Cara Perbaiki Pola Asuh Permisif

i-malut.com, JAKARTA — Para peneliti mengatakan pola pengasuhan permisif merupakan pola asuh yang gagal. Pola asuh ini dinilai tidak memiliki aturan.

Namun jangan khawatir, jika Anda terlalu permisif, belum terlambat untuk mulai menetapkan batas. “Ingat, bukan tugas orang tua untuk membuat anak mereka bahagia. Sebaliknya, tugas mereka adalah mendukung anak mereka dalam memahami dan mengelola seluruh emosi mereka,” ujar Laura Markham, penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids seperti dilansir di republika, Kamis (3/1).

Langkah pertama adalah memahami betapa pentingnya batasan terhadap rasa aman, keamanan, dan harga diri anak. Selanjutanya coba langkah-langkah berikut.

Setujui aturan keluarga

Berusaha keras untuk tetap tenang ketika aturan-aturan itu tidak diikuti. “Ingat tetap terhubung dengan anak Anda adalah hal yang memberinya motivasi untuk mengikuti aturan Anda,” ujar Markham.

Dia juga mengatakan untuk memperhatikan saat-saat ketika Anda tidak menetapkan batas karena perasaan sakit hati anak Anda membuat Anda tidak nyaman, tapi bersedia menghadapi ketidaknyamanan Anda sendiri.

Tetapkan rutinitas

Debbie Zeichner menambahkan semua anak ingin merasakan rasa memiliki dan merasakan bahwa mereka penting dan memiliki sesuatu yang bermakna untuk disumbangkan. “Jika Anda kesulitan keluar dari pintu di pagi hari, tanyakan kepada anak Anda langkah-langkah apa yang harus Anda ambil agar pergi tepat waktu.”

Lakukan diskusi ide dan buatlah rencana bersama. Melakukan hal itu memupuk koneksi, rasa hormat serta memecahkan masalah.

Jangan pernah mengabaikan perilaku buruk

Anda bisa mulai dengan mengatakan, “Kamu meneriaki ibu/ayah. Kita tahu kita tidak boleh berteriak satu sama lain. Kamu pasti sangat kesal. Coba cerita tentang hal itu” .

Tapi jangan abaikan itu. Dan kemudian, ketika semua orang tenang, Anda bisa mengatakan kepada anak, “Ibu/ayah akan selalu mendengarkan apa yang kamu katakan. Ibu/ayah tidak akan berteriak pada kamu. Ibu/ayah berharap kamu memberi tahu mengapa kamu kesal tanpa berteriak padaku”.

__

Iklan Layanan

Komentar disini

i-malut.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

 

ARTIKEL TERKAIT

REKOMENDASI

Drupadi BMI Malut Desak Polda Malut Usut Tuntas...

Ternate -- Drupadi Bintang Muda Indonesia (BIM) Maluku Utara (Malut), desak Polda Malut untuk segera mengusut tuntas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh salah satu oknum Polisi berpangkat Briptu pada...

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik bahan baku baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia yang memproduksi...

Lagi, Jembatan Pitago Bailengit Rusak

Tobelo -- Sangat memprihatinkan, jembatan Wailamo yang menghubungkan Desa Pitago dan Desa Bailengit Kecamatan Kao Barat Kabupaten Halmahera Utara, lagi-lagi kembali rusak. Padahal, jembatan tersebut belum lama ini telah...

Dinas P3A Malut Bakal Kawal Kasus Pemerkosaan di...

Sofifi -- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) akan mengawal kasus pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur, yang diduga dilakukan oknum Polisi di...

Kembali marak, Babinsa Waiman ingatkan warga terkait Bahaya...

Sanana, Perang terhadap Corona Virus Disease atau Covid-19 belum selesai, bahkan kini ada varian baru terkait virus ini. Untuk itu Pemerintah Indonesia, mulai dari Pusat maupun Daerah kembali mengingatkan...

Bergerak Cepat, DPD BMI Malut Mengakar Hingga ke-Pelosok...

Ternate -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Bintang Muda Indonesian (BMI) Maluku Utara, gencar melakukan sosialisasi serta konsolidasi dan verifikasi faktual, guna membentuk DPC Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku Utara (Malut). Hal ini...

Besok, Disdik Kota Ternate Lounching Sekolah Insklusif di...

Ternate - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ternate pada Rabu 23 Juni 2021 besok akan Lounching Sekolah Insklusif, bertempat SD Negeri 6 Kota Ternate, Kelurahan Kampung Makasar Barat, Kota Ternate...

Sambut kedatangan Mendagri Tito Karnavian, APMS pasang baliho...

Sanana -- Aliansi Peduli Masyarakat Sula atau APMS kepada media ini memberikan penjelasan terkait Sikap Bupati Sula memutasi dan merotasi 57 jabatan termasuk menon-jobkan Sekda Kepulauan Sula, sebagai perbuatan...

Babinsa Sekom Pelopori Giat Bhakti, ajak Warga dan...

Sanana -- Kelompok Masyarakat Desa yang mempunyai paradigma maju dan berpikir positif adalah suatu kekuatan dan aset untuk membangun sebuah Desa, ditambah lagi dengan Kelompok Mahasiswa dalam satuan tugas...

BERITA UTAMA

Dampingi Luhut Resmi Pabrik Bahan Baku Batrai, Bupati...

Labuha -- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), ikut mendampingi Menteri Koordinator bidang kemaritiman, Luhut Bizar Pandjaitan, dalam peresmian Pabrik...

Maslan Jabat PLH Sekda Halsel, Helmi Dikabarkan Sakit

Labuha – Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), mengangkat Maslan Hi. Hasan,SH,M.Si, Kepala Bagian (Kabag) organisasi sebagai Asisten Perekonomian dan...

ARTIKEL TERKAIT

Cara Perbaiki Pola Asuh Permisif

i-malut.com, JAKARTA — Para peneliti mengatakan pola pengasuhan permisif merupakan pola asuh yang gagal. Pola asuh ini dinilai tidak memiliki aturan.

Namun jangan khawatir, jika Anda terlalu permisif, belum terlambat untuk mulai menetapkan batas. “Ingat, bukan tugas orang tua untuk membuat anak mereka bahagia. Sebaliknya, tugas mereka adalah mendukung anak mereka dalam memahami dan mengelola seluruh emosi mereka,” ujar Laura Markham, penulis buku Peaceful Parent, Happy Kids seperti dilansir di republika, Kamis (3/1).

Langkah pertama adalah memahami betapa pentingnya batasan terhadap rasa aman, keamanan, dan harga diri anak. Selanjutanya coba langkah-langkah berikut.

Setujui aturan keluarga

Berusaha keras untuk tetap tenang ketika aturan-aturan itu tidak diikuti. “Ingat tetap terhubung dengan anak Anda adalah hal yang memberinya motivasi untuk mengikuti aturan Anda,” ujar Markham.

Dia juga mengatakan untuk memperhatikan saat-saat ketika Anda tidak menetapkan batas karena perasaan sakit hati anak Anda membuat Anda tidak nyaman, tapi bersedia menghadapi ketidaknyamanan Anda sendiri.

Tetapkan rutinitas

Debbie Zeichner menambahkan semua anak ingin merasakan rasa memiliki dan merasakan bahwa mereka penting dan memiliki sesuatu yang bermakna untuk disumbangkan. “Jika Anda kesulitan keluar dari pintu di pagi hari, tanyakan kepada anak Anda langkah-langkah apa yang harus Anda ambil agar pergi tepat waktu.”

Lakukan diskusi ide dan buatlah rencana bersama. Melakukan hal itu memupuk koneksi, rasa hormat serta memecahkan masalah.

Jangan pernah mengabaikan perilaku buruk

Anda bisa mulai dengan mengatakan, “Kamu meneriaki ibu/ayah. Kita tahu kita tidak boleh berteriak satu sama lain. Kamu pasti sangat kesal. Coba cerita tentang hal itu” .

Tapi jangan abaikan itu. Dan kemudian, ketika semua orang tenang, Anda bisa mengatakan kepada anak, “Ibu/ayah akan selalu mendengarkan apa yang kamu katakan. Ibu/ayah tidak akan berteriak pada kamu. Ibu/ayah berharap kamu memberi tahu mengapa kamu kesal tanpa berteriak padaku”.

--

BERITA LAINNYA

TERPOPULER