Benny Laos : Reformasi Birokrasi Tetap Jalan, Tidak ada Kata Mundur

i-malut.com, MOROTAI — Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos, melantik pejabat struktural eselon II, III di lingkungan Pemerintah Daerah  Kabupaten Pulau Morotai, berlangsung di Aula lantai dua Kantor Bupati, Jalan Merdeka, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Rabu (19/12) Pukul 15.00 Wit.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Sekda Muhammad M Kharie, Asisten I Muchlis Baay, Asisten II Alexander Wermasubun, Asisten III Ida R Arsat, Perwakilan BPK RI, para Kepala Dinas dan Kepala Bagian di lingkup Pemkab Pulau Morotai.

Dalam kesempatan itu, Bupati melantik Hawa Umar, Amd Kep, sebagai Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),
Marwanto Praseptiyo, SE. MSI. AK. CA, dari BPK RI sebagai Inspektur Inspektorat Daerah Pulau Morotai, dan Pardi Sumtaki SIP,  sebagai Kabid Pencegahan  dan Kesiap Siagaan di BPBD.

Dalam sambutannya, Bupati Benny Laos menyampaikan, bahwa dirinya menyimak hiruk pikuk yang dilakukan ASN Pulau Morotai baru-baru ini.

“kami menyimak debat diruang public ahir-ahir ini. Banyak menilai kami keliru dalam mengambil kebijakan, tapi sesungguhnya karena mereka tidak menerima reformasi birokrasi yang kami lakukan, yakni membuang kebiasaan lama,” ungkapnya

Dikatakannya, pelayanan desa binaan oleh ASN hanyalah bersifat sementara setelah Pemerintah Kecamatan telah matang dalam melakukan pelayanan dasar dan penunjuk jalan bagi Pemkab.

“Pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat bukan sebaliknya”. katanya

Lanjut Bupati, penekanan yang selama ini Ia lakukan semata-mata agar terjadi kompetisi di internal ASN dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Namun, sampai saat ini belum ada satupun tawaran konsep yang benar.

“Kita hanya berputar pada kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, ini adalah kebiasan lama, paradigma ini yang dirubah.” pungkasnya

Namun semua itu, kata Bupati, akan sendirinya terpenuhi ketika semuanya telah menjalankan kewajiban dengan baik dan benar.

“Saya memaklumi karena Morotai daerah baru yang butuh pembelajaran, sehingga merombak kebiasan lama masih bergejolak pada persolan teknis dan rutinitas,” ungkapnya

Bupati menegaskan, reformasi birokrasi tetap berjalan, tidak ada langkah mundur, kinerja ASN menjadi tolak ukur, sehingga loyalitas dan kejujuran ASN adalah wajib hukumnya.

“Kita harus malu sudah delapan tahun berkabupaten belum punya pondasi dasar pemerintahan yang kuat yang kita miliki, untuk menembus kebuntuan ini, ASN tidak boleh hidup berleha-leha, berfoya-foya dan mengabaikan pelayanan terhadap masyarakat, padahal kita dibayar negara untuk mekayani rakyat.” semburnya

Pengambilan sumpah suatu jabatan, tutur Bupati, merupkakan tanggung jawab pribadi kita kepada tuhan yang maha esa, maka loyalitas ASN itu bukan kepada pimpinan semata, tetapi kepada sistim yang diatur oleh aturan ASN, bila seluruh regulasi ini dipahami maka semua akan berjalan dengan baik.

“Bukan menghitung gaji, menghitung tunjangan, menghitung pangkat, karena itu diatur oleh undang undang, itu semuanya adalah hak tetapi dibalik itu ada kewajiban yang harus dipenuhi lebih dulu,” tandasnya

Suasana pengambilan sumpah jabatan oleh pendeta Jein dan Ustadz Jaim, dibacakan Bupati Pulau Morotai Benny Laos.

Untuk itu Ia mengingatkan, jangan buat gesekan antara satu dengan yang lain, antara lintas organisasi, karena bila kita kerja sesuai sistem maka tidak ada keributan, jadi patuhi pada sistem yang telah dibangun, hormati dan ta’at.

“Pahami tupoksi kalian, pahami seluruh regulasi ASN, jangan menganggap kita paling sempurna, jangan mencaplok kewenangan tuhan, karena kalian tidak punya hak, marilah kita bekerja pada porsi kita masing masing, jangan sampai kewenangan tuhan-pun kita ambil alih dan untuk inspektorat, seluruh ASN tidak ada kompromi kalau korupsi termasuk saya Bupati segera ditangkap bila terbukti.” tegasnya kembali.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Halut...

Tobelo -- AT alias AS, Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Halut, pada Rabu (22/9) resmi dilaporkan ke KSPKT Polres setempat. AS dilaporkan karena diduga melakukan...

Kapolda Malut Didampingi Ketum GMIH Pantau Kegiatan Vaksinasi...

Tobelo -- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol, Risyapudin Nursin, yang didampingi Ketua Umum (Ketum) Sinode GMIH, Pdt. Demianus Ice, lakukan pemantauan kegiatan Vaksinasi Nasional yang digelar di Universitas...

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Benny Laos : Reformasi Birokrasi Tetap Jalan, Tidak ada Kata Mundur

i-malut.com, MOROTAI — Bupati Kabupaten Pulau Morotai, Benny Laos, melantik pejabat struktural eselon II, III di lingkungan Pemerintah Daerah  Kabupaten Pulau Morotai, berlangsung di Aula lantai dua Kantor Bupati, Jalan Merdeka, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Rabu (19/12) Pukul 15.00 Wit.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Sekda Muhammad M Kharie, Asisten I Muchlis Baay, Asisten II Alexander Wermasubun, Asisten III Ida R Arsat, Perwakilan BPK RI, para Kepala Dinas dan Kepala Bagian di lingkup Pemkab Pulau Morotai.

Dalam kesempatan itu, Bupati melantik Hawa Umar, Amd Kep, sebagai Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),
Marwanto Praseptiyo, SE. MSI. AK. CA, dari BPK RI sebagai Inspektur Inspektorat Daerah Pulau Morotai, dan Pardi Sumtaki SIP,  sebagai Kabid Pencegahan  dan Kesiap Siagaan di BPBD.

Dalam sambutannya, Bupati Benny Laos menyampaikan, bahwa dirinya menyimak hiruk pikuk yang dilakukan ASN Pulau Morotai baru-baru ini.

“kami menyimak debat diruang public ahir-ahir ini. Banyak menilai kami keliru dalam mengambil kebijakan, tapi sesungguhnya karena mereka tidak menerima reformasi birokrasi yang kami lakukan, yakni membuang kebiasaan lama,” ungkapnya

Dikatakannya, pelayanan desa binaan oleh ASN hanyalah bersifat sementara setelah Pemerintah Kecamatan telah matang dalam melakukan pelayanan dasar dan penunjuk jalan bagi Pemkab.

“Pemerintah hadir sebagai pelayan masyarakat bukan sebaliknya”. katanya

Lanjut Bupati, penekanan yang selama ini Ia lakukan semata-mata agar terjadi kompetisi di internal ASN dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Namun, sampai saat ini belum ada satupun tawaran konsep yang benar.

“Kita hanya berputar pada kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, ini adalah kebiasan lama, paradigma ini yang dirubah.” pungkasnya

Namun semua itu, kata Bupati, akan sendirinya terpenuhi ketika semuanya telah menjalankan kewajiban dengan baik dan benar.

“Saya memaklumi karena Morotai daerah baru yang butuh pembelajaran, sehingga merombak kebiasan lama masih bergejolak pada persolan teknis dan rutinitas,” ungkapnya

Bupati menegaskan, reformasi birokrasi tetap berjalan, tidak ada langkah mundur, kinerja ASN menjadi tolak ukur, sehingga loyalitas dan kejujuran ASN adalah wajib hukumnya.

“Kita harus malu sudah delapan tahun berkabupaten belum punya pondasi dasar pemerintahan yang kuat yang kita miliki, untuk menembus kebuntuan ini, ASN tidak boleh hidup berleha-leha, berfoya-foya dan mengabaikan pelayanan terhadap masyarakat, padahal kita dibayar negara untuk mekayani rakyat.” semburnya

Pengambilan sumpah suatu jabatan, tutur Bupati, merupkakan tanggung jawab pribadi kita kepada tuhan yang maha esa, maka loyalitas ASN itu bukan kepada pimpinan semata, tetapi kepada sistim yang diatur oleh aturan ASN, bila seluruh regulasi ini dipahami maka semua akan berjalan dengan baik.

“Bukan menghitung gaji, menghitung tunjangan, menghitung pangkat, karena itu diatur oleh undang undang, itu semuanya adalah hak tetapi dibalik itu ada kewajiban yang harus dipenuhi lebih dulu,” tandasnya

Suasana pengambilan sumpah jabatan oleh pendeta Jein dan Ustadz Jaim, dibacakan Bupati Pulau Morotai Benny Laos.

Untuk itu Ia mengingatkan, jangan buat gesekan antara satu dengan yang lain, antara lintas organisasi, karena bila kita kerja sesuai sistem maka tidak ada keributan, jadi patuhi pada sistem yang telah dibangun, hormati dan ta’at.

“Pahami tupoksi kalian, pahami seluruh regulasi ASN, jangan menganggap kita paling sempurna, jangan mencaplok kewenangan tuhan, karena kalian tidak punya hak, marilah kita bekerja pada porsi kita masing masing, jangan sampai kewenangan tuhan-pun kita ambil alih dan untuk inspektorat, seluruh ASN tidak ada kompromi kalau korupsi termasuk saya Bupati segera ditangkap bila terbukti.” tegasnya kembali.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER