Selama Dua Bulan, Masyarakat Tiga Desa di Sula Keluhkan Air Bersih

i-malut.com, SANANA — Masyarakat Desa Mangon, Fatcei dan Waibau Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) selama 2 bulan terkahir mengeluhkan air bersih karena sudah 2 bula tidak mengalir. Keluahan dari masyarakat tersebut membuat Dinas PUPR dan PDAM saling menyalahkan fungsi kerja.

Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sula, H. Juwadi, kepada wartawan, Senin (10/12) mengakui, persoalan macetnya air bersih di Desa Mangon, Fatcei dan Waibau di Kecamatan Kota Sanana, itu karena diakibatkan daya pada mesin air, hanya 33 daya dari 1 mesin. Menurutnya, seharusnya 3 mesin yang ada harus dinaikan dayanya agar menjadi 66 Daya sehingga airnya bisa di suplay ke ketiga desa tersebut,

“Kita masih ada kekurangan, sebab induk mesinnya ada di Desa Waibau itu kan ada 3 mesin dengan daya 33, namun sekarang tinggal 1 mesin dengan daya 33, dan kami butuh menaikan dayanya menjadi 66, agar bisa air jalan sampai ke tiga desa tersebut, karena kalau hanya 1 mesin dengan daya 33 maka airnya akan tidak sampai ke semua titik.” katanya.

Dengan adanya masalah Daya dari mesin tersebut, Juwadi lantas mempersilahkan pertanyakan langsung ke pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) kapan waktunya untuk bisa disuplai tambahan daya menjadi 66 karena semakin banyak pelanggan semakin membutuhkan daya.

“Pertanyakan ke Pihak Dinas PU, kapan kira-kira kita disuplai tambahan daya menjadi 66 karena langganan kita sudah mulai banyak jadi istilahnya kalau sudah banyak pelanggan harus ada tambahan daya,” tuturnya.

Terpisah, Kadis PUPR Kepsul, Lutfi Kadir, menegaskan, bahwa pada prinsipnya pihak PUPR hanya memberikan stimulan kepada PDAM, kalau menyangkut kebutuhan masyarakat tinggal di komunikasi secara baik.

“Kami dari Dinas PU, kepada PDAM itu kami hanya memberikan Stimulan misalnya mereka (PDAM) ada kebutuhan, maka kami bantu tapi untuk pelayanan secara keseluruhan bukan kami yang melayani”. ungkapnya.

“PDAM hanya sifatnya Indenpenden dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dalam hal penyediaan air bersih. Tetapi kalau tambahan daya itu menjadi tanggung jawab Dinas PU itu sesuatu yang lucu.” tutupnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Selama Dua Bulan, Masyarakat Tiga Desa di Sula Keluhkan Air Bersih

i-malut.com, SANANA — Masyarakat Desa Mangon, Fatcei dan Waibau Kecamatan Sanana Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) selama 2 bulan terkahir mengeluhkan air bersih karena sudah 2 bula tidak mengalir. Keluahan dari masyarakat tersebut membuat Dinas PUPR dan PDAM saling menyalahkan fungsi kerja.

Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sula, H. Juwadi, kepada wartawan, Senin (10/12) mengakui, persoalan macetnya air bersih di Desa Mangon, Fatcei dan Waibau di Kecamatan Kota Sanana, itu karena diakibatkan daya pada mesin air, hanya 33 daya dari 1 mesin. Menurutnya, seharusnya 3 mesin yang ada harus dinaikan dayanya agar menjadi 66 Daya sehingga airnya bisa di suplay ke ketiga desa tersebut,

“Kita masih ada kekurangan, sebab induk mesinnya ada di Desa Waibau itu kan ada 3 mesin dengan daya 33, namun sekarang tinggal 1 mesin dengan daya 33, dan kami butuh menaikan dayanya menjadi 66, agar bisa air jalan sampai ke tiga desa tersebut, karena kalau hanya 1 mesin dengan daya 33 maka airnya akan tidak sampai ke semua titik.” katanya.

Dengan adanya masalah Daya dari mesin tersebut, Juwadi lantas mempersilahkan pertanyakan langsung ke pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) kapan waktunya untuk bisa disuplai tambahan daya menjadi 66 karena semakin banyak pelanggan semakin membutuhkan daya.

“Pertanyakan ke Pihak Dinas PU, kapan kira-kira kita disuplai tambahan daya menjadi 66 karena langganan kita sudah mulai banyak jadi istilahnya kalau sudah banyak pelanggan harus ada tambahan daya,” tuturnya.

Terpisah, Kadis PUPR Kepsul, Lutfi Kadir, menegaskan, bahwa pada prinsipnya pihak PUPR hanya memberikan stimulan kepada PDAM, kalau menyangkut kebutuhan masyarakat tinggal di komunikasi secara baik.

“Kami dari Dinas PU, kepada PDAM itu kami hanya memberikan Stimulan misalnya mereka (PDAM) ada kebutuhan, maka kami bantu tapi untuk pelayanan secara keseluruhan bukan kami yang melayani”. ungkapnya.

“PDAM hanya sifatnya Indenpenden dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dalam hal penyediaan air bersih. Tetapi kalau tambahan daya itu menjadi tanggung jawab Dinas PU itu sesuatu yang lucu.” tutupnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER