Lemas karena Diare, Perempuan di Ponorogo Diperkosa

i-malut.com, PONOROGO — Gara-gara diare yang dideritanya, KAS (21) mengalami kejadian yang tidak bisa dilupakan. KAS disetubuhi paman suaminya sendiri, Witono yang juga berprofesi sebagai dukun.

Kejadian nahas itu terjadi pada bulan November 2018 lalu. Saat korban mengeluh diare, ia lantas dibawa suaminya ke rumah pelaku di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Kala itu waktu telah menunjukkan sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, korban dibawa ke ruang keluarga rumah pelaku. Suami korban disuruh pulang untuk membakar kemenyan di rumahnya.
Akhirnya korban ditinggal sendirian di rumah pelaku.

Baca juga: Pengakuan Kejam Pelaku yang Bunuh dan Perkosa Kasir di Boyolali

“Nah saat sudah berdua itu korban kemudian digerayangi dan disetubuhi pelaku. Kondisi rumah pelaku sepi,” tutur Kanit PPA Polres Ponorogo Ipda Gestik Ayudha kepada detikcom saat ditemui di Polres Ponorogo, seperti dilansir detikNews, Selasa (11/12/2018).

Kondisi korban saat itu, lanjut Gestik, diare hingga lemas dan sesak nafas. Saat kejadian pun korban tidak bisa berontak karena kondisi tubuhnya yang lemas.

Merasa perbuatannya tidak diketahui orang lain, pelaku diketahui kembali mendatangi rumah korban pada tanggal 5 Desember lalu dengan alasan ingin memeriksa korban. Kebetulan saat rumah sedang sepi karena suami korban bekerja, pelaku kembali melakukan tindak asusila kepada korban.

“Kemudian pelaku memijat-mijat tubuh korban, lalu Witono ini mencabuli korban dengan menggerayangi bagian sensitif korban,” terangnya.

Gestik menambahkan korban sempat menceritakan kejadian tersebut ke sepupunya. Oleh sepupunya, kejadian ini kemudian dilaporkan ke suami korban yang kemudian diteruskan kepada pihak berwajib.

Saat penangkapan, Witono pun hanya bisa pasrah dan mengakui seluruh perbuatannya.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 286 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (fat/fat)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Satu Karyawan PT IWIP Meninggal Dunia, SPSI Bakal...

Sofifi -- Satu karyawan yang merupakan korban pada insiden ledakan tungku Smelter A PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dinyatakan telah menghembuskan napas...

Kadis Tersangka, simak Komentar mereka Eks. Kadisdik Sula

Sanana -- Permasalahan Hukum yang tengah dihadapi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepulauan Sula (Kepsul), Rifai Haitami, mendapat komentar beragam dari ASN Senior yang pernah juga menjabat sebagai Kadisdik Kepsul. Rifai...

Berkas Perkara menuju P21, Pelapor berharap Kadisdik Sula...

Sanana -- Berkas Kasus dugaan Pengancaman lewat media Elektronik yang dilaporkan oleh Saudara La Onyong Ode Ali alias Nyong alias Ongen dengan Terlapor Saudara Rifai Haitami alias Kafu, Oknum...

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Lemas karena Diare, Perempuan di Ponorogo Diperkosa

i-malut.com, PONOROGO — Gara-gara diare yang dideritanya, KAS (21) mengalami kejadian yang tidak bisa dilupakan. KAS disetubuhi paman suaminya sendiri, Witono yang juga berprofesi sebagai dukun.

Kejadian nahas itu terjadi pada bulan November 2018 lalu. Saat korban mengeluh diare, ia lantas dibawa suaminya ke rumah pelaku di Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo.

Kala itu waktu telah menunjukkan sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya, korban dibawa ke ruang keluarga rumah pelaku. Suami korban disuruh pulang untuk membakar kemenyan di rumahnya.
Akhirnya korban ditinggal sendirian di rumah pelaku.

Baca juga: Pengakuan Kejam Pelaku yang Bunuh dan Perkosa Kasir di Boyolali

“Nah saat sudah berdua itu korban kemudian digerayangi dan disetubuhi pelaku. Kondisi rumah pelaku sepi,” tutur Kanit PPA Polres Ponorogo Ipda Gestik Ayudha kepada detikcom saat ditemui di Polres Ponorogo, seperti dilansir detikNews, Selasa (11/12/2018).

Kondisi korban saat itu, lanjut Gestik, diare hingga lemas dan sesak nafas. Saat kejadian pun korban tidak bisa berontak karena kondisi tubuhnya yang lemas.

Merasa perbuatannya tidak diketahui orang lain, pelaku diketahui kembali mendatangi rumah korban pada tanggal 5 Desember lalu dengan alasan ingin memeriksa korban. Kebetulan saat rumah sedang sepi karena suami korban bekerja, pelaku kembali melakukan tindak asusila kepada korban.

“Kemudian pelaku memijat-mijat tubuh korban, lalu Witono ini mencabuli korban dengan menggerayangi bagian sensitif korban,” terangnya.

Gestik menambahkan korban sempat menceritakan kejadian tersebut ke sepupunya. Oleh sepupunya, kejadian ini kemudian dilaporkan ke suami korban yang kemudian diteruskan kepada pihak berwajib.

Saat penangkapan, Witono pun hanya bisa pasrah dan mengakui seluruh perbuatannya.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 286 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (fat/fat)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER