7 Anggota Polres Morotai Diajukan Dalam Sidang Kode Etik

i-malut.com, MOROTAI — Bagian Propam Polres Kabupaten Pulau Morotai, gelar Sidang kode etik, terhadap 7 orang anggota Polres Morotai yang diduga melanggar kode etik kepolisian RI dalam menjalankan tugas-tugas kedinasannya. Sidang kode etik berlangsung diruang sidang Polres, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Sabtu (22/12).

Sidang di gelar dengan agenda persidangan tuntutan terhadam tujuh orang anggota Polri,  Polres Pulau Morotai dengan ragam pelanggaran kode etik.

Teridentifikasi Empat orang anggota diduga melanggar kode etik karena lalai dalam menjalankan tugas sehingga tahanan melarikan diri, dua orang anggota tidak melaksanakan tugas dan satu orang pelimpahan dari Polres Halut terkait kasus senpi yang hilang.

Kasie Propam Ipda. Rudi Renuat, menjelaskan, dari ke tujuh tersangka menerima hukuman yang berbeda, yakni ada dengan hukuman kurungan, ditunda pendidikan dan gaji berkalanya serta penundaan kenaikan pangkat selama 6 bulan.

“Tujuh anggota polres yang disidangkan adalah, Briptu M Ikram, Bripda Mursid Nono, Briptu  Yogi, Briptu  Tio Harjuno, Bripda Risky, Briptu Ardi Duwila dan Brigpol Ricard Sumaredi,” ungkap Ipda Rudi Renaut, Sabtu (12/12).

Dikatakan, dari ke-tujuh anggota yang melakukan pelanggaran etik tersebut, empat orang dihukum penundaan mengikuti pendidikn selama satu periode, satu orang kurungan 21 hari di tempat  khusus. satu orang penundaan gaji berkala dan satu orang hanya teguran tertulis.

Hal yang sama juga disampaikan Wakapolres Morotai Kompol drh Dedi. Wijayanto.SH, saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (22/12). Ia mengatakan, dilaksanakan sidang kode etik bagi anggota yang melakukan pelangaran tindak disiplin, berupa teguran tertulis, penundaan gaji berkala, patsus dan penundaan kenaikan pangkat selama enam bulan.

Sementara Kapolres Pulau Morotai AKBP Mickael P Sitanggang, SIK, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/12) pukul 15.36 Wit, mengutarakan, bahwa ke-tujuh anggota tersebut, terkait dengan pelanggaran disiplin dalam bertugas.

“Kukumannya ada yang teguran, sampai dengan penundaan sekolah, serta ditempatkan ditempat khusus.” katanya

“Harapan saya, supaya anggota di tahun yang baru, lebih disiplin dan bertanggungjawab lagi dalam pelaksanaan tugas”. sambung Kapolres.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Kadispar Tikep; Pariwisata Sumber Penghasilan Penunjang PAD

Tidore -- Jika kita berbicara terkait dengan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka pariwisata merupakan salah satu sumber penghasilan yang sangat signifikan dalam menunjang PAD pada setiap wilayah pemerintahan...

Mutu Pendidikan Menurun Dimasa Covid-19, Ini Penjelasan Kepala...

Tidore -- Bencana non alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang menyebar hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, telah melumpuhkan berbagai aktivitas pada semua lini termasuk dunia pendidikan. Kepala...

Ini Jawaban Bupati Usman Sidik Atas Harapan dari...

Labuha – Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik, menanggapi permintaan dan juga harapan dari Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB), terkait posisi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang sempat menjadi janji Politik...

Kerukunan Masyarakat Bajoe Taruh Harap Usman-Bassam Bisa Realisasi...

Labuha – Kerukunan Masyarakat Bajoe (KMB) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), meminta Bupati Usman Sidik dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba (Usman-Bassam) agar bisa merealisasikan janji Politiknya pada Kampanye...

Sejumlah Nama Calon Ketua GAMKI Halut Mulai Bermunculan,...

Tobelo -- Meski momentum Konferensi Cabang (Konfercab) Garekan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Halmahera Utara (Halut), nanti akan digelar pada bulan Oktober mendatang, namun kini sejumlah nama yang...

Prihatin Sikap Kontraktor, Pedagang di Kawasan Kantor Bupati...

Tobelo -- Sejumlah pedagang kecil yang berjualan dikawasan Kantor Bupati Halmahera Utara (Halut), pada Jumat (17/9) sore tadi sekitar Pukul, 17.00 WIT, mengamuk sambil menyebut prihatin dengan sikap kontaktor...

PDAM Tikep Nunggak Pajak 8 Bulan, Bapenda Tikep...

Tidore -- Memasuki 9 bulan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak melakukan pembayaran pajak, membuat Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kota Tikep kehabisan akal. Sekertaris Bapenda Tikep,...

DPM-PTSP Tikep Sebut Banyak Pengusaha Ilegal di Kota...

Tidore -- Ternyata masih banyak pengusaha di wilayah Tikep yang belum memiliki ijin usaha atau masih ilegal. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Dinas Penanaman Modal dan...

Diknas Tikep Ketat Lakukan Pengawas Pengelolaan Dana BOS

Tidore -- Terkait dengan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tidak main-main dalam pengawasan pengelolaannya. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

7 Anggota Polres Morotai Diajukan Dalam Sidang Kode Etik

i-malut.com, MOROTAI — Bagian Propam Polres Kabupaten Pulau Morotai, gelar Sidang kode etik, terhadap 7 orang anggota Polres Morotai yang diduga melanggar kode etik kepolisian RI dalam menjalankan tugas-tugas kedinasannya. Sidang kode etik berlangsung diruang sidang Polres, Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Sabtu (22/12).

Sidang di gelar dengan agenda persidangan tuntutan terhadam tujuh orang anggota Polri,  Polres Pulau Morotai dengan ragam pelanggaran kode etik.

Teridentifikasi Empat orang anggota diduga melanggar kode etik karena lalai dalam menjalankan tugas sehingga tahanan melarikan diri, dua orang anggota tidak melaksanakan tugas dan satu orang pelimpahan dari Polres Halut terkait kasus senpi yang hilang.

Kasie Propam Ipda. Rudi Renuat, menjelaskan, dari ke tujuh tersangka menerima hukuman yang berbeda, yakni ada dengan hukuman kurungan, ditunda pendidikan dan gaji berkalanya serta penundaan kenaikan pangkat selama 6 bulan.

“Tujuh anggota polres yang disidangkan adalah, Briptu M Ikram, Bripda Mursid Nono, Briptu  Yogi, Briptu  Tio Harjuno, Bripda Risky, Briptu Ardi Duwila dan Brigpol Ricard Sumaredi,” ungkap Ipda Rudi Renaut, Sabtu (12/12).

Dikatakan, dari ke-tujuh anggota yang melakukan pelanggaran etik tersebut, empat orang dihukum penundaan mengikuti pendidikn selama satu periode, satu orang kurungan 21 hari di tempat  khusus. satu orang penundaan gaji berkala dan satu orang hanya teguran tertulis.

Hal yang sama juga disampaikan Wakapolres Morotai Kompol drh Dedi. Wijayanto.SH, saat dikonfirmasi media ini, Sabtu (22/12). Ia mengatakan, dilaksanakan sidang kode etik bagi anggota yang melakukan pelangaran tindak disiplin, berupa teguran tertulis, penundaan gaji berkala, patsus dan penundaan kenaikan pangkat selama enam bulan.

Sementara Kapolres Pulau Morotai AKBP Mickael P Sitanggang, SIK, saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/12) pukul 15.36 Wit, mengutarakan, bahwa ke-tujuh anggota tersebut, terkait dengan pelanggaran disiplin dalam bertugas.

“Kukumannya ada yang teguran, sampai dengan penundaan sekolah, serta ditempatkan ditempat khusus.” katanya

“Harapan saya, supaya anggota di tahun yang baru, lebih disiplin dan bertanggungjawab lagi dalam pelaksanaan tugas”. sambung Kapolres.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER