Dilantik, SERLY TJOANDA LAOS: Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD Morotai Dapat Insentif

i-malut.com, MOROTAI — Ketua PKK dan Bunda PAUD Provinsi Maluku Utara Hj. Faoniah Hi. Djaohar Hi Abdul Gani Kasuba, melantik ketua PKK Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda Laos, sebagai Bunda PAUD Morotai, di lantai II Aula Kantor Bupati, sabtu (15/12).

Selain itu, Ibu Gubernur bersama rombongan Pengurus Wilayah Himpunan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Provinsi Maluku Utara, juga
melantik Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabaupaten Pulau Morotai. Bersamaan dengan itu, Bunda PAUD Morotai mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan se Kabupaten Pulau Morotai.

Ketua Tim Penggerak PKK Pulau Morotai, Sherly Tjoanda Laos dikukuhkan kepengurusannya sebagai Bunda PAUD Morotai periode 2017-2021.

Acara Pelantikan Bunda PAUD Morotai, dihadiri oleh Wakil Bupati, Asrun Padoma,
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIMDA), Organisasi perempuan se Morotai, serta para pendidik dan Tenaga Pependidikan Anak Usia Dini.

Ketua Bunda PAUD Provinsi Maluku Utara, Hj Faoniah mengungkapkan, betapa pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Anak usia dini adalah fondasi bangsa, sehingga pendidikan mereka merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, keluarga, Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten, hingga Bunda PAUD Kecamatan.” ucapnya

Lanjutnya, tanggung jawab ini memiliki implikasi logis terhadap harapan dukungan prasarana dari pemerintah daerah kabupeten Pulau Morotai, sehingga Bunda Paud Morotai yang baru dilantik mengambil peran penting dalam tanggung jawab dimaksud.

Sementara Ketua Bunda PAUD Morotai yang baru dilantik, Sherli TJoanda Laos, menyampaikan, selama mendampingi kepemimpinan Bupati di Morotai telah banyak memberi perhatian ke sektor pendidikan dan kesehatan.

“kami banyak memberi perhatian pada persoalan pendidikan dan kesehatan. Dengan memanfaatkan sinergi dan koordinasi lintas sektor, perhatian itu terwujud ke dalam ragam bentuk kegiatan.” ungkapnya

Dikatakan, baru-baru ini pihaknya mengkampanyekan “gemar makan ikan”.

“Bukan berarti mengajari cara memakan ikan. Tapi mengedukasi agar masyarakat memahami manfaat makan ikan untuk kesehatan.” ungkapnya

Terkait dukungan materil, kata istri orang nomor satu di Pulau Morotai ini, bahwa program dan kegiatan PAUD tahun 2019, pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini di Kabupaten Pulau Morotai, akan mendapat insentif. Disamping itu, juga akan diadakan penambahan sarana bermain, juga prasarana gedung PAUD.

Sementara Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrun Padoma, menyambut gembira pelantikan Bunda PAUD Morotai. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan, saat ini di Kabupaten Pulau Morotai telah berdiri 69 lembaga pendidikan anak usia dini. Dengan total pendidik dan tenaga kependidikan sejumlah 308 orang. Dari total lembaga yang ada, sebanyak 39 persen berada di Kecamatan Morotai Selatan. 20 persen di Kecamatan Morselbar, 16 persen di Morotai Utara, 15 persen di Kecamatan Morotai Jaya, dan 10 persen di Morotai Timur. Masih terjadi konsentrasi di satu titik.

Namun fakta itu, katanya, sejalan dengan perbandingan rasio anak usia 0-7 tahun di masing-masing kecamatan.

“Yang menjadi persoalan, kita belum memiliki lembaga pendidikan anak usia dini di setiap Desa. Sebagaimana yang kita ketahui, Morotai memiliki 88 Desa yang tersebar di Lima Kecamatan. Artinya, PAUD belum menjangkau seluruh desa. Oleh sebab itu, kedepan kita akan mengupayakan, minimal berdiri satu PAUD di setiap Desa”. urainya.

Di kesempatan yang sama, Asrun juga mengapresi kegiatan Bunda PAUD, dan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Yang telah jauh-jauh hari memulai aktivitas mulia, memberi edukasi meski di tengah keterbatasan.

Ia juga berharap, pola asuh, maupun pola pengajaran di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, bisa dimodernisasi, beradaptasi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sebab di era disrupsi dan revolusi industri 4,0 ini, kita dituntut menyesuaikan pola mendidikan ala milenial. dari 2.756 peserta didik anak usia dini adalah generasi Alfa. Yang merupakan kelanjutan dari generasi Y dan Z. Perilaku mereka akan banyak dipengaruhi oleh konten-konten gawai.” imbuhnya

Sehingga, dihadapan undangan yang didominasi pendidik PAUD, Asrun berharap, untuk menuntun perilaku anak-anak itu ke arah yang positif.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Dilantik, SERLY TJOANDA LAOS: Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD Morotai Dapat Insentif

i-malut.com, MOROTAI — Ketua PKK dan Bunda PAUD Provinsi Maluku Utara Hj. Faoniah Hi. Djaohar Hi Abdul Gani Kasuba, melantik ketua PKK Kabupaten Pulau Morotai Sherly Tjoanda Laos, sebagai Bunda PAUD Morotai, di lantai II Aula Kantor Bupati, sabtu (15/12).

Selain itu, Ibu Gubernur bersama rombongan Pengurus Wilayah Himpunan
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Provinsi Maluku Utara, juga
melantik Pengurus Daerah HIMPAUDI Kabaupaten Pulau Morotai. Bersamaan dengan itu, Bunda PAUD Morotai mengukuhkan Bunda PAUD Kecamatan se Kabupaten Pulau Morotai.

Ketua Tim Penggerak PKK Pulau Morotai, Sherly Tjoanda Laos dikukuhkan kepengurusannya sebagai Bunda PAUD Morotai periode 2017-2021.

Acara Pelantikan Bunda PAUD Morotai, dihadiri oleh Wakil Bupati, Asrun Padoma,
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOMPIMDA), Organisasi perempuan se Morotai, serta para pendidik dan Tenaga Pependidikan Anak Usia Dini.

Ketua Bunda PAUD Provinsi Maluku Utara, Hj Faoniah mengungkapkan, betapa pentingnya pendidikan anak usia dini.

“Anak usia dini adalah fondasi bangsa, sehingga pendidikan mereka merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, keluarga, Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten, hingga Bunda PAUD Kecamatan.” ucapnya

Lanjutnya, tanggung jawab ini memiliki implikasi logis terhadap harapan dukungan prasarana dari pemerintah daerah kabupeten Pulau Morotai, sehingga Bunda Paud Morotai yang baru dilantik mengambil peran penting dalam tanggung jawab dimaksud.

Sementara Ketua Bunda PAUD Morotai yang baru dilantik, Sherli TJoanda Laos, menyampaikan, selama mendampingi kepemimpinan Bupati di Morotai telah banyak memberi perhatian ke sektor pendidikan dan kesehatan.

“kami banyak memberi perhatian pada persoalan pendidikan dan kesehatan. Dengan memanfaatkan sinergi dan koordinasi lintas sektor, perhatian itu terwujud ke dalam ragam bentuk kegiatan.” ungkapnya

Dikatakan, baru-baru ini pihaknya mengkampanyekan “gemar makan ikan”.

“Bukan berarti mengajari cara memakan ikan. Tapi mengedukasi agar masyarakat memahami manfaat makan ikan untuk kesehatan.” ungkapnya

Terkait dukungan materil, kata istri orang nomor satu di Pulau Morotai ini, bahwa program dan kegiatan PAUD tahun 2019, pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini di Kabupaten Pulau Morotai, akan mendapat insentif. Disamping itu, juga akan diadakan penambahan sarana bermain, juga prasarana gedung PAUD.

Sementara Wakil Bupati Pulau Morotai, Asrun Padoma, menyambut gembira pelantikan Bunda PAUD Morotai. Dalam sambutannya, Ia menyampaikan, saat ini di Kabupaten Pulau Morotai telah berdiri 69 lembaga pendidikan anak usia dini. Dengan total pendidik dan tenaga kependidikan sejumlah 308 orang. Dari total lembaga yang ada, sebanyak 39 persen berada di Kecamatan Morotai Selatan. 20 persen di Kecamatan Morselbar, 16 persen di Morotai Utara, 15 persen di Kecamatan Morotai Jaya, dan 10 persen di Morotai Timur. Masih terjadi konsentrasi di satu titik.

Namun fakta itu, katanya, sejalan dengan perbandingan rasio anak usia 0-7 tahun di masing-masing kecamatan.

“Yang menjadi persoalan, kita belum memiliki lembaga pendidikan anak usia dini di setiap Desa. Sebagaimana yang kita ketahui, Morotai memiliki 88 Desa yang tersebar di Lima Kecamatan. Artinya, PAUD belum menjangkau seluruh desa. Oleh sebab itu, kedepan kita akan mengupayakan, minimal berdiri satu PAUD di setiap Desa”. urainya.

Di kesempatan yang sama, Asrun juga mengapresi kegiatan Bunda PAUD, dan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini. Yang telah jauh-jauh hari memulai aktivitas mulia, memberi edukasi meski di tengah keterbatasan.

Ia juga berharap, pola asuh, maupun pola pengajaran di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, bisa dimodernisasi, beradaptasi mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sebab di era disrupsi dan revolusi industri 4,0 ini, kita dituntut menyesuaikan pola mendidikan ala milenial. dari 2.756 peserta didik anak usia dini adalah generasi Alfa. Yang merupakan kelanjutan dari generasi Y dan Z. Perilaku mereka akan banyak dipengaruhi oleh konten-konten gawai.” imbuhnya

Sehingga, dihadapan undangan yang didominasi pendidik PAUD, Asrun berharap, untuk menuntun perilaku anak-anak itu ke arah yang positif.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER