Aksi Unras CCR di Morotai Tuntut Harga Kopra Naik

i-malut.com, MOROTAI — Central Comando Rakyat (CCR) gelar aksi unjuk rasa (unras) serentak terkait anjloknya harga kopra di Provinsi Maluku Utara. Untuk di Kabupaten Pulau Morotai, aksi unrasnya berlangsung di poros jalan utama Desa Tiley, Kecamatan Morotai Barat, Rabu (19/12) pukul 09.00 Wit.

Aksi CCR itu dibawah koordinator lapangan Kawan Chaves dengan jumlah massa aksi kurang lebih 20 orang, dilengkapi alat peraga, bendera merah putih dua lembar, satu buah mega von dan spanduk yg bertuliskan “Naikan Harga Kopra”.

Dalam aksi tersebut, CCR menyampaikan pernyataan sikap, yakni;

  1. Pemerintah Provinsi secepatnya menaikkan harga kopra di Maluku Utara.
  2. DPRD secepatnya merencanakan, membentuk perusahaan daerah tentang komunitas kelapa dalam (Kopra)
  3. Pemerintah Provinsi segera mengadakan industri kelapa dalam (kopra), bila tuntutan ini tidak di akomodir maka atas nama Central Komando Rakyat akan memboikot aktivitas pemerintah.

Tepat pukul 09.15 Wit, massa aksi sempat memblokade jalan raya, dengan melakukan pembakaran ban bekas, batang dan daun kelapa, sebagai bentuk kekecewan terhadap Pemda Morotai dan Pemprov Malut, karena seolah olah tidak menyikapi tuntutan rakyat dimaksud.

Dilanjutkan dengan orasi yang di teriakkan orator Kawan Chaves, bahwa tujuan aksi ini hanya menuntut menstabilkan harga kopra seperti semula.

“Bentuk aksi yang kami lakukan ini dengan tujuan agar kiranya Pemkab Pulau Morotai, DPRD Pulau Morotai dan Pemprov-Malut bisa melihat kami yang ada di desa mengenai situasi harga kopra yang semakin memprihatinkan. Selaku anak petani kami sangat resah dengan anjloknya hrga kopra saat ini.” teriaknya

“Apabila perjuangan ini kami lakukan kemudian pihak kepolisian menghentikan maka kami juga tidak akan segan- segan melawannya.” tambahnya menentang

Dikatakan, bahwa aksi ini di bangun di 19 daerah, yang dilakukan, bukan hanya di morotai khususnya dan Malut umumnya, namun aksi yang dilaksanakan ini serentak di semua wilayah NKRI.

“Untuk itu, Kami meminta agar Pemda Kabupaten Pulau Morotai membuat Oerda terkait dng harga kopra.” tuntutnya

Ditegaskan Dalam orasi, bahwa alasan Aksi yang dilakukan dengan cara pemboikotan dan bakar ban bekas di jalan adalah salah satu bentuk pencekalan bagi pegawai kecamatan yang ada di kecamatan Morselbar, agar bisa merespon dan dapat mengakomodir untuk disampaikan ke Pemda Pulau Morotai yang berda di Daruba.

“Kami dari aliansi gerakan Central Comando rakyat (CCR) menyampaikan pula kepada pemerintah Provinsi Malut dan Pemkab Pulau Morotai, agar sebisa mugkin merealisasikan tuntutan kami, untuk menaikan harga kopra demi orang tua-tua kami yang berada di desa tiley khususnya dan Pulau Morotai umumnya.” tegasnya

Sehubungan dengan aksi yang dilakukan, Kawan Chaves, adalah refleksi saja, pihaknya meminta bilamana aksi yang dakukan kemudian oleh media atau wartawan telah meliputnya maka Ia menjamin arus lalulintas akan kembali normal.

Jam : 10.30 Wit, unit patmor Polres Morotai tiba di route aksi desa tiley, langsung bernegosiasi dengan massa aksi dan mempersilahkan serta menghimbau pendemo untuk menyampaikan aspirasi tetapi jangan lakukan pemblokiran jalan dengan cara bakar ban. Himbauan di terimah oleh massa aksi kemudian unit Patmor membersihkan sisa- sisa pembakaran yang dilakukan massa tersebut.

Tepat pukul :10.45 Wit, Kapolres Pulau morotai AKBP. Michael P. Sitanggang SIK. MH tiba di route aksi di jalan umum desa Tiley, bertatap muka dengan massa aksi dan memberi himbauan.

“Silahkan aksi namun tidak di perkenankan memblokir jalan sperti ini.” pintanya

Massa aksi-pun menerima baik penyampaian Kapolres, kemudian selanjutnya Kapolres memberi kesempatan waktu untuk melanjutkan demontrasi hingga pada pukul 12.00 Wit.

Pukul 11.25 Wit aksi berakhir. Para demonstran CCR membubarkan diri dengan aman, tertib dan Kapolres pun meninggalkan lokasi unras.

Selama aksi unras berlangsung, para demonstran dikawal keamanan wilayah Morselbar sebanyak 4 orang personil, diantaranya, Kapolsek Wayabula Iptu Esra Melanton, Bripka Rudy Syafar, Briptu Imran Husaleka dan Bripda Setiawan Usman.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

LSM LIRA Malut Mengutuk Keras Pemukulan Wartawan Binpers...

Ternate -- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Rakyat Indonesia (LIRA) Maluku Utara (Malut), mengutuk keras tindakan pemukulan terhadap salah satu wartawan Berita Investigasi Nasional (Binpers) Biro Maluku Utara. Ketua LSM...

EGP dengan teguran Gubernur, Ningsih terus lakukan Pergantian

Sanana -- Anjing menggongong Kafilah tetap berlalu menjadi pribahasa yang tepat untuk menggambarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) dibawah Kepemimpinan Kepala Daerah (Bupati-red) Fifian Adeningsih Mus. Bagaimana tidak,...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul, Fifian Adeningsih Mus terkait penyerapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021. Melalui Sekretaris Ajis...

Geser Jabatan Disdukcapil, Masyarakat Jadi Korban

Sanana -- Ketika muncul pertanyaan, apakah Kebijakan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM) melakukan Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan yang tidak sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,...

Babinsa dekati Pemuda, untuk jauhi Miras

Sanana -- Baru-baru ini Serda. Rusman Soamole, Anggota TNI Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Pelita Jaya-Kec. Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula...

Kepada massa Aksi APHS, Ketua DPRD Tawarkan Forum...

Sanana -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Sinaryo Thes, menawarkan Forum Bersama (Forum Rakyat-red) saat beraudiensi dengan puluhan massa Aksi dari Aliansi Peduli Hai...

Jargon Aksi Nyentrik iringi APHS Demo Bupati FAM

Sanana -- Berbagai Spanduk dan Poster yang menjadi Jargon Aksi APHS (Aliansi Pemuda Hai Sua) pada aksi mereka yang ke II, di Kantor Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) dan Kantor...

Gelar Aksi di Kantor Dispora Malut, Sejumlah Atlet...

Sofifi -- Menuntut hak merupakan sesuatu yang wajar bagi setiap orang yang telah memenuhi kewajibannya, tak terkecuali para atlet Maluku Utara yang hingga saat ini uang sakunya selama dua...

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea, Kec. Sanana Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Pendemo teriakkan Fifian Adeningsih...

BERITA UTAMA

APHS datangi Kantor Bupati, Sebut FAM Tidak Tau...

Sanana -- Aksi Jilid II Aliansi Peduli Hai Sua atau APHS di Kantor di Bupati, jln. Paskah Suzeta-Desa Pohea,...

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Apakah Bupati dan Dirjen Otda Bermain Mata, terkait...

Sanana -- Mutasi massal yang dilakukan oleh Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsih Mus (FAM) Kepada 57 Pejabat Eselon...

ARTIKEL TERKAIT

Aksi Unras CCR di Morotai Tuntut Harga Kopra Naik

i-malut.com, MOROTAI — Central Comando Rakyat (CCR) gelar aksi unjuk rasa (unras) serentak terkait anjloknya harga kopra di Provinsi Maluku Utara. Untuk di Kabupaten Pulau Morotai, aksi unrasnya berlangsung di poros jalan utama Desa Tiley, Kecamatan Morotai Barat, Rabu (19/12) pukul 09.00 Wit.

Aksi CCR itu dibawah koordinator lapangan Kawan Chaves dengan jumlah massa aksi kurang lebih 20 orang, dilengkapi alat peraga, bendera merah putih dua lembar, satu buah mega von dan spanduk yg bertuliskan “Naikan Harga Kopra”.

Dalam aksi tersebut, CCR menyampaikan pernyataan sikap, yakni;

  1. Pemerintah Provinsi secepatnya menaikkan harga kopra di Maluku Utara.
  2. DPRD secepatnya merencanakan, membentuk perusahaan daerah tentang komunitas kelapa dalam (Kopra)
  3. Pemerintah Provinsi segera mengadakan industri kelapa dalam (kopra), bila tuntutan ini tidak di akomodir maka atas nama Central Komando Rakyat akan memboikot aktivitas pemerintah.

Tepat pukul 09.15 Wit, massa aksi sempat memblokade jalan raya, dengan melakukan pembakaran ban bekas, batang dan daun kelapa, sebagai bentuk kekecewan terhadap Pemda Morotai dan Pemprov Malut, karena seolah olah tidak menyikapi tuntutan rakyat dimaksud.

Dilanjutkan dengan orasi yang di teriakkan orator Kawan Chaves, bahwa tujuan aksi ini hanya menuntut menstabilkan harga kopra seperti semula.

“Bentuk aksi yang kami lakukan ini dengan tujuan agar kiranya Pemkab Pulau Morotai, DPRD Pulau Morotai dan Pemprov-Malut bisa melihat kami yang ada di desa mengenai situasi harga kopra yang semakin memprihatinkan. Selaku anak petani kami sangat resah dengan anjloknya hrga kopra saat ini.” teriaknya

“Apabila perjuangan ini kami lakukan kemudian pihak kepolisian menghentikan maka kami juga tidak akan segan- segan melawannya.” tambahnya menentang

Dikatakan, bahwa aksi ini di bangun di 19 daerah, yang dilakukan, bukan hanya di morotai khususnya dan Malut umumnya, namun aksi yang dilaksanakan ini serentak di semua wilayah NKRI.

“Untuk itu, Kami meminta agar Pemda Kabupaten Pulau Morotai membuat Oerda terkait dng harga kopra.” tuntutnya

Ditegaskan Dalam orasi, bahwa alasan Aksi yang dilakukan dengan cara pemboikotan dan bakar ban bekas di jalan adalah salah satu bentuk pencekalan bagi pegawai kecamatan yang ada di kecamatan Morselbar, agar bisa merespon dan dapat mengakomodir untuk disampaikan ke Pemda Pulau Morotai yang berda di Daruba.

“Kami dari aliansi gerakan Central Comando rakyat (CCR) menyampaikan pula kepada pemerintah Provinsi Malut dan Pemkab Pulau Morotai, agar sebisa mugkin merealisasikan tuntutan kami, untuk menaikan harga kopra demi orang tua-tua kami yang berada di desa tiley khususnya dan Pulau Morotai umumnya.” tegasnya

Sehubungan dengan aksi yang dilakukan, Kawan Chaves, adalah refleksi saja, pihaknya meminta bilamana aksi yang dakukan kemudian oleh media atau wartawan telah meliputnya maka Ia menjamin arus lalulintas akan kembali normal.

Jam : 10.30 Wit, unit patmor Polres Morotai tiba di route aksi desa tiley, langsung bernegosiasi dengan massa aksi dan mempersilahkan serta menghimbau pendemo untuk menyampaikan aspirasi tetapi jangan lakukan pemblokiran jalan dengan cara bakar ban. Himbauan di terimah oleh massa aksi kemudian unit Patmor membersihkan sisa- sisa pembakaran yang dilakukan massa tersebut.

Tepat pukul :10.45 Wit, Kapolres Pulau morotai AKBP. Michael P. Sitanggang SIK. MH tiba di route aksi di jalan umum desa Tiley, bertatap muka dengan massa aksi dan memberi himbauan.

“Silahkan aksi namun tidak di perkenankan memblokir jalan sperti ini.” pintanya

Massa aksi-pun menerima baik penyampaian Kapolres, kemudian selanjutnya Kapolres memberi kesempatan waktu untuk melanjutkan demontrasi hingga pada pukul 12.00 Wit.

Pukul 11.25 Wit aksi berakhir. Para demonstran CCR membubarkan diri dengan aman, tertib dan Kapolres pun meninggalkan lokasi unras.

Selama aksi unras berlangsung, para demonstran dikawal keamanan wilayah Morselbar sebanyak 4 orang personil, diantaranya, Kapolsek Wayabula Iptu Esra Melanton, Bripka Rudy Syafar, Briptu Imran Husaleka dan Bripda Setiawan Usman.

--

BERITA LAINNYA

Kodim 1510/Sula-Koramil 03/Sanana menjadi Pelaksana Program Serbuan Vaksin...

Sanana -- Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Sanana-Kodim 1510/Sula, Kapten. Abdul Malik Fudji, baru-baru ini menggelar...

Dianggap Buat Terobosan Diawal kepemimpinan, Ketua DPC Gerindra...

Labuha - DPC Partai Gerindra Halmahera Selatan (Halsel), mengapresiasi kebijakan Bupati Usman Sidik terkait penataan...

Dukung 100 Hari Kerja, Kelurahan Maliaro Fokus Kebersihan...

Ternate -- Dalam rangka mendukung program 100 hari kerja Wali Kota Ternate, Pemerintah Kelurahan Maliaro,...

Kajari Halut Buka Sosialisasi Kepatuhan BPJS

Tobelo -- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halmahera Utara (Halut), Agus Wirawan Eko Saputro, dipercayakan membuka...

UNUTARA Sebagai Pelopor Kampus Multi Toleransi di Maluku...

Ternate -- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah XII provinsi Maluku-Maluku Utara telah menyelenggarakan evaluasi...

F-Demokrat DPRD Kepsul, ingatkan Bupati Penyerapan DAK 2021

Sanana -- Fraksi Demokrat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sula (Kepsul), mengingatkan Bupati Kepsul,...

TERPOPULER

Ningsih diperintahkan kembalikan posisi 57 Pejabat di Pemkab...

QS Al-Baqarah Ayat 153 : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ "Wahai orang-orang yang...

Beri Sinyal Tidak Ada Dendam Politik, Bupati: Siapa...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik memiliki kebiasaan melakukkan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor Dinas/Badan, kantor desa,...