Polres Didemo KMMB, Kapolres: Bila Ada Bukti Kami Proses

i-malut.com, MOROTAI — Aksi jilid 9 Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) kembali digaungkan, Senin (17/12). Aksi kali ini dipusatkan di Polres Pulau Morotai mulai pukul 12.30 hingga pukul 15.20 WIT. Dalam aksinya, KMMB menyoroti dugaan pemukulan terhadap Riskal Malan yang dilakukan oknum anggota polisi saat pengamanan massa aksi KMMB di kantor DPRD pekan silam.

Aksi unras kali inu dibawah korlap Aswan Kharie, dengan massa aksi kurang lebih 15 orang menggunakan Toa, Bendera Merah putih dan spanduk yang bertuliskan “Adili Oknum Polisi Pelanggaran HAM” sebagai alat perlengkapan aksi.

Orasi pertama disampaikan Fitra Hasan. Dalam kesempatan itu Ia menyayangkan sikap oknum polisi yang semena-mena dalam melakukan pengamanan masa aksi.

“Ternyata sikap yang diberikan oleh Polres Pulau Morotai dalam pengamanan aksi KMMB telah membuat kita sakit hati, atas pemukulan yang dilakukan anggota polisi kepada massa aksi, Kami dari koalisi masyarakat morotai bersatu, meminta tanggung jawab dari Kapolres Morotai terkait pemukulan tersebut,” teriaknya menuntut.

Dilanjutkan oleh orator Hontan. Ia menyampaikan, Aksi ini adalah bentuk pernyataan sikap terkait pengkeroyokan yang dilakukan oleh oknum kepolisian kepada massa aksi.

“Oleh karena itu aksi kami akan terus berlanjut untuk mendesak Kapolres Morotai agar menindak lanjuti kasus pemukulan yang dilakukan oleh anggota Polres Morotai kepada massa aksi sehingga di rawat di RSUD.” semburnya

Demikian juga, Bahrul Kurung, senada dengan Fitrah Hasan, meminta sikap Kapolres Morotai,

“Saya sampaikan lagi kepada Kapolres Morotai terkait terjadi nya pemukulan kepada massa aksi, saya minta sikap dari Kapolres Morotai agar segera menindak lanjuti.” sambungnya

Sementara, Aswan Kharie, sebagai Korlap aksi, menyatakan kekecewaan terhadap sikap represif yang dipertontonkan anggota Polres Morotai dalam melakukan pengamanan aksi.

“Saya kecewa kepada anggota kepolisian Polres Morotai yang tidak menindak 2 oknum anggota kepolisian yang melakukan pemukulan kepada  massa aksi. Padahal tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum kepolisian, seharusnya ditindak lanjuti oleh Kapolres Morotai.” keluhnya.

Orasi di ahiri oleh orator Bahrin. Dalam penyampaiannya, Ia meyakini bahwa Kapolda Maluku Utara akan datang di Morotai untuk menindaklanjuti kasus pemukulan yang dilakukan oleh 2 oknum kepolisian kepada massa aksi apabila tidak ditindak lanjuti oleh Kapolres.

“Saya minta dengan hormat kepada Kapolres Morotai agar memproces 2 anggota Polres Morotai yang telah melakukan pemukulan kepada massa aksi.” pintanya

Sementara Kapolres Pulau Morotai, AKBP Michael P Sitanggang, SIK. MH, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Senin (17/12) sore, menegaskan bahwa Polres Pulau Morotai akan menindak bila terbukti anggotanya melakukan pelanggaran dan begitu juga sebaliknya.

“Tetap akan kami proses apabila bukti-bukti mendukung, Propam Polres sudah menerima pengaduan mereka dan Satreskrim Polres juga sudah berjalan melakukan penyelidikan untuk identifikasi pelaku pemukulan terhadap anggota Polri yang menjaga unras tersebut,” tandasnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Polres Didemo KMMB, Kapolres: Bila Ada Bukti Kami Proses

i-malut.com, MOROTAI — Aksi jilid 9 Koalisi Masyarakat Morotai Bersatu (KMMB) kembali digaungkan, Senin (17/12). Aksi kali ini dipusatkan di Polres Pulau Morotai mulai pukul 12.30 hingga pukul 15.20 WIT. Dalam aksinya, KMMB menyoroti dugaan pemukulan terhadap Riskal Malan yang dilakukan oknum anggota polisi saat pengamanan massa aksi KMMB di kantor DPRD pekan silam.

Aksi unras kali inu dibawah korlap Aswan Kharie, dengan massa aksi kurang lebih 15 orang menggunakan Toa, Bendera Merah putih dan spanduk yang bertuliskan “Adili Oknum Polisi Pelanggaran HAM” sebagai alat perlengkapan aksi.

Orasi pertama disampaikan Fitra Hasan. Dalam kesempatan itu Ia menyayangkan sikap oknum polisi yang semena-mena dalam melakukan pengamanan masa aksi.

“Ternyata sikap yang diberikan oleh Polres Pulau Morotai dalam pengamanan aksi KMMB telah membuat kita sakit hati, atas pemukulan yang dilakukan anggota polisi kepada massa aksi, Kami dari koalisi masyarakat morotai bersatu, meminta tanggung jawab dari Kapolres Morotai terkait pemukulan tersebut,” teriaknya menuntut.

Dilanjutkan oleh orator Hontan. Ia menyampaikan, Aksi ini adalah bentuk pernyataan sikap terkait pengkeroyokan yang dilakukan oleh oknum kepolisian kepada massa aksi.

“Oleh karena itu aksi kami akan terus berlanjut untuk mendesak Kapolres Morotai agar menindak lanjuti kasus pemukulan yang dilakukan oleh anggota Polres Morotai kepada massa aksi sehingga di rawat di RSUD.” semburnya

Demikian juga, Bahrul Kurung, senada dengan Fitrah Hasan, meminta sikap Kapolres Morotai,

“Saya sampaikan lagi kepada Kapolres Morotai terkait terjadi nya pemukulan kepada massa aksi, saya minta sikap dari Kapolres Morotai agar segera menindak lanjuti.” sambungnya

Sementara, Aswan Kharie, sebagai Korlap aksi, menyatakan kekecewaan terhadap sikap represif yang dipertontonkan anggota Polres Morotai dalam melakukan pengamanan aksi.

“Saya kecewa kepada anggota kepolisian Polres Morotai yang tidak menindak 2 oknum anggota kepolisian yang melakukan pemukulan kepada  massa aksi. Padahal tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum kepolisian, seharusnya ditindak lanjuti oleh Kapolres Morotai.” keluhnya.

Orasi di ahiri oleh orator Bahrin. Dalam penyampaiannya, Ia meyakini bahwa Kapolda Maluku Utara akan datang di Morotai untuk menindaklanjuti kasus pemukulan yang dilakukan oleh 2 oknum kepolisian kepada massa aksi apabila tidak ditindak lanjuti oleh Kapolres.

“Saya minta dengan hormat kepada Kapolres Morotai agar memproces 2 anggota Polres Morotai yang telah melakukan pemukulan kepada massa aksi.” pintanya

Sementara Kapolres Pulau Morotai, AKBP Michael P Sitanggang, SIK. MH, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Senin (17/12) sore, menegaskan bahwa Polres Pulau Morotai akan menindak bila terbukti anggotanya melakukan pelanggaran dan begitu juga sebaliknya.

“Tetap akan kami proses apabila bukti-bukti mendukung, Propam Polres sudah menerima pengaduan mereka dan Satreskrim Polres juga sudah berjalan melakukan penyelidikan untuk identifikasi pelaku pemukulan terhadap anggota Polri yang menjaga unras tersebut,” tandasnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER