Bukan Hiperaktif, Seks Sambil Tidur Ternyata Kelainan!

i-malut.com — SEKS ternyata bisa dilakukan saat tidak sadar atau saat Anda tertidur. Kondisi ini disebut dengan seksomnia atau sleep sex. Seksomnia atau seks sambil tidur adalah sejenis parasomnia, yaitu aktivitas atau perilaku abnormal yang terjadi selama tidur nyenyak.

Dikutip dari OKEzone, Senin (10/12/2018), Parasomnia adalah hasil dari otak Anda yang terjebak di antara tahapan tidur. Fase di antara tahap ini dapat membuat Anda bertindak seperti Anda terjaga ketika Anda masih tertidur.

Sebagian besar seks saat tidur dilakukan dalam tahap tidur nyenyak, sehingga Anda tidak ingat apa yang dilakukan selama Anda tidur dan terbangun keesokan harinya.

Seksomnia bisa membuat Anda melakukan beragam aktivitas seksual saat tidur, dari masturbasi hingga melakukan penetrasi pada pasangan. Perawatan untuk gangguan tidur yang sudah ada sebelumnya atau masalah perilaku dapat mengobati seks sambil tidur.

Seks sambil tidur bisa diobati dengan…
Cara terbaik untuk merawat kondisi ini adalah dengan menciptakan jadwal tidur dan bangun yang sehat serta teratur. Dalam sebagian besar kasus yang dilaporkan, gejala-gejala seks sambil tidur bisa berkurang atau teratasi ketika jadwal tidur sudah tetap dan kualitas tidurnya baik.

Perawatan untuk seksomnia sering kali berhasil dengan beberapa hal berikut.

Merawat gangguan tidur yang sudah ada sebelumnya
Jika seks saat tidur disebabkan oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea (henti napas selama beberapa saat ketika terlelap tidur) atau sindrom kaki gelisah, mengobati gangguan-gangguan ini juga dapat menghentikan perilaku seks saat tidur. Sleep apnea paling sering diobati dengan alat continuous positive airway pressure (CPAP).

Obat-obatan
Kondisi seperti deperesi, kecemasan, dan stres dapat menjadi pemicu seksomnia dan gangguan tidur seperti sleep apnea. Mengobati kondisi-kondisi pemicu tersebut dapat mengurangi atau menghentikan seksomnia.

Selain itu, beberapa obat mungkin direkomendasikan untuk mengobati sambil saat tidur, termasuk obat penenang ringan, antidepresan, dan antikejang. Pilihan perawatan medis untuk seksomnia antara lain:

Obat anticemas dan antidepresan seperti duloxetine dan clonazepam, terapi nasal continuous positive airway pressure (CPAP), antasid dan pompa inhobitor proton, yang dijual bebas atau online, obat penenang ringan dan perubahan gaya hidup.

Dalam hampir setiap kasus mengenai seks saat tidur, sebagian dari proses perawatannya melibatkan perubahan gaya hidup. Hal ini dikarenakan banyak gejala seksomnia yang berdampak negatif pada orang lain. Cara terbaik untuk merawatnya dengan mengisolasi pasien di malam hari.

Beberapa orang dengan seksomnia mengurangi gejala bermasalah dengan mengunci diri di kamar mereka sendirian di malam hari atau memasang alarm di pintu kamarnya.

Konseling
Konsultasi dengan psikiater atau psikolog juga bisa dilakukan untuk menghentikan perilaku seks saat tidur. Orang dengan seksomnia juga dapat mengurangi gejala emosional dan psikososial dengan menjalani sesi konseling kelompok dengan orang yang terkena dampak negatif oleh gejala.

Mencegah agar seks sambil tidur semakin parah
Perubahan gaya hidup ini dapat mengurangi risiko Anda memiliki perilaku seks saat tidur dan mencegahnya semakin parah.

Bicaralah dengan pasangan dan keluarga Anda
Perilaku seks saat tidur dapat memengaruhi hubungan Anda dengan pasangan dan keluarga Anda. Penting untuk memberi tahu orang-orang terdekat Anda mengenai kondisi Anda, pengobatan yang Anda lakukan, dan apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu Anda. Jujur saja dengan kondisi Anda.

Ciptakan lingkungan yang aman
Sampai pengobatan Anda berlangsung, siapkan lingkungan yang aman untuk Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Hindari pemicu
Minum alkohol dan mengonsumsi obat-obatan terlarang dapat menyebabkan seksomnia. Mengenali pemicu tersebut dapat membantu Anda mencegah perilaku seks saat tidur.

Buat jadwal tidur yang teratur
Tidur di waktu yang sama setiap malam sangat penting untuk mencegah seksomnia. Kurang tidur dan perubahan pola tidur dapat menyebabkan seksomnia. Buat jadwal tidur dan bangun yang teratur setiap harinya. Selain itu, tidur Anda harus cukup dan menghindari stres serta kecemasan yang dapat mengganggu tidur Anda. (mrt/red)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Hadiri Giat Kementrian Agama, Ketum Sinode ke Morotai

Tobelo — Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Di Halmahera (GMIH), Pdt. Demianus Ice, usai mendampingi Kapolda Malut dalam kegiatan Vaksinasi Rabu kemarin di Uniera Tobelo, kini sempatkan waktu berkunjung...

KPPD Desa Gosoma, Minta Pemda Halut Bertanggung Jawab

Tobelo — Komunitas Pemuda Pemerhati Desa (KPPD) Gosoma Kecamatan Tobelo, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara (Halut), bertanggung jawab atas proses Pilkades yang berlangsung di desa setempat. Informasi disampaikan langsung...

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Bukan Hiperaktif, Seks Sambil Tidur Ternyata Kelainan!

i-malut.com — SEKS ternyata bisa dilakukan saat tidak sadar atau saat Anda tertidur. Kondisi ini disebut dengan seksomnia atau sleep sex. Seksomnia atau seks sambil tidur adalah sejenis parasomnia, yaitu aktivitas atau perilaku abnormal yang terjadi selama tidur nyenyak.

Dikutip dari OKEzone, Senin (10/12/2018), Parasomnia adalah hasil dari otak Anda yang terjebak di antara tahapan tidur. Fase di antara tahap ini dapat membuat Anda bertindak seperti Anda terjaga ketika Anda masih tertidur.

Sebagian besar seks saat tidur dilakukan dalam tahap tidur nyenyak, sehingga Anda tidak ingat apa yang dilakukan selama Anda tidur dan terbangun keesokan harinya.

Seksomnia bisa membuat Anda melakukan beragam aktivitas seksual saat tidur, dari masturbasi hingga melakukan penetrasi pada pasangan. Perawatan untuk gangguan tidur yang sudah ada sebelumnya atau masalah perilaku dapat mengobati seks sambil tidur.

Seks sambil tidur bisa diobati dengan…
Cara terbaik untuk merawat kondisi ini adalah dengan menciptakan jadwal tidur dan bangun yang sehat serta teratur. Dalam sebagian besar kasus yang dilaporkan, gejala-gejala seks sambil tidur bisa berkurang atau teratasi ketika jadwal tidur sudah tetap dan kualitas tidurnya baik.

Perawatan untuk seksomnia sering kali berhasil dengan beberapa hal berikut.

Merawat gangguan tidur yang sudah ada sebelumnya
Jika seks saat tidur disebabkan oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea (henti napas selama beberapa saat ketika terlelap tidur) atau sindrom kaki gelisah, mengobati gangguan-gangguan ini juga dapat menghentikan perilaku seks saat tidur. Sleep apnea paling sering diobati dengan alat continuous positive airway pressure (CPAP).

Obat-obatan
Kondisi seperti deperesi, kecemasan, dan stres dapat menjadi pemicu seksomnia dan gangguan tidur seperti sleep apnea. Mengobati kondisi-kondisi pemicu tersebut dapat mengurangi atau menghentikan seksomnia.

Selain itu, beberapa obat mungkin direkomendasikan untuk mengobati sambil saat tidur, termasuk obat penenang ringan, antidepresan, dan antikejang. Pilihan perawatan medis untuk seksomnia antara lain:

Obat anticemas dan antidepresan seperti duloxetine dan clonazepam, terapi nasal continuous positive airway pressure (CPAP), antasid dan pompa inhobitor proton, yang dijual bebas atau online, obat penenang ringan dan perubahan gaya hidup.

Dalam hampir setiap kasus mengenai seks saat tidur, sebagian dari proses perawatannya melibatkan perubahan gaya hidup. Hal ini dikarenakan banyak gejala seksomnia yang berdampak negatif pada orang lain. Cara terbaik untuk merawatnya dengan mengisolasi pasien di malam hari.

Beberapa orang dengan seksomnia mengurangi gejala bermasalah dengan mengunci diri di kamar mereka sendirian di malam hari atau memasang alarm di pintu kamarnya.

Konseling
Konsultasi dengan psikiater atau psikolog juga bisa dilakukan untuk menghentikan perilaku seks saat tidur. Orang dengan seksomnia juga dapat mengurangi gejala emosional dan psikososial dengan menjalani sesi konseling kelompok dengan orang yang terkena dampak negatif oleh gejala.

Mencegah agar seks sambil tidur semakin parah
Perubahan gaya hidup ini dapat mengurangi risiko Anda memiliki perilaku seks saat tidur dan mencegahnya semakin parah.

Bicaralah dengan pasangan dan keluarga Anda
Perilaku seks saat tidur dapat memengaruhi hubungan Anda dengan pasangan dan keluarga Anda. Penting untuk memberi tahu orang-orang terdekat Anda mengenai kondisi Anda, pengobatan yang Anda lakukan, dan apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu Anda. Jujur saja dengan kondisi Anda.

Ciptakan lingkungan yang aman
Sampai pengobatan Anda berlangsung, siapkan lingkungan yang aman untuk Anda dan orang-orang yang Anda sayangi.

Hindari pemicu
Minum alkohol dan mengonsumsi obat-obatan terlarang dapat menyebabkan seksomnia. Mengenali pemicu tersebut dapat membantu Anda mencegah perilaku seks saat tidur.

Buat jadwal tidur yang teratur
Tidur di waktu yang sama setiap malam sangat penting untuk mencegah seksomnia. Kurang tidur dan perubahan pola tidur dapat menyebabkan seksomnia. Buat jadwal tidur dan bangun yang teratur setiap harinya. Selain itu, tidur Anda harus cukup dan menghindari stres serta kecemasan yang dapat mengganggu tidur Anda. (mrt/red)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER