AS Kalah di Sidang PBB, Hamas Berterima Kasih

i-malut.com, NEWYORK — Hamas berterima kasih kepada negara-negara yang menentang resolusi usulan Amerika Serikat (AS) ke PBB untuk menghukum mereka. Ini pertama kalinya AS gagal menyakinkan PBB untuk memberikan sanksi kepada Hamas.

“(Kami meminta) semua negara yang mendukung pendudukan Israel dan pemerintahan (Donald) Trump untuk mempertimbangkan sikap mereka dan memperbaiki kesalahan mereka yang bersejarah dan besar terhadap rakyat Palestina,” kata pernyataan Hamas, seperti dilansir dari republika, Jumat (7/12/2018).

Hamas mengatakan, kegagalan untuk mengesahkan resolusi tersebut menunjukkan kesalahan serius atas kebijakan intimidasi pemerintahan Trump di kawasan Palestina-Israel. Perwakilan Palestina di PBB Riyad Mansour juga mengecam kebijakan politik AS yang ditujukan kepada orang Palestina.

Selama di bawah pemerintahan Trump, AS selalu melancarkan kebijakan yang merugikan Palestina. Seperti memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Mayoritas negara anggota PBB sebenarnya memilih untuk memberikan hukuman kepada kelompok pembela kemerdekaan Palestina tersebut. Sebanyak 87 anggota setuju untuk menghukum Hamas, sementara 57 lagi menentangnya dan 38 abstain.

Namun, dalam pertemuan terdahulu, Dewan Majelis PBB sepakat resolusi Hamas ini hanya bisa disahkan jika dua per tiga dari total kesuluruhan suara mendukung resolusi ini. Prosedur dua per tiga suara ini diajukan oleh Kuwait. Dan hasilnya voting tidak mencapai dua pertiga.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley memberikan ancaman kepada anggota-anggota negara PBB melalui pesan tertulis untuk menyetujui draft yang diajukan AS tersebut.

“Amerika Serikat melihat hasil pemungutan suara ini dengan sangat serius,” kata Haley.

Haley yang sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai duta besar AS untuk PBB akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir tahun ini. Sepanjang menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB ia seorang pembela Israel yang gigih.

“Sebelum Majelis Sidang dapat mengadvokasi secara kredibel kompromi dan rekonsiliasi antara Palestina dan Israel, harus dicatat, tanpa ambigu dan syarat untuk mengutuk terorisme Hamas,” kata Haley sebelum pemungutan suara.

Salah seorang pejabat Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan penolak draft resolusi yang diajukan AS ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan AS. Selain juga menjadi menjadi legitimasi perlawanan terhadap kependudukan Israel yang didukung AS.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

AS Kalah di Sidang PBB, Hamas Berterima Kasih

i-malut.com, NEWYORK — Hamas berterima kasih kepada negara-negara yang menentang resolusi usulan Amerika Serikat (AS) ke PBB untuk menghukum mereka. Ini pertama kalinya AS gagal menyakinkan PBB untuk memberikan sanksi kepada Hamas.

“(Kami meminta) semua negara yang mendukung pendudukan Israel dan pemerintahan (Donald) Trump untuk mempertimbangkan sikap mereka dan memperbaiki kesalahan mereka yang bersejarah dan besar terhadap rakyat Palestina,” kata pernyataan Hamas, seperti dilansir dari republika, Jumat (7/12/2018).

Hamas mengatakan, kegagalan untuk mengesahkan resolusi tersebut menunjukkan kesalahan serius atas kebijakan intimidasi pemerintahan Trump di kawasan Palestina-Israel. Perwakilan Palestina di PBB Riyad Mansour juga mengecam kebijakan politik AS yang ditujukan kepada orang Palestina.

Selama di bawah pemerintahan Trump, AS selalu melancarkan kebijakan yang merugikan Palestina. Seperti memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Mayoritas negara anggota PBB sebenarnya memilih untuk memberikan hukuman kepada kelompok pembela kemerdekaan Palestina tersebut. Sebanyak 87 anggota setuju untuk menghukum Hamas, sementara 57 lagi menentangnya dan 38 abstain.

Namun, dalam pertemuan terdahulu, Dewan Majelis PBB sepakat resolusi Hamas ini hanya bisa disahkan jika dua per tiga dari total kesuluruhan suara mendukung resolusi ini. Prosedur dua per tiga suara ini diajukan oleh Kuwait. Dan hasilnya voting tidak mencapai dua pertiga.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley memberikan ancaman kepada anggota-anggota negara PBB melalui pesan tertulis untuk menyetujui draft yang diajukan AS tersebut.

“Amerika Serikat melihat hasil pemungutan suara ini dengan sangat serius,” kata Haley.

Haley yang sudah menyatakan mengundurkan diri sebagai duta besar AS untuk PBB akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir tahun ini. Sepanjang menjabat sebagai duta besar AS untuk PBB ia seorang pembela Israel yang gigih.

“Sebelum Majelis Sidang dapat mengadvokasi secara kredibel kompromi dan rekonsiliasi antara Palestina dan Israel, harus dicatat, tanpa ambigu dan syarat untuk mengutuk terorisme Hamas,” kata Haley sebelum pemungutan suara.

Salah seorang pejabat Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan penolak draft resolusi yang diajukan AS ini menjadi pukulan telak bagi pemerintahan AS. Selain juga menjadi menjadi legitimasi perlawanan terhadap kependudukan Israel yang didukung AS.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER