Soal UN dan USBN 2019 Tidak Berubah

i-malut.com, JAKARTA — Tahun depan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tidak ada perubahan signifikan. Guru-guru pun diminta bersiap menghadapi ujian dengan mempelajari kisi-kisi yang telah dirilis.

Kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Hanya ada sedikit perbedaan pada jumlah peserta dan jadwal ujiannya saja.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda 90% dan soal esai 10%. Masih ada soal dari pusat 20- 25% untuk USBN, sedangkan untuk soal UN 100% disiapkan oleh pusat,” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi di Jakarta kemarin.

Melansir dari laman SINDOnews, Kamis, 29 November 2018, Dia menjelaskan, BSNP telah merilis kisi-kisi soal USBN dan UN yang bisa dilihat di laman https://s.id/ Kisi-kisi- USBN-2019 dan https:/ /s.id/ Kisi-kisi-UN-2019. Manfaat ada nya kisi-kisi ini adalah para guru di masing-masing satuan pendidikan bisa me lakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian.

“Fungsi kisi-kisi tersebut sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian standar kompetensi lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku,” ujarnya.

Bambang melanjutkan, terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis prosedur operasional standar (POS) USBN dan UN dalam waktu dekat ini. Prosedur ini tentunya dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait.

Dia me nyampaikan, POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN. Secara teknis, pelaksanaan UN dan USBN tidak berbeda dari tahun lalu.

Namun, terkait waktu pelaksanaan USBN karena ada jadwal UN yang dimajukan, maka pelaksanaannya akan berjalan setelah agenda UN. Kebijakan ini untuk memastikan bahwa kurikulum sudah tuntas diajarkan.

“UN itu akan dilaksanakan sampai pekan ketiga Mei. Maka agenda USBN akan dilakukan setelah itu,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, kementeriannya saat ini sedang mempercepat dan memperluas pelatihan guru matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA) dan bahasa untuk mendalami strategi pembelajaran kemampuan berpenalaran tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).

“Salah satu faktor rendahnya ke mam puan matematika juga IPA dan bahasa adalah standar yang diberlakukan selama ini yang masih memakai kemampuan berpenalaran dasar atau lower order thinking skills (LOTS). Makanya, tahun ini mulai kita perkenalan soal HOTS di dalam UN,” katanya. Sebelumnya Mendikbud ju ga mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model HOTS.

Dia memastikan, pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri.

“Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing meng hadapi era milenium dan Revolusi Industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan pe serta didik untuk mampu berpikir kritis, analitis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,” katanya saat membuka kegiatan pembekalan guru inti program peningkatan kompetensi pembelajaran berorientasi pada HOTS di Yogyakarta kemarin.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini me ngatakan, belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

Menurut dia, manusia dalam berbuat sesuatu yang pertama yang dilakukan adalah berpikir dulu. Bersikap dipengaruhi cara berpikir. Perilaku atau tindakan merupakan langkah konkret berdasarkan sikap. Demikianlah hakikat belajar. (nfl)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Soal UN dan USBN 2019 Tidak Berubah

i-malut.com, JAKARTA — Tahun depan soal Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) tidak ada perubahan signifikan. Guru-guru pun diminta bersiap menghadapi ujian dengan mempelajari kisi-kisi yang telah dirilis.

Kebijakan USBN dan UN tahun 2019 secara umum tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN tahun 2018. Hanya ada sedikit perbedaan pada jumlah peserta dan jadwal ujiannya saja.

“Bentuk soal USBN meliputi soal pilihan ganda 90% dan soal esai 10%. Masih ada soal dari pusat 20- 25% untuk USBN, sedangkan untuk soal UN 100% disiapkan oleh pusat,” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi di Jakarta kemarin.

Melansir dari laman SINDOnews, Kamis, 29 November 2018, Dia menjelaskan, BSNP telah merilis kisi-kisi soal USBN dan UN yang bisa dilihat di laman https://s.id/ Kisi-kisi- USBN-2019 dan https:/ /s.id/ Kisi-kisi-UN-2019. Manfaat ada nya kisi-kisi ini adalah para guru di masing-masing satuan pendidikan bisa me lakukan perencanaan ketuntasan pembelajaran untuk persiapan ujian.

“Fungsi kisi-kisi tersebut sebagai acuan pengembangan dan perakitan naskah soal ujian, baik soal USBN maupun soal UN. Kisi-kisi disusun berdasarkan kriteria pencapaian standar kompetensi lulusan, standar isi, dan kurikulum yang berlaku,” ujarnya.

Bambang melanjutkan, terkait dengan pelaksanaan USBN dan UN, BSNP akan segera merilis prosedur operasional standar (POS) USBN dan UN dalam waktu dekat ini. Prosedur ini tentunya dengan mempertimbangkan masukan dari direktorat terkait.

Dia me nyampaikan, POS tersebut merupakan ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan USBN dan UN. Secara teknis, pelaksanaan UN dan USBN tidak berbeda dari tahun lalu.

Namun, terkait waktu pelaksanaan USBN karena ada jadwal UN yang dimajukan, maka pelaksanaannya akan berjalan setelah agenda UN. Kebijakan ini untuk memastikan bahwa kurikulum sudah tuntas diajarkan.

“UN itu akan dilaksanakan sampai pekan ketiga Mei. Maka agenda USBN akan dilakukan setelah itu,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjelaskan, kementeriannya saat ini sedang mempercepat dan memperluas pelatihan guru matematika, ilmu pengetahuan alam (IPA) dan bahasa untuk mendalami strategi pembelajaran kemampuan berpenalaran tinggi atau higher order thinking skills (HOTS).

“Salah satu faktor rendahnya ke mam puan matematika juga IPA dan bahasa adalah standar yang diberlakukan selama ini yang masih memakai kemampuan berpenalaran dasar atau lower order thinking skills (LOTS). Makanya, tahun ini mulai kita perkenalan soal HOTS di dalam UN,” katanya. Sebelumnya Mendikbud ju ga mengimbau para guru untuk terus mengembangkan belajar mengajar di sekolah dengan model HOTS.

Dia memastikan, pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri.

“Dalam menyiapkan peserta didik yang siap bersaing meng hadapi era milenium dan Revolusi Industri 4.0, guru harus mampu mengarahkan pe serta didik untuk mampu berpikir kritis, analitis, dan mampu memberikan kesimpulan atau penyelesaian masalah,” katanya saat membuka kegiatan pembekalan guru inti program peningkatan kompetensi pembelajaran berorientasi pada HOTS di Yogyakarta kemarin.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini me ngatakan, belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut mencakup cara berpikir, bersikap, dan bertindak.

Menurut dia, manusia dalam berbuat sesuatu yang pertama yang dilakukan adalah berpikir dulu. Bersikap dipengaruhi cara berpikir. Perilaku atau tindakan merupakan langkah konkret berdasarkan sikap. Demikianlah hakikat belajar. (nfl)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER