Sri Mulyani: Anggaran Bansos Bengkak Rp4,3 Triliun

i-malut.com, BALI — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) bakal membengkak sekitar Rp4,3 triliun pada tahun ini.

Proyeksinya, anggaran bansos mencapai Rp85,6 triliun atau lebih dari pagu awal di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp81,3 triliun.

Ani, begitu ia akrab disapa, mengatakan realisasi anggaran bansos akan meningkat karena ada tambahan penyaluran dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH) ke-3 bagi peserta baru. Selain itu, pemerintah juga menambahkan anggaran penanggulangan bencana dari pos ini.

“Realisasi belanja bansos bisa melebihi 100 persen. Tahun depan pun akan naik karena dana untuk PKH naik, tapi kami harapkan ini bisa menurunkan tingkat kemiskinan dan gini ratio,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Dikutip dari cnnindonesia, Jumat (7/12/2018), berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 30 November 2018, realisasi belanja bansos telah mencapai Rp73,4 triliun atau 90,3 persen dari target di APBN 2018.

Realisasi ini tumbuh 36,7 persen dari periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini lantaran pagu anggaran bansos tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp59 triliun.

Lebih rinci, realisasi penyerapan anggaran bansos untuk PKH telah mencapai Rp17 triliun atau 113 persen dari target. Lalu, untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai Rp25 triliun atau 100 persen dari target.

Kemudian, penyerapan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp16 triliun atau 79 persen dari target, Bidikmisi Rp4 triliun atau 91 persen dari target, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Rp9 triliun atau 87 persen dari target, dan belanja lainnya Rp1 triliun atau 25 persen dari target. (uli/bir/red)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

Sri Mulyani: Anggaran Bansos Bengkak Rp4,3 Triliun

i-malut.com, BALI — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan realisasi belanja bantuan sosial (bansos) bakal membengkak sekitar Rp4,3 triliun pada tahun ini.

Proyeksinya, anggaran bansos mencapai Rp85,6 triliun atau lebih dari pagu awal di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp81,3 triliun.

Ani, begitu ia akrab disapa, mengatakan realisasi anggaran bansos akan meningkat karena ada tambahan penyaluran dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH) ke-3 bagi peserta baru. Selain itu, pemerintah juga menambahkan anggaran penanggulangan bencana dari pos ini.

“Realisasi belanja bansos bisa melebihi 100 persen. Tahun depan pun akan naik karena dana untuk PKH naik, tapi kami harapkan ini bisa menurunkan tingkat kemiskinan dan gini ratio,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12).

Dikutip dari cnnindonesia, Jumat (7/12/2018), berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 30 November 2018, realisasi belanja bansos telah mencapai Rp73,4 triliun atau 90,3 persen dari target di APBN 2018.

Realisasi ini tumbuh 36,7 persen dari periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini lantaran pagu anggaran bansos tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp59 triliun.

Lebih rinci, realisasi penyerapan anggaran bansos untuk PKH telah mencapai Rp17 triliun atau 113 persen dari target. Lalu, untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai Rp25 triliun atau 100 persen dari target.

Kemudian, penyerapan untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp16 triliun atau 79 persen dari target, Bidikmisi Rp4 triliun atau 91 persen dari target, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Rp9 triliun atau 87 persen dari target, dan belanja lainnya Rp1 triliun atau 25 persen dari target. (uli/bir/red)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...