Nasabah Ancam Akan Sita Aset Milik DIAN Penanggungjawab PT Karapoto di Tobelo

i-malut.com, TOBELO — Sejumlah nasabah PT. Karapoto mengancam akan melaporkan kasus penggelapan uang yang di lakukan “Dian” salah satu penanggungjawab PT Karapoto di Halmahera Utara. Pasalnya sampai saat ini pengembalian uang yang di janjikan belum juga di kembalikan.

Hamid, warga Desa Popilo yang ditemui, Senin (3/12) siang tadi mengatakan, sampai saat ini belum mendapat pengembalian uang, apalagi bunga yang di janjikan sebesar 100% itu. dirinya berharap agar pihak Kepolisian segera menindak tegas suadara Dian dan leadernya.

Kata dia, informasi yang Ia terima sesuai hasil pertemuan pagi tadi di ternate antar Joko Satrio dan istri Puspita Sari dengan para nasabah, bahwa pengembalian uang akan di bayarkan diakhir Januari 2019.

Dia mengangggap pihak Karapoto sengaja mengulur ngulur waktu guna menghindari dampak hukum di kemudian hari. Menurut dia perjanjian pengembalian sudah di tanda tangani di akta notaris, bahwa pengembalian akan terealisasi pada bulan november 2018.

Dia juga mempertanyakan keberadaan akta tersebut. Kata dia, kalau memang ini sudah di tanda tangani pihak Karopoto, sudah jelas melanggar hukum. Hamid berkesimpulan Akta Notaris yang dimaksud tersebut tidak ada sama sekali.

“Saya sebagai nasabah sudah tidak mau lagi menerima janji-janji muluk oleh Dian dan para leadernya. apapun alasannya kami tuntut uang kami dikembalikan.” tegasnya

Dia mengajak seluruh nasabah khususnya di Halmahera Utara untuk lebih tegas dalam menyikapi masalah ini.

Ditempat terpisah sejumlah nasabah juga mengancam apabila hari ini tidak ada pembayayaran, maka akan di laporkan ke pihak Kepolisian untuk di pertanggungjawabkan. Bahkan mereka mengancam akan menyita sejumlah aset milik saudara Dian dan leadernyal.

“Selama ini kami hanya dengar katanya perjanjian pembayaran sudah di tanda tangani oleh direktur Karapoto lewat akta notaris bahwa akan di kembalikan pada 27 November 2018 namun sampai sekarang tidak ada realisasi. Tutur salah satu nasabah. (Tim)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Nasabah Ancam Akan Sita Aset Milik DIAN Penanggungjawab PT Karapoto di Tobelo

i-malut.com, TOBELO — Sejumlah nasabah PT. Karapoto mengancam akan melaporkan kasus penggelapan uang yang di lakukan “Dian” salah satu penanggungjawab PT Karapoto di Halmahera Utara. Pasalnya sampai saat ini pengembalian uang yang di janjikan belum juga di kembalikan.

Hamid, warga Desa Popilo yang ditemui, Senin (3/12) siang tadi mengatakan, sampai saat ini belum mendapat pengembalian uang, apalagi bunga yang di janjikan sebesar 100% itu. dirinya berharap agar pihak Kepolisian segera menindak tegas suadara Dian dan leadernya.

Kata dia, informasi yang Ia terima sesuai hasil pertemuan pagi tadi di ternate antar Joko Satrio dan istri Puspita Sari dengan para nasabah, bahwa pengembalian uang akan di bayarkan diakhir Januari 2019.

Dia mengangggap pihak Karapoto sengaja mengulur ngulur waktu guna menghindari dampak hukum di kemudian hari. Menurut dia perjanjian pengembalian sudah di tanda tangani di akta notaris, bahwa pengembalian akan terealisasi pada bulan november 2018.

Dia juga mempertanyakan keberadaan akta tersebut. Kata dia, kalau memang ini sudah di tanda tangani pihak Karopoto, sudah jelas melanggar hukum. Hamid berkesimpulan Akta Notaris yang dimaksud tersebut tidak ada sama sekali.

“Saya sebagai nasabah sudah tidak mau lagi menerima janji-janji muluk oleh Dian dan para leadernya. apapun alasannya kami tuntut uang kami dikembalikan.” tegasnya

Dia mengajak seluruh nasabah khususnya di Halmahera Utara untuk lebih tegas dalam menyikapi masalah ini.

Ditempat terpisah sejumlah nasabah juga mengancam apabila hari ini tidak ada pembayayaran, maka akan di laporkan ke pihak Kepolisian untuk di pertanggungjawabkan. Bahkan mereka mengancam akan menyita sejumlah aset milik saudara Dian dan leadernyal.

“Selama ini kami hanya dengar katanya perjanjian pembayaran sudah di tanda tangani oleh direktur Karapoto lewat akta notaris bahwa akan di kembalikan pada 27 November 2018 namun sampai sekarang tidak ada realisasi. Tutur salah satu nasabah. (Tim)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER