BPJS Minta RSUD Sanana Gantikan Uang Pasien Terkait Pengambilan Obat Diluar Apotik

i-malut.com, SANANA – Badan Pemeriksaan Jaminan Kesehatan (BPJS) Kabupaten Kepulauan Sula, meminta kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (Dirut RSUD) sanana harus Transparansi kepada pasien. Sebab selama peserta melalui prosedur maka itu tidak ada pungutan biaya tambahan kepada pasien BPJS.

Baca Juga : Selama Dua Bulan, Masyarakat Tiga Desa di Sula Keluhkan Air Bersih

Kepala BPJS Kabupaten Kepulauan Sula, Abdul Gani Kahar kepada wartawan, Selasa (11/12) menjelaskan, sesuai dengan regulasi yang diatur dalam undang-undang, sebenarnya permasalahan terletak pada manajemen rumah sakitnya. Menurutnya, dengan membedakan cara melayani pasien dan harga tindakan medis bagi pasien Umum dan BPJS, akibatnya membuat masyarakat tidak menggunakan kartu BPJS sebagai kartu berobat. Sedangkan disini BPJS kesehatan berperan sebagai penjamin pendanaan atas biaya pasien yang telah terdaftar sebagai peserta dengan sesuai kelas yang ditetapkan.

“Mereka berobat di rumah sakit, dan obatnya beli di luar, permasalahan ini sebenarnya sudah lama, dan apabila obat yang di maksud itu kosong atau lambat pengadaan, itu tanggungjawab rumah sakit adan tidak harus membedakan kembali kepada pasien BPJS dan apabila obatnya di luar apotik RSUD maka kewajiban bagi pihak RSUD harus menggantikan kembali uang tersebut, saya berbicara sesuai dengan regulasi permenkes nomor 28 tahun 2014,” paparnya.

Lanjut dia, Pemerintah daerah seharusnya ada perhatian, dan pihak RSUD Sanana seharusnya ada solusi untuk pasien BPJS agar uang pembelian obat di apotik luar rumah sakit dikembalikan.

Dikatakan, berdasarkan Permenkes nomor 28 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional, penggunaan obat diluar formularium nasional di FKRTL atau RS mungkinkan setelah mendapatkan rekomendasi dari ketua komite Medik/ Direktur RS yang biaya sudah termasuk dalam tarif INA CBGS dan tidak boleh dibebankan kepada peserta atau pasien BPJS.

Terpisah, Dirut RSUD Sanana, Dr. Willy H. Ogi, SpOG kepada wartawan via handphone malam tadi menyatakan, kalau permaslaah itu, kemungkinan obat yang ada di RSUD tidak ada sehingga pasien membelinya di apotik luar. Menururtnya, pihaknya akan melakukan pendataan terkait dengan pengurangan obat, agar kedepannya obat kebetuhan pasien BPJS bisa dipenuhi, kemudian apa bila pasien BPJS ada pengambilan obat diluar maka itu pihaknya akan mengkroscek resep obatnya akan di ferivikasi dan akan dikembalikan uangnya sesuai dengan dana yang ada di rumah sakit.

“dan itu mungkin yang lalu, karena sekarang ini sudah berkurang, sebab kami juga punya penyediaan obat cukup banyak dan sudah bisa memenuhi kebutuhan pasien saat di rawat, ” jelasnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Siap-Siap, Guru yang ‘Lompat’ Duduki Jabatan Struktural Bakal...

Labuha - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), bakal mengembalikan sejumlah pegawai fungsional (guru) yang saat ini menduduki jabatan struktural disejumlah SKPD, baik Eselon II, III dan IV,...

Soal Tunggakan 1 Milyar di PDAM, Pemkot Ternate...

Ternate -- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate masih menunggak pada Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) kurang lebih 1 Milyar. Tunggakan tersebut terjadi saat Pemkot Ternate menempati X-Kantor Gubernur. Walikota Ternate M....

Langkah Cepat Nakertrans Malut Selidiki Insiden Kebakaran di...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), pada Selasa, 15 Juni 2021 kemarin, menelan korban luka bakar sebanyak 6 orang karyawannya. Insiden ini langsung...

Usai dilantik Ramli Tidore nyatakan PKS siap bantu...

Sanana -- Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pengurus MPD, DPD dan DED, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kab. Pulau Taliabu (Pultab) yang di...

Babinsa Bajo, PAM Kunker Wabup Kepsul

Sanana -- Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bajo-Kec. Sanana Utara, Koptu. Arifin Kemhay, baru-baru ini melakukan Pengamanan (PAM) bersama Bhabinkamtibmas dan Petugas lainnya, mengawal Kunjungan Kerja (Kunker-red) Wakil Bupati (Wabup)...

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

BERITA UTAMA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

ARTIKEL TERKAIT

BPJS Minta RSUD Sanana Gantikan Uang Pasien Terkait Pengambilan Obat Diluar Apotik

i-malut.com, SANANA – Badan Pemeriksaan Jaminan Kesehatan (BPJS) Kabupaten Kepulauan Sula, meminta kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (Dirut RSUD) sanana harus Transparansi kepada pasien. Sebab selama peserta melalui prosedur maka itu tidak ada pungutan biaya tambahan kepada pasien BPJS.

Baca Juga : Selama Dua Bulan, Masyarakat Tiga Desa di Sula Keluhkan Air Bersih

Kepala BPJS Kabupaten Kepulauan Sula, Abdul Gani Kahar kepada wartawan, Selasa (11/12) menjelaskan, sesuai dengan regulasi yang diatur dalam undang-undang, sebenarnya permasalahan terletak pada manajemen rumah sakitnya. Menurutnya, dengan membedakan cara melayani pasien dan harga tindakan medis bagi pasien Umum dan BPJS, akibatnya membuat masyarakat tidak menggunakan kartu BPJS sebagai kartu berobat. Sedangkan disini BPJS kesehatan berperan sebagai penjamin pendanaan atas biaya pasien yang telah terdaftar sebagai peserta dengan sesuai kelas yang ditetapkan.

“Mereka berobat di rumah sakit, dan obatnya beli di luar, permasalahan ini sebenarnya sudah lama, dan apabila obat yang di maksud itu kosong atau lambat pengadaan, itu tanggungjawab rumah sakit adan tidak harus membedakan kembali kepada pasien BPJS dan apabila obatnya di luar apotik RSUD maka kewajiban bagi pihak RSUD harus menggantikan kembali uang tersebut, saya berbicara sesuai dengan regulasi permenkes nomor 28 tahun 2014,” paparnya.

Lanjut dia, Pemerintah daerah seharusnya ada perhatian, dan pihak RSUD Sanana seharusnya ada solusi untuk pasien BPJS agar uang pembelian obat di apotik luar rumah sakit dikembalikan.

Dikatakan, berdasarkan Permenkes nomor 28 tahun 2014 tentang pedoman pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional, penggunaan obat diluar formularium nasional di FKRTL atau RS mungkinkan setelah mendapatkan rekomendasi dari ketua komite Medik/ Direktur RS yang biaya sudah termasuk dalam tarif INA CBGS dan tidak boleh dibebankan kepada peserta atau pasien BPJS.

Terpisah, Dirut RSUD Sanana, Dr. Willy H. Ogi, SpOG kepada wartawan via handphone malam tadi menyatakan, kalau permaslaah itu, kemungkinan obat yang ada di RSUD tidak ada sehingga pasien membelinya di apotik luar. Menururtnya, pihaknya akan melakukan pendataan terkait dengan pengurangan obat, agar kedepannya obat kebetuhan pasien BPJS bisa dipenuhi, kemudian apa bila pasien BPJS ada pengambilan obat diluar maka itu pihaknya akan mengkroscek resep obatnya akan di ferivikasi dan akan dikembalikan uangnya sesuai dengan dana yang ada di rumah sakit.

“dan itu mungkin yang lalu, karena sekarang ini sudah berkurang, sebab kami juga punya penyediaan obat cukup banyak dan sudah bisa memenuhi kebutuhan pasien saat di rawat, ” jelasnya.

--

BERITA LAINNYA

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...