2019, Kuota Bidikmisi Naik Jadi 130.000 Mahasiswa

i-malut.com, JAKARTA — Kabar gembira bagi mahasiswa kurang mampu yang berprestasi untuk bisa mewujudkan cita-citanya berkuliah di perguruan tinggi.

Kini pemerintah akan menaikkan kuota beasiswa Bidikmisi dari 85.000 mahasiswa tahun lalu menjadi 130.000 mahasiswa untuk tahun ini. Peningkatan kuota penerima ini untuk memenuhi prioritas pembangunan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang akan fokus pada sumber daya manusia (SDM).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, beasiswa Bidikmisi menjadi salah satu program peningkatan akses bagi mahasiswa tidak mampu, namun berprestasi, agar bisa menempuh pendidikan tinggi.

Tahun ini pemerintah tidak lagi fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi ke pembangunan manusia dan Presiden telah mengamanatkan kuota bea siswa ini ditingkatkan menjadi sekitar 50%. “Ini perintah dari Presiden (Jokowi), supaya kalau bisa Bidikmisi dinaikkan 50%.

Prioritas pembangunan akan di geser dari infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia,” kata Nasir di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari SINDOnews, Kamis (3/1), pada 2018 kuota nasional Bidikmisi mencapai 85.000 mahasiswa. Dengan demikian, pada tahun ini pemerintah akan meningkatkan anggaran Bidikmisi agar penerimanya bisa mencapai 130.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini mengungkapkan, penerima Bidikmisi menunjukkan prestasi akademik yang sangat menggembirakan di perguruan tinggi. Menurut dia, hal ini dapat terlihat dari data bahwa jumlah mahasiswa penerima Bidikmisi yang memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) 3 sebanyak 82,83%.

Mahasiswa yang awalnya tidak bisa bermimpi mendapat pekerjaan layak karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas pun akhirnya banyak yang bisa bekerja di perusahaan BUMN ataupun swasta, menjadi guru hingga berwirausaha.

Nasir menjelaskan, program afirmasi pendidikan ini memang bertujuan memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Karena itu, putra-putri bangsa yang memiliki potensi akademik dan berasal dari kalangan tidak mampu akan mendapatkan pembiayaan penuh untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Selain biaya pendidikan, penerima Bidikmisi juga akan menerima uang saku bulanan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua penerima Bidikmisi yang berasal dari kalangan tidak mampu,” ungkapnya.

Selain Bidikmisi, Kemenristek Dikti juga memiliki kebijakan afirmasi lain, yaitu Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Papua dan Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Program ini bertujuan meningkatkan putra-putri Papua dan Daerah 3T untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Pada tahun 2014 penerima manfaat program ini sebanyak 1.673 mahasiswa, pada 2018 ditargetkan 5.743 mahasiswa mendapatkan manfaat dari program ini.

“Setiap tahun Kemenristek Dikti memberikan perhatian khusus kepada putra-putri dari daerah Papua dan daerah 3T untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Di samping mendapatkan bea siswa, mereka mendapatkan kuota khusus di perguruan tinggi negeri dengan seleksi tersendiri. Hasilnya juga menggembirakan, 31% peserta program ini meraih IPK di atas 3,” ujar Menteri Nasir.

Sebagai salah satu contoh, pada 2018 mahasiswa Unnes yang mendapatkan program beasiswa Bidikmisi berjumlah 1.208 mahasiswa dengan total mahasiswa aktif penerima Bidikmisi berjumlah 6.004 mahasiswa.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

2019, Kuota Bidikmisi Naik Jadi 130.000 Mahasiswa

i-malut.com, JAKARTA — Kabar gembira bagi mahasiswa kurang mampu yang berprestasi untuk bisa mewujudkan cita-citanya berkuliah di perguruan tinggi.

Kini pemerintah akan menaikkan kuota beasiswa Bidikmisi dari 85.000 mahasiswa tahun lalu menjadi 130.000 mahasiswa untuk tahun ini. Peningkatan kuota penerima ini untuk memenuhi prioritas pembangunan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang akan fokus pada sumber daya manusia (SDM).

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohammad Nasir mengatakan, beasiswa Bidikmisi menjadi salah satu program peningkatan akses bagi mahasiswa tidak mampu, namun berprestasi, agar bisa menempuh pendidikan tinggi.

Tahun ini pemerintah tidak lagi fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi ke pembangunan manusia dan Presiden telah mengamanatkan kuota bea siswa ini ditingkatkan menjadi sekitar 50%. “Ini perintah dari Presiden (Jokowi), supaya kalau bisa Bidikmisi dinaikkan 50%.

Prioritas pembangunan akan di geser dari infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia,” kata Nasir di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Semarang, Jawa Tengah.

Dikutip dari SINDOnews, Kamis (3/1), pada 2018 kuota nasional Bidikmisi mencapai 85.000 mahasiswa. Dengan demikian, pada tahun ini pemerintah akan meningkatkan anggaran Bidikmisi agar penerimanya bisa mencapai 130.000 mahasiswa di seluruh Indonesia.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini mengungkapkan, penerima Bidikmisi menunjukkan prestasi akademik yang sangat menggembirakan di perguruan tinggi. Menurut dia, hal ini dapat terlihat dari data bahwa jumlah mahasiswa penerima Bidikmisi yang memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) 3 sebanyak 82,83%.

Mahasiswa yang awalnya tidak bisa bermimpi mendapat pekerjaan layak karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas pun akhirnya banyak yang bisa bekerja di perusahaan BUMN ataupun swasta, menjadi guru hingga berwirausaha.

Nasir menjelaskan, program afirmasi pendidikan ini memang bertujuan memutus rantai kemiskinan di Indonesia. Karena itu, putra-putri bangsa yang memiliki potensi akademik dan berasal dari kalangan tidak mampu akan mendapatkan pembiayaan penuh untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

“Selain biaya pendidikan, penerima Bidikmisi juga akan menerima uang saku bulanan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua penerima Bidikmisi yang berasal dari kalangan tidak mampu,” ungkapnya.

Selain Bidikmisi, Kemenristek Dikti juga memiliki kebijakan afirmasi lain, yaitu Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Papua dan Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Program ini bertujuan meningkatkan putra-putri Papua dan Daerah 3T untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Pada tahun 2014 penerima manfaat program ini sebanyak 1.673 mahasiswa, pada 2018 ditargetkan 5.743 mahasiswa mendapatkan manfaat dari program ini.

“Setiap tahun Kemenristek Dikti memberikan perhatian khusus kepada putra-putri dari daerah Papua dan daerah 3T untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Di samping mendapatkan bea siswa, mereka mendapatkan kuota khusus di perguruan tinggi negeri dengan seleksi tersendiri. Hasilnya juga menggembirakan, 31% peserta program ini meraih IPK di atas 3,” ujar Menteri Nasir.

Sebagai salah satu contoh, pada 2018 mahasiswa Unnes yang mendapatkan program beasiswa Bidikmisi berjumlah 1.208 mahasiswa dengan total mahasiswa aktif penerima Bidikmisi berjumlah 6.004 mahasiswa.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER