapan masyarakatnya dalam menghadapi arus kunjungan wisata di daerah ini. Tetapi hal yang paling penting dan tidak bisa diabaikan adalah faktor keamananya, karena tanpa rasa aman maka, dunia inferstasi akan sulit di kembangkan di daerah ini.

“Menurut saya Konsep pariwisata seperti apa yang menjadi primadona yang akan kita jual nanti. Di Halut ini ada berbagai Destinasi wisata, diantaranya Tanjung Bongo, wisata sejarah Teluk Kao, Teluk Kupa-kupa, konsep budaya talaga lina, dan wisata religius Fandeken di desa duma bahkan wisata baharinya yang tidak kala menarik.” ungkap Bupati.

Oleh karen itu, sambung Bupati, ini harus dikemas dengan baik sehingga bernilai tinggi, karena sektor pariwisata dapat mengenjok perekonomian masyarakat ketika di ramu dengan baik, salah satu contohnya adalah tanjung bongo, ketika ditata dengan baik akan menggerakkan ekonomi masayarakat di sekitarnya, dari adat dan budaya, dari sisi kuliner khas galela, dan kerajinan kelompok usaha, maka dengan sendirinya perputaran ekonomi akan berjalan dengan baik.

Frans menambahkan, kenapa sektor pariwisata baru dimulai pengembangannya tahun ini, menurutnya pada tiga tahun sebelumnya, Dirinya dan Wakil Bupati Muchlis, masih dalam pembenahan dan penataan birokrasi, mempersiapkan pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan maupun penguatan kapasitas pemerintah desa dengan menempatkan tenaga pembantu pendamping desa.

“Tahun ini kita promosikan dan di tahun 2019 nanti pemerintah daerah akan fokuskan pengembangan sektor pariwisata. Karna sektor pariwisata sekali lagi dapat mengerakkan sektor usaha lain yang bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dan megatasi pengangguran.” pungkasnya.

Sementara, ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halut, Julius Dagilaha SH. dalam konfrensi pers di hadapan Frans Manery, Muhlis TapiTapi dan Sekda Fredi Tjandua, menegaskan, bahwa DPRD dalam langkah-langkan politiknya siap mendukung program pemerintah daerah dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi.

“Karena kita punya tujuan yang sama dalam melaksanakan pembangunan ini dan utuk mensejahterakan masyarakat.” katanya

Senada dengan Bupati, Sekda Halut Fredy Tjandua, memaparkan, bahwa konsep pariwisata di Halut bakal di kemas dalam beberapa destinasi, sehingga ketika di jual/promosikan nanti bisa laku.

“Oleh karena itu kami akan berupaya menggali berbagai berbagai referensi mempekaya struktur pariwisata di Halut. Kita punya Wisata Sejarah di kecamatan Kao Teluk, Armada Operasi Senyap Kapal selam di teluk kupa-kupa, Destinasi Wisata Religius Fandeken di Desa Duma, Destinasi Wisata Tanjung Bongo, Destinasi Wisata Air Panas Mamuya dan Lintas Alam Dukono, dan masi banyak peninggalan perang dunia yang bisa dijadikan referensi, Semua ini akan dikemas dengan baik sehingga sektor pariwisata halmahera bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.” jelasnya mengakhiri.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER