Pemerintah Tutup Ruang Diskusi dengan KKB Papua

i-malut.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan tidak akan membuka ruang diskusi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Wiranto menyatakan tidak peduli dengan berbagai klaim yang dilontarkan KKB di Nduga, Papua.

“Saya tidak akan berdiskusi dengan kriminal. Mereka klaim apa saja enggak saya jawab, enggak benar, itu pasti,” ujar Wiranto usai memimpin rapat koordinasi terbatas (Rakortas) tingkat menteri terkait perkembangan upaya penyelesaian permasalahan Papua di Jakarta, seperti dilansir laman CNN Indonesia, Selasa (11/12).

Wiranto menilai kelompok tersebut sengaja mengklaim berbagai hal, termasuk klaim bertanggung jawab atas penyerangan untuk menakuti masyarakat.

“Mereka melakukan suatu propaganda membuat masyarakat resah,” kata Wiranto.

Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Egianus Kogoya sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek jembatan Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pengakuan ini diklarifikasi langsung oleh juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

Sebby juga membenarkan bahwa serangan yang terjadi di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua juga dilakukan oleh kelompok Egianus.

Insiden di Kali Yigi terjadi pada Minggu (2/12) lalu. Polisi menyebut belasan korban tewas dalam insiden itu adalah pekerja PT Istaka Karya (Persero). Sementara serangan di pos militer di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, berujung pada tewasnya seorang anggota TNI Yonif 755/Yalet.

Kata Wiranto, aparat keamanan saat ini fokus pada upaya penyelamatan warga dan perburuan terhadap kelompok tersebut.

“Negara tetap punya kewajiban melindungi segenap tumpah darah dan warga negaranya dan kita lakukan. Soal bagaimana klaim, biarkan saja klaim apa pun jelas mereka kriminal. Melakukan kejahatan di luar batas kemanusiaan harus dilawan,” ujarnya. (far/ugo)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Pemerintah Tutup Ruang Diskusi dengan KKB Papua

i-malut.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan tidak akan membuka ruang diskusi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Wiranto menyatakan tidak peduli dengan berbagai klaim yang dilontarkan KKB di Nduga, Papua.

“Saya tidak akan berdiskusi dengan kriminal. Mereka klaim apa saja enggak saya jawab, enggak benar, itu pasti,” ujar Wiranto usai memimpin rapat koordinasi terbatas (Rakortas) tingkat menteri terkait perkembangan upaya penyelesaian permasalahan Papua di Jakarta, seperti dilansir laman CNN Indonesia, Selasa (11/12).

Wiranto menilai kelompok tersebut sengaja mengklaim berbagai hal, termasuk klaim bertanggung jawab atas penyerangan untuk menakuti masyarakat.

“Mereka melakukan suatu propaganda membuat masyarakat resah,” kata Wiranto.

Panglima Daerah Militer Markodap III Ndugama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Egianus Kogoya sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek jembatan Kali Yigi, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Pengakuan ini diklarifikasi langsung oleh juru bicara TPNPB Sebby Sambom.

Sebby juga membenarkan bahwa serangan yang terjadi di Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua juga dilakukan oleh kelompok Egianus.

Insiden di Kali Yigi terjadi pada Minggu (2/12) lalu. Polisi menyebut belasan korban tewas dalam insiden itu adalah pekerja PT Istaka Karya (Persero). Sementara serangan di pos militer di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, berujung pada tewasnya seorang anggota TNI Yonif 755/Yalet.

Kata Wiranto, aparat keamanan saat ini fokus pada upaya penyelamatan warga dan perburuan terhadap kelompok tersebut.

“Negara tetap punya kewajiban melindungi segenap tumpah darah dan warga negaranya dan kita lakukan. Soal bagaimana klaim, biarkan saja klaim apa pun jelas mereka kriminal. Melakukan kejahatan di luar batas kemanusiaan harus dilawan,” ujarnya. (far/ugo)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER