Tips Jadi Ibu Zaman Now yang Berkualitas

i-malut.com — MENJADI ibu sekarang ini tentu berbeda caranya dengan apa yang dilakukan generasi 20 tahun sebelumnya. Salah satu fakta nyatanya adalah era digital yang akhirnya memengaruhi mereka.

Jangan heran jika ibu zaman now sudah dapat informasi lebih luas dari upaya dia sendiri searching di Google atau sumber internet lainnya. Hal ini tentunya jadi kekuatan tersendiri khususnya untuk tujuan memperkaya pengetahuan tetang segala hal. Ya, ibu zaman now itu serba tahu.

Tapi, apakah melek teknologi saja cukup? Perlukah tradisi pola asuh ibu lama diaplikasikan di era digital ini?

Dikutip i-malut dari okezone, Minggu (23/12), Linda Gumelar menjelaskan bahwa di era milenial seperti sekarang ini, generasi muda yang usianya 15-34 tahun jumlahnya ada 81 juta jiwa. Jika diibaratkan wanita berusia 27 sudah menjadi ibu, bisa diperkirakan ada 30% ibu muda dari generasi milenail yang hidup di Indonesia.

Ciri mereka yang paling kentara adalah sangat melek informasi dan percaya diri. Bahkan, menurut Linda, ibu zaman now itu sangat kritis. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan yang banyak dia terima.

Namun, Linda menegaskan bahwa sekalipun ibu zaman now punya kekuatan besar ini, ada baiknya mereka tetap menjaga karakter sebagai perempuan Indonesia yang mandiri, cerdas, dan cinta Tanah Air.

“Dengan begitu, ibu zaman now bisa membesarkan anak-anaknya sebagai pribadi anak Indonesia yang hebat dan besar. Saya yakin juga bahwa teknologi yang cukup dikuasai ibu zaman now ini akan membawa dampak luar biasa untuk menciptakan generasi bangsa yang juga luar biasa,” terang Linda.

Linda juga menambahkan bahwa sifat dasar perempuan itu sangat tanggap, loyal, dan konsisten dalam bersikap. “Jika ibu modern bisa memadukan sifat tersebut dengan hebatnya teknologi yang dikuasai, saya yakin perempuan dan ibu-ibu zaman now Indonesia akan menjadi kuat,” paparnya.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Bupati Sula atau Ajudannya yang berbohong, ini Kronologisnya

Sanana -- Polemik Surat Gubernur Maluku Utara (Malut) Abd. Gani Kasuba melalui Sekprov yang ditujukan kepada Bupati Sula Fifian Adeningsi Mus (FAM) mulai mendapatkan titik terang. Infomasi yang berhasil dihimpun...

Soal Surat dari Sekprov, Kader Nasdem menduga Bupati...

Sanana -- Pernyataan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul) Fifian Adeningsi Mus (FAM) yang menyatakan bahwa belum menerima surat dari Sekretaris Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Drs. Hasanuddin Abdul Kadir, menuai tanggapan...

Kompak dengan Jersey Kuning Golkar, Bupati FAM terima...

Sanana -- Berlangsung di Istana Daerah Desa Fagudu-Sanana, sekilas orang mengira ini adalah acara Partai Golkar, setelah mendekat perkiraan itu keliru, karena ini adalah acara Vaksinasi Covid-19 ke dua...

Kota Ternate Bakal Punya Pasar Hewan, Ini Rencana...

Ternate – Dinas Pertanian Kota Ternate berencana membangun pasar  hewan di Kelurahan Sulamadaha kecamatan Ternate Barat, di Tahun 2021. Hal ini dianggap sangat penting guna mengatur dan menertibkan para...

Misteri Surat Sekprov ke Bupati Sula, siapa yang...

Sanana -- Baru-baru ini diacara Pelantikan dan Rakerda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPD. Kepulauan Sula (Kepsul) dan Pulau Taliabu (Pultab) Rabu 16/6/2021, Bupati Kepsul Fifian Adeningsih Mus, mengeluarkan pernyataan...

Ali Kembali Pimpin Dinas PUPR, Dahrun Tetap Dalam...

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Usman Sidik, kembali melakukan pergantian ditingkat Pimpinan SKPD. Kali ini Plt. Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dahrun Kasuba harus...

Babinsa Fuata ikut Sosialisasikan Filariasis ke Warga Desa

Sanana -- Baru-baru ini Bintara Pemuda Desa (Babinsa), di Desa Fuata-Kec. Sulabesi Selatan, Kab. Kepulauan Sula (Kepsul), Serda. Yusran Fataruba ikut mensosialisasikan penyakit Kaki Gajah (Filariasis) kepada Masyarakat Desa,...

Akhirnya Pemprov Malut Hentikan Proses Produksi Dilokasi Smelter...

Sofifi -- Insiden terbakarnya tungku smelter PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut), ditanggapi serius oleh Pemprov melalui Dinas Tenaga...

KASN sebut mutasi massal pejabat di Sula sebagai...

Sanana -- Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN akhirnya angkat bicara terkait mutasi massal yang dilakukan Bupati Kepulauan Sula (Kepsul), Fifian Adeningsih Mus (FAM). Sumardi, S.E., M.Si asisten Komisioner KASN...

BERITA UTAMA

ARTIKEL TERKAIT

Tips Jadi Ibu Zaman Now yang Berkualitas

i-malut.com — MENJADI ibu sekarang ini tentu berbeda caranya dengan apa yang dilakukan generasi 20 tahun sebelumnya. Salah satu fakta nyatanya adalah era digital yang akhirnya memengaruhi mereka.

Jangan heran jika ibu zaman now sudah dapat informasi lebih luas dari upaya dia sendiri searching di Google atau sumber internet lainnya. Hal ini tentunya jadi kekuatan tersendiri khususnya untuk tujuan memperkaya pengetahuan tetang segala hal. Ya, ibu zaman now itu serba tahu.

Tapi, apakah melek teknologi saja cukup? Perlukah tradisi pola asuh ibu lama diaplikasikan di era digital ini?

Dikutip i-malut dari okezone, Minggu (23/12), Linda Gumelar menjelaskan bahwa di era milenial seperti sekarang ini, generasi muda yang usianya 15-34 tahun jumlahnya ada 81 juta jiwa. Jika diibaratkan wanita berusia 27 sudah menjadi ibu, bisa diperkirakan ada 30% ibu muda dari generasi milenail yang hidup di Indonesia.

Ciri mereka yang paling kentara adalah sangat melek informasi dan percaya diri. Bahkan, menurut Linda, ibu zaman now itu sangat kritis. Hal ini berkaitan dengan pengetahuan yang banyak dia terima.

Namun, Linda menegaskan bahwa sekalipun ibu zaman now punya kekuatan besar ini, ada baiknya mereka tetap menjaga karakter sebagai perempuan Indonesia yang mandiri, cerdas, dan cinta Tanah Air.

“Dengan begitu, ibu zaman now bisa membesarkan anak-anaknya sebagai pribadi anak Indonesia yang hebat dan besar. Saya yakin juga bahwa teknologi yang cukup dikuasai ibu zaman now ini akan membawa dampak luar biasa untuk menciptakan generasi bangsa yang juga luar biasa,” terang Linda.

Linda juga menambahkan bahwa sifat dasar perempuan itu sangat tanggap, loyal, dan konsisten dalam bersikap. “Jika ibu modern bisa memadukan sifat tersebut dengan hebatnya teknologi yang dikuasai, saya yakin perempuan dan ibu-ibu zaman now Indonesia akan menjadi kuat,” paparnya.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER