Rumah Pintar KPU Halut, Kejaksaan Tunggu Hasil Audit

i-malut.com, TOBELO — Proyek pembangunan Rumah Pintar milik KPU Kabupaten Halmahera Utara yang diduga bermasalah bakal di seriusi Kejaksaan Negeri Tobelo.

Hal ini dikatakan Pasi Intel Kejari Halmahera Utara, Erwin, Kamis (06/12).

“Kalau proyek itu, bermasalah maka menjadi atensi bagi kami,” katanya.

Erwin menjelaskan bahwa, pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan karena harus menunggu pemeriksaan dari pihak inspektorat,

“Kalau sudah selesai pemeriksaan dari Inspektorat baru bisa lidik karena belum habis tahun anggaran,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pembangunan satu unit gedung yang diberi nama rumah pintar, lokasinya berseblahan dengan kantor Kejari Halmahera Utara, diduga pembangunannya tidak sesuai dengan mekanisme. Pasalnya proyek yang bersumber dari anggaran APBD Halut itu, dikerjakan tampa mencantumkam papan proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran pembangunan dan siapa yang mengerjakan proyek tersebut besar dugaan pembangunan gedung tersebut tidak di kerjakan oleh pihak ke tiga atau rekanan. Informasi yang diperoleh bahwa pembangunan rumah pintar itu, menggunakan dana hibah dari Pemkab Halmahera Utara tahun 2018.

Sekertaris umum GMNI Halmahera Utara, Ronal Muhama mengatakan proyek pemerintah yang tidak memasang papan proyek patut diduga telah menyembunyikan informasi anggaran kepada masyarakat,

“Masyarakat pasti bertanya dari mana asal anggaran itu,” katanya.

Belum lagi tambahnya, pembangunan itu, tanpa ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sebelumnya, Plt Sekertaris KPU Halut, Yusak Bubala mengaku tidak mengetahui soal anggaran proyek tersebut,

“yang tahu anggaran itu, Pak Rusli Sebe, nanti saya tanya dulu, ” katanya.

Sementara itu, Rusli Sebe, yang diduga mengelola proyek bangunan tersebut saat dihubungi meminta untuk menanyakan langsung ke Sekertaris KPU.

“Nanti hubungi di Pak Sek,” katanya singkat.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Rumah Pintar KPU Halut, Kejaksaan Tunggu Hasil Audit

i-malut.com, TOBELO — Proyek pembangunan Rumah Pintar milik KPU Kabupaten Halmahera Utara yang diduga bermasalah bakal di seriusi Kejaksaan Negeri Tobelo.

Hal ini dikatakan Pasi Intel Kejari Halmahera Utara, Erwin, Kamis (06/12).

“Kalau proyek itu, bermasalah maka menjadi atensi bagi kami,” katanya.

Erwin menjelaskan bahwa, pihaknya belum bisa melakukan penyelidikan karena harus menunggu pemeriksaan dari pihak inspektorat,

“Kalau sudah selesai pemeriksaan dari Inspektorat baru bisa lidik karena belum habis tahun anggaran,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pembangunan satu unit gedung yang diberi nama rumah pintar, lokasinya berseblahan dengan kantor Kejari Halmahera Utara, diduga pembangunannya tidak sesuai dengan mekanisme. Pasalnya proyek yang bersumber dari anggaran APBD Halut itu, dikerjakan tampa mencantumkam papan proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran pembangunan dan siapa yang mengerjakan proyek tersebut besar dugaan pembangunan gedung tersebut tidak di kerjakan oleh pihak ke tiga atau rekanan. Informasi yang diperoleh bahwa pembangunan rumah pintar itu, menggunakan dana hibah dari Pemkab Halmahera Utara tahun 2018.

Sekertaris umum GMNI Halmahera Utara, Ronal Muhama mengatakan proyek pemerintah yang tidak memasang papan proyek patut diduga telah menyembunyikan informasi anggaran kepada masyarakat,

“Masyarakat pasti bertanya dari mana asal anggaran itu,” katanya.

Belum lagi tambahnya, pembangunan itu, tanpa ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sebelumnya, Plt Sekertaris KPU Halut, Yusak Bubala mengaku tidak mengetahui soal anggaran proyek tersebut,

“yang tahu anggaran itu, Pak Rusli Sebe, nanti saya tanya dulu, ” katanya.

Sementara itu, Rusli Sebe, yang diduga mengelola proyek bangunan tersebut saat dihubungi meminta untuk menanyakan langsung ke Sekertaris KPU.

“Nanti hubungi di Pak Sek,” katanya singkat.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER