Pelayanan “Jemput Bola” DisDukcapil Hantar Morotai Raih Reward

i-malut.com, MOROTAI — Bidang Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DisDukcapil) Kabupaten Pulau Morotai bersama Direktorat Pendaftaran Penduduk, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA), sekaligus melakukan launching penerapan KIA di Pulau Morotai. Peserta launching terdiri dari kepala-kepala sekolah TK, SD/MI, SMP/MTs dan beberapa organisasi kemasyarakatan, berlangsung di Meeting Room Hotel Perdana, Kecamatan Morotai Selatan, Kamis (13/12)

“Penerbitan KIA ditujukan untuk perlindungan hak konstitusional dan pelayanan publik. Disamping itu, KIA juga bermanfaat untuk tanda pengenal atau bukti diri yang sah; Persyaratan atau pendaftaran sekolah; Transaksi keuangan; Pelayanan kesehatan; Pembuatan dokumen keimigrasian; Mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang masih berlaku; Mencegah terjadinya perdagangan anak; untuk keperluan lain yang membutukan bukti diri,” jelas Kabag Humas dan Protokuler, H Abdul Karim, dalam press releasenya.

Maharani, SP, MM., Kepala Sub Direktorat Pendaftaran Penduduk, yang mewakili pihak Kemendagri juga menyampaikan bahwa KIA disamping sebagai bukti diri, juga berfungsi sebagai instumen untuk melakukan pelayanan publik secara mandiri dalam kegiatan pendidikan, kesehatan dan sosial lainnya.

Sementara Bupati Pulau Morotai, diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Hukum, Muhlis Baay, MSI, dalam sambutan menegaskan, bahwa hak-hak sipil warga negara yang wajib dipenuhi oleh Pemerintah Daerah guna menghindari pratik-praktik ilegal yang seringkali muncul dan menimpa warga terutama anak-anak.

Lanjutnya, Morotai juga ditunjuk sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia yang menjalankan program KIA di tahun 2019. Hal ini sebagai reward atas pencapaian target kegiatan pencatatan sipil yaitu diatas 115 persen.

Menurut Bupati, bahwa capaian kinerja yang melampaui target didorong oleh inovasi Capil Masida’ado-ka, dan Program Five in one. Program perekaman KTP dan KK dengan yang mengedepankan pola “jemput bola”, yaitu dengan mendatangi penduduk ke Desa-desa, terbukti menambah efektifitas dan efisiensi pelayanan pencatatan sipil di Kabupaten Pulau Morotai.

Usai acara pembukaan, Muhlis Baay bersama Kasubdit Pendaftaran Penduduk Kemendagri, menyerahkan KIA kepada perwakilan anak berusia 0-5 tahun, dan kepada perwakilan usia 6-17 tahun, masing-masing didampingi orang tuanya.

“Terdapat perbedaan bentuk KIA, bagi anak berusia 0-5 tahun tidak menampilkan foto diri. sedangkan di atas 5 sampai 17 tahun disertai pasfoto.” jelas H Abdul Karim

Dalam Sosialisasi ini, Kepala Dukcapil H Radjak Lotar, didampingi Kasubdit Pendaftaran Penduduk Kemendagri, yang dipandu Sekertaris Dukcapil Nasrun Mahasari, S.Pd., M.Si., menyampaikan kemudahan pengurusan KIA.

“Pengurusan KIA cukup dengan membawa kutipan akta kelahiran, pasfoto warna 2×3 (bagi anak di atas lima tahun sampai 17 tahun), kartu keluarga (KK) asli, dan KTP orang tua asli yang ditunjukkan di hadapan petugas pencatatan, maka KIA akan terlayani.”katanya

Sementara, menurut Rusman Pauwah, S.Pd, Kabid Pendaftaran Penduduk, Dinas DukCapil, bahwa sosialisasi dan penyerahan KIA hari ini sekaligus menandakan dimulainya program pelayanan dan penerapan KIA di Kabupaten Pulau Morotai.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Pelayanan “Jemput Bola” DisDukcapil Hantar Morotai Raih Reward

i-malut.com, MOROTAI — Bidang Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DisDukcapil) Kabupaten Pulau Morotai bersama Direktorat Pendaftaran Penduduk, Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA), sekaligus melakukan launching penerapan KIA di Pulau Morotai. Peserta launching terdiri dari kepala-kepala sekolah TK, SD/MI, SMP/MTs dan beberapa organisasi kemasyarakatan, berlangsung di Meeting Room Hotel Perdana, Kecamatan Morotai Selatan, Kamis (13/12)

“Penerbitan KIA ditujukan untuk perlindungan hak konstitusional dan pelayanan publik. Disamping itu, KIA juga bermanfaat untuk tanda pengenal atau bukti diri yang sah; Persyaratan atau pendaftaran sekolah; Transaksi keuangan; Pelayanan kesehatan; Pembuatan dokumen keimigrasian; Mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang masih berlaku; Mencegah terjadinya perdagangan anak; untuk keperluan lain yang membutukan bukti diri,” jelas Kabag Humas dan Protokuler, H Abdul Karim, dalam press releasenya.

Maharani, SP, MM., Kepala Sub Direktorat Pendaftaran Penduduk, yang mewakili pihak Kemendagri juga menyampaikan bahwa KIA disamping sebagai bukti diri, juga berfungsi sebagai instumen untuk melakukan pelayanan publik secara mandiri dalam kegiatan pendidikan, kesehatan dan sosial lainnya.

Sementara Bupati Pulau Morotai, diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Hukum, Muhlis Baay, MSI, dalam sambutan menegaskan, bahwa hak-hak sipil warga negara yang wajib dipenuhi oleh Pemerintah Daerah guna menghindari pratik-praktik ilegal yang seringkali muncul dan menimpa warga terutama anak-anak.

Lanjutnya, Morotai juga ditunjuk sebagai salah satu Kabupaten di Indonesia yang menjalankan program KIA di tahun 2019. Hal ini sebagai reward atas pencapaian target kegiatan pencatatan sipil yaitu diatas 115 persen.

Menurut Bupati, bahwa capaian kinerja yang melampaui target didorong oleh inovasi Capil Masida’ado-ka, dan Program Five in one. Program perekaman KTP dan KK dengan yang mengedepankan pola “jemput bola”, yaitu dengan mendatangi penduduk ke Desa-desa, terbukti menambah efektifitas dan efisiensi pelayanan pencatatan sipil di Kabupaten Pulau Morotai.

Usai acara pembukaan, Muhlis Baay bersama Kasubdit Pendaftaran Penduduk Kemendagri, menyerahkan KIA kepada perwakilan anak berusia 0-5 tahun, dan kepada perwakilan usia 6-17 tahun, masing-masing didampingi orang tuanya.

“Terdapat perbedaan bentuk KIA, bagi anak berusia 0-5 tahun tidak menampilkan foto diri. sedangkan di atas 5 sampai 17 tahun disertai pasfoto.” jelas H Abdul Karim

Dalam Sosialisasi ini, Kepala Dukcapil H Radjak Lotar, didampingi Kasubdit Pendaftaran Penduduk Kemendagri, yang dipandu Sekertaris Dukcapil Nasrun Mahasari, S.Pd., M.Si., menyampaikan kemudahan pengurusan KIA.

“Pengurusan KIA cukup dengan membawa kutipan akta kelahiran, pasfoto warna 2×3 (bagi anak di atas lima tahun sampai 17 tahun), kartu keluarga (KK) asli, dan KTP orang tua asli yang ditunjukkan di hadapan petugas pencatatan, maka KIA akan terlayani.”katanya

Sementara, menurut Rusman Pauwah, S.Pd, Kabid Pendaftaran Penduduk, Dinas DukCapil, bahwa sosialisasi dan penyerahan KIA hari ini sekaligus menandakan dimulainya program pelayanan dan penerapan KIA di Kabupaten Pulau Morotai.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER