Saksi Penembakan di Papua: Lari ke Hutan Sambil Bawa Jenazah TNI

i-malut.com, JAKARTA — Saleh, seorang pekerja bangunan SMP dan Puskesmas di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua menjadi salah satu orang yang selamat dalam penyerangan pos TNI di Mbua. Usai dievakuasi ke kantor Batalyon 756/WMS, ia menceritakan kejadian penyerangan pada Senin lalu itu.

Saleh menuturkan penyerangan terjadi pada Senin pagi, 3 Desember lalu setelah terjadi penembakan sejumlah pekerja di Distrik Yall. Ia bersama sejumlah anggota dan pekerja lainya mengosongkan pos sekitar pukul 23.00 WIT.

“Setelah kami kosongkan pos karena diserang itu, kami lari ke hutan sambil membawa jenazah anggota TNI yang tewas tertembak untuk menyembunyikan jenazah,” kata Saleh.

Selama menyelamatkan diri itu, Saleh bersama rekan pekerja bangunan lainnya lari sambil bergantian membawa jenazah anggota TNI yang tewas ke arah Wamena. “Kami menyelamatkan diri dari jam lima pagi hingga jam 7 malam sampai bisa ditemui tim aparat gabungan yang sudah tiba di Mbua. Yang menyerang kita ini ada mungkin puluhan orang,” ujarnya.

Seorang saksi lainnya, Makbul yang menjadi pekerja bangunan SMP Mbua mengungkapkan pos TNI Mbua diserang mulai pukul 05.00 pagi waktu setempat dan terjadi kontak senjata hingga malam hari pukul 19.00.

“Pada saat penyerangan pos TNI itu, kebetulan ada empat orang yang berhasil lolos saat penembakan di distrik Yall yang kabur ke pos TNI sehingga kami diserang,” kata Makbul.

Saat penyerangan pos, kata Makbul, ada sejumlah pekerja yang terkena tembakan, lemparan batu dan penganiyaan lainnya. Ada pula yang pura-pura meninggal dan semuanya berhasil lolos. “Kita bergantian pikul jenazah sambil melarikan diri, kalau kita tidak lari semua pasti jadi korban,” ujarnya.

Sejauh ini, tim gabungan TNI dan Polri menemukan 16 jenazah yang menjadi korban meninggal insiden penembakan oleh kelompok bersenjata. Insiden penembakan pekerja oleh kelompok bersenjata di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua, terjadi pada Senin, 3 Desember 2018. Kelompok yang bertanggung jawab atas insiden ini adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pimpinan Egianus Kogoya, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Demikian dilansir dari tempo, Kamis (6/12/2018)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Saksi Penembakan di Papua: Lari ke Hutan Sambil Bawa Jenazah TNI

i-malut.com, JAKARTA — Saleh, seorang pekerja bangunan SMP dan Puskesmas di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua menjadi salah satu orang yang selamat dalam penyerangan pos TNI di Mbua. Usai dievakuasi ke kantor Batalyon 756/WMS, ia menceritakan kejadian penyerangan pada Senin lalu itu.

Saleh menuturkan penyerangan terjadi pada Senin pagi, 3 Desember lalu setelah terjadi penembakan sejumlah pekerja di Distrik Yall. Ia bersama sejumlah anggota dan pekerja lainya mengosongkan pos sekitar pukul 23.00 WIT.

“Setelah kami kosongkan pos karena diserang itu, kami lari ke hutan sambil membawa jenazah anggota TNI yang tewas tertembak untuk menyembunyikan jenazah,” kata Saleh.

Selama menyelamatkan diri itu, Saleh bersama rekan pekerja bangunan lainnya lari sambil bergantian membawa jenazah anggota TNI yang tewas ke arah Wamena. “Kami menyelamatkan diri dari jam lima pagi hingga jam 7 malam sampai bisa ditemui tim aparat gabungan yang sudah tiba di Mbua. Yang menyerang kita ini ada mungkin puluhan orang,” ujarnya.

Seorang saksi lainnya, Makbul yang menjadi pekerja bangunan SMP Mbua mengungkapkan pos TNI Mbua diserang mulai pukul 05.00 pagi waktu setempat dan terjadi kontak senjata hingga malam hari pukul 19.00.

“Pada saat penyerangan pos TNI itu, kebetulan ada empat orang yang berhasil lolos saat penembakan di distrik Yall yang kabur ke pos TNI sehingga kami diserang,” kata Makbul.

Saat penyerangan pos, kata Makbul, ada sejumlah pekerja yang terkena tembakan, lemparan batu dan penganiyaan lainnya. Ada pula yang pura-pura meninggal dan semuanya berhasil lolos. “Kita bergantian pikul jenazah sambil melarikan diri, kalau kita tidak lari semua pasti jadi korban,” ujarnya.

Sejauh ini, tim gabungan TNI dan Polri menemukan 16 jenazah yang menjadi korban meninggal insiden penembakan oleh kelompok bersenjata. Insiden penembakan pekerja oleh kelompok bersenjata di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua, terjadi pada Senin, 3 Desember 2018. Kelompok yang bertanggung jawab atas insiden ini adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat pimpinan Egianus Kogoya, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM). Demikian dilansir dari tempo, Kamis (6/12/2018)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER