Diduga Merasa Bersalah, Penyebab Pria 50 Tahun di Morotai Gantung Diri

i-malut.com, MOROTAI –– Merasa bersalah terhadap isteri, Rudi Eric Milla (50), nekad gantung diri di kamar, rumah Kepala Desa Hino, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (01/11) pagi.

Korban yang baru dua bulan pulang merantau dari papua dan ternate ini ditemukan tewas gantung diri di kamar  dengan leher terjerat tambang yang diikatkan pada balok atap rumah kepala desa hino.

Motif gantung diri ini masih diselidiki petugas Reskrim Polres Pulau Morotai namun, dari cerita secarik surat yang ditemukan, korban mengungkapkan penyesalannya dan permohonan maaf terhadap isteri dan keluarganya.

Dalam surat wasiat tertulis penyesalannya karena terlalu lama meninggalkan keluarga.

“Ade… kaka sudah tak bisa berpikir lagi. Kaka dihadapkan dengan masalah keluarga yang tak dapat diselesaikan. Biarlah ini jalan yang kaka ambil dan cukup ade sekeluarga tahu. sampaikan ke Istri, keluarga di Cendana, di Sopi, dan Hapo bilang saja kaka sakit. kaka terlalu lama tinggalkan keluarga… akhirnya semua terjadi, Nanti Hubungi maitua di hp nomor 1 Ada kaka punya kartu dan surat-surat nanti kirim” ungkap korban dalam surat wasiatnya yang ditulis sebelum mengantung diri.

Secarik surat yang ditinggal korban.

Diperoleh keterangan, jasad Rudi yang menggantung di kamar, pertama kali ditemukan oleh ponakannya Ling Ngato yakni anak dari adik korban, kepala Desa Hino

“Saya mau panggil papa tua untuk sarapan pagi, pas saya buka pintu kamar saya lihat papa tua sotagantong, saya kaget dan berteriak sambil keluar rumah panggil tetangga, karena papa (kepala desa) sudah ke kebun” terangnya

Lanjutnya, “saat saya panggil korban untuk sarapan pukul 08.30 wit pagi, setelah memanggil tetangga kemudian ada tetangga yang telpon kepala desa dan papa tiba dirumah pukul 10.00 wit. Kemudian menghubungi pihak Polsek Mortim dan dokter puskesmas sangowo, kecamatan morotai timur (Mortim).”

Namun pihak kepolisian dan pihak medis baru tiba di TKP pada pukul 12.44 wit, untuk melakukan penyelidikan, melepaskas tali yang terikat dileher korban dan pemeriksaan. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sangowo untuk di otopsi.

Pihak polisi yang mengambil gambar korban sebelum menurunkan

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Diduga Merasa Bersalah, Penyebab Pria 50 Tahun di Morotai Gantung Diri

i-malut.com, MOROTAI –– Merasa bersalah terhadap isteri, Rudi Eric Milla (50), nekad gantung diri di kamar, rumah Kepala Desa Hino, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Sabtu (01/11) pagi.

Korban yang baru dua bulan pulang merantau dari papua dan ternate ini ditemukan tewas gantung diri di kamar  dengan leher terjerat tambang yang diikatkan pada balok atap rumah kepala desa hino.

Motif gantung diri ini masih diselidiki petugas Reskrim Polres Pulau Morotai namun, dari cerita secarik surat yang ditemukan, korban mengungkapkan penyesalannya dan permohonan maaf terhadap isteri dan keluarganya.

Dalam surat wasiat tertulis penyesalannya karena terlalu lama meninggalkan keluarga.

“Ade… kaka sudah tak bisa berpikir lagi. Kaka dihadapkan dengan masalah keluarga yang tak dapat diselesaikan. Biarlah ini jalan yang kaka ambil dan cukup ade sekeluarga tahu. sampaikan ke Istri, keluarga di Cendana, di Sopi, dan Hapo bilang saja kaka sakit. kaka terlalu lama tinggalkan keluarga… akhirnya semua terjadi, Nanti Hubungi maitua di hp nomor 1 Ada kaka punya kartu dan surat-surat nanti kirim” ungkap korban dalam surat wasiatnya yang ditulis sebelum mengantung diri.

Secarik surat yang ditinggal korban.

Diperoleh keterangan, jasad Rudi yang menggantung di kamar, pertama kali ditemukan oleh ponakannya Ling Ngato yakni anak dari adik korban, kepala Desa Hino

“Saya mau panggil papa tua untuk sarapan pagi, pas saya buka pintu kamar saya lihat papa tua sotagantong, saya kaget dan berteriak sambil keluar rumah panggil tetangga, karena papa (kepala desa) sudah ke kebun” terangnya

Lanjutnya, “saat saya panggil korban untuk sarapan pukul 08.30 wit pagi, setelah memanggil tetangga kemudian ada tetangga yang telpon kepala desa dan papa tiba dirumah pukul 10.00 wit. Kemudian menghubungi pihak Polsek Mortim dan dokter puskesmas sangowo, kecamatan morotai timur (Mortim).”

Namun pihak kepolisian dan pihak medis baru tiba di TKP pada pukul 12.44 wit, untuk melakukan penyelidikan, melepaskas tali yang terikat dileher korban dan pemeriksaan. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Sangowo untuk di otopsi.

Pihak polisi yang mengambil gambar korban sebelum menurunkan

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER