BPS Pulau Morotai Expose Data

i-malut.com, MOROTAI — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pulau Morotai, gelar acara expose data tahun 2018 di meeting room, Hotel Perdana, Desa Darame, Morotai Selatan, Senin (17/12).

Acara di buka Asisten I Setda Pulau Morotai, Muchlis Baay mewakili Bupati Pulau Morotai. Turut hadir kepala BPS Pulau Morotai, Achmad Sobari, para Kepala Dinas dan Badan di lingkup Pemkab Pulau Morotai serta dan para pimpinan Instansi Vertikal.

Mengawali sambutan, Muchlis menyampaikan BPS sebagai salah satu pusat rujukan Statistik melaksanakan kegiatan pengumpulan data menyusunnya dalam berbagai publikasi.

Selama ini, kata Muchlis, sering terjadi perbedaan data antara pemkab dengan BPS, perbedaan ini disebabkan karena perbedaan konsep definisi yang digunakan saat pengumpulan data. Tetapi, sebenarnya tidak ada data yang salah, tinggal disesuaikan dengan tujuan pemanfatan data.

“Misalnya pada tataran makro dan pembuatan kebijakan, kami bisa ggunakan data BPS, namun pada tataran mikro, data yang digunakan bisa berasal dari instansi teknis terkait,” katanya.

Lanjutnya, sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 dan PP nomor 18 tahun 2016, Statistik merupakan urusan wajib pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, berada satu rumpun urusan pemerintahan dengan komunikasi dan informatika serta persandian. Statistik dibagi menjadi tiga jenis, yaitu statistik dasar, statistik sektoral dan statistik khusus.

“Statistik dasar diselenggarakan oleh BPS dan statistik sektoral diselenggarakan instansi pemerintah bersangkutan,” paparnya.

Disampaikan, dalam perencanaan pembangunan, data statistik sangat diperlukan, baik data BPS maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lain. Olehnya itu, pengumpulan data yang baik, teratur dan up to date diharapkan dapat dilaksanakan semuanya dengan baik.

Dengan data yang akurat, maka perancanaan pembangunan juga tepat sasaran, salah satu jargon sangat tepat untuk menggambarkan hal tersebut yaitu, “Data itu mahal, akan tetapi lebih mahal lagi membangun tanpa data”.

Diakhir sambutan, Bupati berharap, dengan expose data tahun 2018, bisa meningkatkan pemahaman mengenai data statistik dan meningkatkan kepedulian kita terhadap pengumpulan dan penyajian data yang baik dan akurat, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh semua pihak dan khususnya untuk pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai. (red)

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

BPS Pulau Morotai Expose Data

i-malut.com, MOROTAI — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pulau Morotai, gelar acara expose data tahun 2018 di meeting room, Hotel Perdana, Desa Darame, Morotai Selatan, Senin (17/12).

Acara di buka Asisten I Setda Pulau Morotai, Muchlis Baay mewakili Bupati Pulau Morotai. Turut hadir kepala BPS Pulau Morotai, Achmad Sobari, para Kepala Dinas dan Badan di lingkup Pemkab Pulau Morotai serta dan para pimpinan Instansi Vertikal.

Mengawali sambutan, Muchlis menyampaikan BPS sebagai salah satu pusat rujukan Statistik melaksanakan kegiatan pengumpulan data menyusunnya dalam berbagai publikasi.

Selama ini, kata Muchlis, sering terjadi perbedaan data antara pemkab dengan BPS, perbedaan ini disebabkan karena perbedaan konsep definisi yang digunakan saat pengumpulan data. Tetapi, sebenarnya tidak ada data yang salah, tinggal disesuaikan dengan tujuan pemanfatan data.

“Misalnya pada tataran makro dan pembuatan kebijakan, kami bisa ggunakan data BPS, namun pada tataran mikro, data yang digunakan bisa berasal dari instansi teknis terkait,” katanya.

Lanjutnya, sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 dan PP nomor 18 tahun 2016, Statistik merupakan urusan wajib pemerintahan yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar, berada satu rumpun urusan pemerintahan dengan komunikasi dan informatika serta persandian. Statistik dibagi menjadi tiga jenis, yaitu statistik dasar, statistik sektoral dan statistik khusus.

“Statistik dasar diselenggarakan oleh BPS dan statistik sektoral diselenggarakan instansi pemerintah bersangkutan,” paparnya.

Disampaikan, dalam perencanaan pembangunan, data statistik sangat diperlukan, baik data BPS maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi lain. Olehnya itu, pengumpulan data yang baik, teratur dan up to date diharapkan dapat dilaksanakan semuanya dengan baik.

Dengan data yang akurat, maka perancanaan pembangunan juga tepat sasaran, salah satu jargon sangat tepat untuk menggambarkan hal tersebut yaitu, “Data itu mahal, akan tetapi lebih mahal lagi membangun tanpa data”.

Diakhir sambutan, Bupati berharap, dengan expose data tahun 2018, bisa meningkatkan pemahaman mengenai data statistik dan meningkatkan kepedulian kita terhadap pengumpulan dan penyajian data yang baik dan akurat, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh semua pihak dan khususnya untuk pembangunan di Kabupaten Pulau Morotai. (red)

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER